30/05/10

Menyebarkan Informasi Tentang Pajak

Banyak orang tak memahami pajak dengan baik. Padahal, pajak memberi konstribusi yang besar bagi pendanaan jalannya negara. Sebagai konsultan pajak, pria ini merasa terpanggil untuk menyebarluaskan informasi tentang pajak dan peraturannya kepada masyarakat luas.

Sosok kita kali ini, Benny Wibowo berprofesi sebagai konsultan pajak. Pria yang tinggal di Villa Melati Mas, Serpong ini mulai serius menggarap pajak sebagai profesi sejak tahun 2005 dengan membuka kantor konsultan pajak, yang juga berlokasi di kawasan yang sama dimana ia tinggal.

Sebelum membuka kantor pajak, Benny mengisahkan jika ia dulu pernah bekerja di beberapa perusahaan, pada posisi di bagian keuangan dan pajak. “Karena terbiasa dengan pajak akhirnya saya putuskan untuk membuka kantor pajak sendiri,” katanya.

Menurut Benny yang lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada Oktober, 1967 ini banyak hal yang menarik dari profesinya sebagai seorang konsultan pajak. Yang utama, katanya, adalah menginformasikan pajak dengan benar kepada masyarakat. “Banyak orang yang tak tahu pajak. Di sinilah peran penting konsultan pajak, yakni memberikan informasi yang akurat seputar pajak,” imbuhnya.

Lebih jauh pria lulusan STIE YKPN, Yogyakarta ini menambahkan, bidang pajak, terutama regulasinya senantiasa berubah. Dan menurutnya juga, itu adalah tantangan bagi konsultan pajak untuk terus meng-up date wawasannya.

“Jelas seorang konsultan harus mampu meningkatkan pengetahuannya. Ini penting karena menjadi pertanggungjawabannya kepada kliennya,” tukas bapak 3 anak ini.

Sebagai pribadi, Benny terlihat sebagai sosok yang ramah. Pembawannya sederhan, tapi tetap serius kala bekerja. Pria mengaku hobi membaca dan berolahraga ini, sekarang dibantu 12 karyawan dalam mengelola kantor konsultan pajaknya.

Berprofesi sebagai konsultan pajak, bukan tak ada kendala. Menurut Benny, salah satu kendala terbesar bagi konsultan pajak adalah banyaknya peraturan pajak yang multi tafsir. “Ada beberapa aturan yang ditetapkan beberapa tahun lalu masih dipakai sampai sekarang. Dan terkadang, kondisinya sudah berbeda. Jadi butuh penjelasan yang konkrit untuk aturan tersebut,” ucapnya.

Mengenai harapan ke depan, Benny menuturkan jika ia ingin membuka kantor cabang. “Paling tidak lima tahun lagi saya bisa membuka kantor cabang konsultan pajak di Jakarta,” tuturnya.

Selain disibukan dengan rutinitasnya sebagai konsultan pajak, Benny juga aktif berorganisasi, terutama organisasi yang berkaitan dengan profesinya. Untuk saat ini, Benny tercatat sebagai salah seorang pengurus Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Tangerang.

Read More ..

29/05/10

Melihat Kebutuhan, Saatnya Hadirkan Pasar Modern

Pengembang properti Alam Sutera terus memanjakan penghuninya. Yang terbaru untuk warga adalah kehadiran Pasar Delapan, sebuah pasar keluarga yang menyediakan beraneka macam barang kebutuhan sehari-hari, yang tampil dengan konsep modern.

Pertengahan bulan lalu, tepatnya Rabu, 18 Maret, manajemen Pasar Delapan Alam Sutera secara resmi mulai menjalankan kegiatan usaha di pasar keluarga modern tersebut. Menurut catatan penjualan 2009, seluruh unit kios dan ruko yang ada dalam pasar tersebut berhasil terjual dalam kurun waktu dua hari. “Sebanyak 238 unit kios dan 90 unit ruko habis diserbu pembeli dalam dua hari saja,” kata Lilia Sukotjo, Direktur Pemasaran PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Lilia juga menambahkan, animo masyarakat terhadap produk properti komersial berupa Pasar Delapan Alam Sutera tergolong sangat bagus. “Begitu banyak orang menunggu momen peluncuran produk ini, bahkan banyak yang rela menginap di halaman kantor pemasaran agar bisa mendapat giliran awal memilih lokasi,” ujarnya lagi.

“Selain itu, Pasar Delapan juga merupakan jawaban ASRI terhadap kebutuhan masyarakat sekitar maupun penghuni Alam Sutera atas tempat perbelanjaan kebutuhan sehari-hari yang nyaman dan lengkap bagi keluarga dan berkonsep modern,” tegas Lilia.

Persaingan usaha di pusat kota Jakarta yang semakin ketat membuat pelaku usaha melirik Serpong, wilayah barat Jakarta, sebagai daerah potensial. Ditambah lagi wilayah Serpong memiliki pasar yang cukup baik, seiring pertumbuhan infrastruktur dan penduduk yang cukup pesat.

“Kami optimis Pasar Delapan dapat menjadi pusat perdagangan baru, mengingat lokasinya dikelilingi sedikitnya tujuh perumahan padat penduduk, belum termasuk Alam Sutera sendiri yang kini telah dihuni oleh lebih dari 4 ribu kepala keluarga,” lanjut Lilia.

Lebih jauh lagi, Lilia mengungkapkan, dibukanya akses tol Jakarta – Merak di Alam Sutera juga telah berdampak positif terhadap peningkatan arus lalu lintas serta naiknya nilai lahan Pasar Delapan. Hal ini dapat menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pemilik usaha di Pasar Delapan nantinya. “Salah satu bukti nyata adalah meningkatnya nilai investasi di Pasar Delapan. Sejak diluncurkan hingga kini, harga jual kios sudah meningkat hampir 2 kali lipatnya,” paparnya.

Sementara itu, Liza Djohan, Senior Corporate Communications Manager ASRI menyatakan, mengapa baru sekarang Alam Sutera mengembangkan pasar modern, ini karena kebutuhan. “Melihat jumlah penduduk yang tinggal di Alam Sutera, sekarang adalah saat yang tepat untuk menghadirkan sebuah pasar modern. Dan ini kami realisasikan dengan membangun Pasar Delapan,” katanya.

Pasar Delapan dibangun di atas lahan seluas 2 hektar. Selain public restroom dan fasilitas kebersihan 24 jam, Pasar Delapan juga dilengkapi dengan tempat parkir yang luas untuk 650 unit mobil dan 300 unit sepeda motor.

Selain kios dan ruko yang telah habis terjual, sebanyak 304 unit lapak juga telah habis tersewa untuk berbagai usaha seperti penjualan lauk pauk, sayuran, daging, ikan, buah, dan lain sebagainya. Harga sewa lapak di Pasar Delapan berkisar Rp 400 ribuan per bulan.

Read More ..

28/05/10

Nikmatnya Soto Jawa yang Ternama

Makanan khas daerah banyak yang cukup populer di Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya adalah soto khas kota Kudus, Jawa Tengah atau yang akrab disebut Soto Kudus. Sekarang, warga komunitas Gading Serpong bisa menikmati Soto Kudus ini tanpa harus berkunjung ke gerai Soto Kudus yang jauh.

Soto Kudus Ayam Bulungan hadir di kawasan Ruko Gading Serpong, Blok BA 2. Gerai kuliner yang satu ini menyajikan Soto Kudus sebagai menu andalannya. “Soto Kudus kami punya rasa dan tampilan yang sama persis dengan soto yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah,” kata Susan Sutanto, Pimpinan Soto Kudus Ayam Bulungan - Serpong.

Menu Soto Kudusnya sendiri hadir di dalam sebuah mangkuk, yang disajikan bersama nasi putih. Dinikmati saat hangat-hangat kuku, rasanya dijamin muantep banget. “Soto Kudus dan nasinya juga bisa disajikan terpisah,” tegas Susan lagi.

Satu porsi Soto Kudus dibanderol Rp 10 ribu. Mengenai kuantitas dalam satu porsi, bisa dikata cukup mengenyangkan.

Lebih jauh Susan menjelaskan, Soto Kudus juga memiliki menu pendamping. Saat menikmati Soto Kudus, Anda juga wajib mencicipi sate kerang, sate telur puyuh, sate ati ampla, perkedel, bakwan jagung, juga paru goreng.


Di gerai Soto Kudus Ayam Bulungan ini, para tamu bisa melihat langsung proses pembuatan atau tepatnya penyajian Soto Kudus yang dipesan. Pasalnya, gerobak kayu beserta panci soto memang sengaja diletakan di bagian depan rumah makan.

Selain Soto Kudus, Soto Kudus Ayam Bulungan juga punya menu pilihan lainnya yang wajib dicoba. Adapun menu yang disediakan antara lain ayam goreng Bulungan, ayam kremes, ayam bakar bumbu kari, sambal goreng babat, sate ayam, sate kambing, gado-gado, lumpia, tahu telur, nasi rawon dan lain sebagainya. Untuk minuman penutup ada es doger yang sangat spesial, es cendol dengan es puter di atasnya, es markisa mangga yang segar, es teller, juice duren kelapa muda, dan aneka juice lainnya.

“Soal rasa, sepertinya sulit untuk dijelaskan. Jika penasaran, sebaiknya dicicipi langsung saja,” pungkas Susan sambil sedikit berpromosi.

Harga makanan yang ditawarkan gerai Soto Kudus Ayam Bulungan ini juga bisa dibilang cukup terjangkau. Satu ekor ayam Bulungan, harganya cuma Rp 45 ribu. Sedangkan untuk menu paket, ayam bulungan (potong) plus nasi dan sayur asem atau gado-gado, harganya cuma Rp 20 ribu.

Soto Kudus Ayam Bulungan, kata Susan lagi, merupakan cabang dari restoran Ayam Bulungan yang ada di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Ayam Bulungan sendiri sudah berdiri sejak tahun 1972.

“Dengan hadirnya cabang Gading Serpong, berarti sekarang ada 3 gerai Ayam Bulungan. Hanya saja yang di Gading Serpong ini di depannya ditambahkan Soto Kudus, karena berkonsep rumah makan sederhana. Meja-meja yang ada terbuat dari kayu,”. Ruang makan gerai kuliner ini juga cukup bersih dan nyaman untuk dijadikan tempat bersantap. Ruang makannya mampu menampung pengunjung hingga 50an orang.

Selain menu yang tersedia tadi, Soto Kudus Ayam Bulungan juga menyediakan paket nasi kuning dan nasi box. Untuk nasi kuning, tersedia paket nasi kuning untuk syukuran atau bayi 1 bulanan dengan harga Rp 65 ribu/box. Sementara untuk paket nasi box, harganya mulai Rp 15 ribuan per box. Sedangkan untuk soto kudus juga dapat dipesan dalam jumlah banyak, apabila ada acara di rumah, kantor, atau pertemuan, dengan harga Rp10 ribu untuk nasi soto kudus atau Rp 9 ribu tanpa nasi, sangat praktis karena pihak Soto Kudus Ayam Bulungan juga meminjamkan perlengkapan dari panci kuah sotonya, mangkok dan sendoknya.


Read More ..

27/05/10

Klub Otomotif Milik Keluarga

Pemilik mobil Zafira keluaran pabrikan Chevrolet berkumpul dalam satu wadah organisasi. Di perkumpulan yang bernama Zafira Indonesia Community ini, para penggemar Zafira bisa saling kenal, dan tentu saja berbagi informasi seputar mobil kesayangannya.

Zafira Indonesia Community (ZIC) memiliki konsep sebagai club keluarga, jadi tak usah heran kalau komunitas mobil yang satu ini selalu melibatkan seluruh keluarganya dalam setiap kegiatan yang digelar. Meski usianya baru satu tahun, namun telah banyak kegiatan yang dilakukan ZIC, khususnya untuk perwakilan Tangerang.

Anggota ZIC sendiri, untuk saat ini yang tercatat secara administratif ada sekitar 33 anggota. Tapi di dalam milis, anggotanya ada 190. Anggota ZIC tersebut tersebar di seluruh Indonesia.

Belum lama ini ZIC mengajak beserta keluarganya touring ke Denpasar, Bali. Kegiatan lainnya juga telah mengadakan bakti sosial bagi korban bencana Situ Gintung beberapa waktu lalu. Selain itu ZIC turut berpartisipasi dalam memperingati Hari Bumi dengan mengantar sejumlah penderita kanker berkeliling Ancol.

Presiden ZIC, Yusman mengatakan bahwa komunitas yang dipimpinnya tidak semata-mata untuk bersenang-senang, tetapi dia juga mengajak kepada seluruh anggotanya untuk melakukan kegiatan bakti sosial.

”Kami tidak hanya sekedar berkumpul, tetapi kami juga mencoba berbagi dalam kegiatan bakti sosial, juga memperkenalkan masalah budaya dan lingkungan, khususnya kepada keluarga kami yang sering mengikuti kegiatan-kegiatan ZIC,” ungkap Yusman.
Yusman juga menambahkan, populasi mobil Zafira di Indonesia sendiri ada sekitar 2,300 unit. ”Sekitar 70 persennya ada di Jabotabek,” katanya lagi.

Mengingat jumlah populasi mobil yang saat kini kian bertambah, Muhammad Nurdin selaku Ketua ZIC perwakilan Tangerang bertekad akan membuat ZIC lebih eksis. ”Saat ini memang belum optimal, tetapi ke depannya saya akan mengusahakannya agar lebih maju, terutama untuk wilayah tangerang,” kata Nurdin.

Diakui Nurdin, dalam rangka mengukuhkan eksistensi ZIC, klub otomotif yang satu ini juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkait seperti bengkel resmi, perusahaan oli, perusahaan ban, dan lainnya.

Bagi Anda yang berminat dan ingin bergabung menjadi keanggotaan ZIC bisa mengakses melalui website www.zicers.org dan di milisnya yakni id-zavira@yahoogroups.com. Untuk perwakilan Tangerang, Sekretariat ZIC ada di daerah Perumahan Amarapura, Serpong.

Tidak ada persyaratan apapun yang diberikan untuk begabung di ZIC, yang utama adalah memiliki mobil, dan yang pasti selalu aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan. ”Kami mengajak seluruh masyarakat yang ingin bergabung dengan kami. Pemilik mobil pun bisa memodifnya, tanpa segan-segan,” tambah Nurdin.

Read More ..

26/05/10

Yang Hijau Antara Serpong Bintaro

Kawasan selatan Jakarta, semisal Bintaro atau Serpong masih menjadi primadona untuk pemilihan tempat tinggal. Selain masih memiliki banyak ruang hijau, kawasan Bintaro – Serpong juga punya banyak akses untuk menuju Jakarta.

Green Grass yang dikembangkan oleh PT Prakarsa Adi Sarana berlokasi di daerah Pondok Pucung, Pondok Aren, Bintaro. Perumahan berkonsep minimalis modern ini dibangun di atas lahan seluas 1 hektar lebih. Di dalamnya, akan hadir rumah sebanyak 82 unit.

Akses transportasi jadi salah satu nilai lebih Green Grass. Perumahan ini berlokasi tepat di sisi jalan utama, dekat dengan stasiun Sudimara dan gerbang tol Bintaro – Pondok Indah – BSD.

Masih soal lokasi, untuk mencapai Green Grass, ada tiga jalan pintu masuk yang bisa dilalui. Yakni satu pintu utama di dekat Pasar Jombang, dan dua pintu samping di sekitar Bintaro.

Dijelaskan oleh Marketing & Sales Manager Green Grass, Didiet Sushardjanto T., perumahan ini diluncurkan Maret 2010. Green Grass menawarkan dua tipe rumah - berdasarkan ukuran, yakni tipe Sabana, 45/90 dan Steppa, 36/72.


”Green Grass dibangun dengan sistem kluster. Untuk tahap I, kami menargetkan bisa menghadirkan 30 unit rumah, terhitung sejak Maret hingga Desember 2010,” tegas Didiet menambahkan.

Didiet juga menambahkan, di masa perkenalan Green Grass, sudah banyak peminat yang meminta informasi lebih tentang perumahan yang satu ini. ”Sejauh ini respon masyarakat terhadap Green Grass bisa dibilang cukup baik,” imbuhnya.

Rumah di komplek Green Grass ditawarkan dengan harga bersaing. Untuk tipe Sabana, harga jualnya Rp 292 jutaan. Sedangkan tipe Steppa dibanderol Rp 243 jutaan.
”Sasaran konsumen yang ingin kami rangkul adalah kalangan pasangan muda. Pun begitu, pada prinsipnya Green Grass trebuka untuk siapa saja,” tambah Didiet.

Didiet juga mengungkapkan untuk serah terima kunci tahap satu akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. ”Tahap satu ini minimal kami membangun 30 unit. Pembangunan akan resmi dimulai pada bulan Juni dan Desember diprediksi sudah selesai,” tambahnya.

Disinggung mengenai pemasaran Green Grass, Didiet mengatakan pihaknya optimis penjualan akan shold out 50 persen sampai dengan bulan Juni ini dan 100 persen sampai dengan bulan Desember 2010. Sebagai promo, Green Grass memberikan potongan harga mulai dari 2,5 persen sampai dengan 4 persen untuk kedua tipe cluster.

”Tahap 1 ini untuk tipe 36, pembelian secara cash akan mendapatkan potongan sebesar 2, 5 persen. Dan untuk tipe 45 diskon 4 persen,” kata Didiet lagi.

Mengenai fasilitas, Didiet menambahkan, di sekitar culster akan dibangun taman yang juga akan diberikan tanaman-tanaman. ”Sesuai dengan namanya green Grass, kami akan memberikan taman dan pohon seperti bambu Jepang di lingkungan cluster,” ungkap Didiet.

Read More ..

25/05/10

Kawasan Rekreasi untuk Anjing

Bagi yang punya hewan peliharaan, terutama anjing wajib untuk sesekali memanjakan hewan kesayangannya itu. Lebih dari sekedar berjalan-jalan, datang ke tempat rekreasi anjing bisa jadi pilihan yang paling tepat.

Maggy, anjing betina jenis Rottweiler yang berusia 4 tahun itu tampak senang ketika ditemani oleh seorang pemandunya untuk berkeliling di sebuah tanah lapang, yang di atasnya terdapat beberapa instrumen ketangkasan.

Sambil berlari agak kencang, Maggy menaiki sebuah jembatan kayu yang lebarnya sekitar 20 cm. Selesai melewati jembatan kayu, Maggy langsung meluncur ke sebuah terowongan kecil. Dengan sigapnya, ia melewati terowongan tersebut.

Aksi Maggy melewati beberapa arena ketangkasan itu dapat ditemui di Rumah Terraria. Sebuah lokasi yang menyuguhkan hiburan atau wisata untuk anjing. Rumah Terraria ini berlokasi di Jl. Platina II, Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Parung, Bogor.

Melihat tulisan lokasinya, mungkin terkesan jauh. Padahal, dari kawasan BSD Serpong, Rumah Terraria ini bisa dicapai dalam waktu 30 menit dengan kendaraan roda empat. Dari arah BSD, lurus saja ke perempatan Viktor.

Rumah Terraria, sebuah kawasan hunian yang asri, nyaman dan menyenangkan untuk anjing kesayangan Anda. Rumah Terraria hadir dengan konsep One Stop Dog’s Entertainment.

Di dalamnya terdapat fasilitas atau jasa penitipan, pelatihan, perawatan, rekreasi dan pembiakan anjing yang berorientasi kepada kenyamanan fisik dan psikis dari anjing yang dititipkan, sehingga anjing dapat melakukan aktifitas dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya senyaman dan senatural mungkin.

Dijelaskan oleh Pengelola Rumah Terraria, Yudiyanto Tasma atau yang akrab disapa Yudi, Rumah Terraria hadir di kawasan lingkungan dengan udara yang bersih, jauh dari pusat kegiatan atau perkotaan.

“Di sini masih banyak pohon rindang, masih banyak terdengar burung berkicau dari dahan-dahan pohon tersebut, membuat suasana semakin terasa bersahabat yang dapat membuat anjing betah dan gembira melakukan apa yang diinginkannya,” kata Yudi.

Untuk arena bermain anjing, selain memiliki lapangan dengan arena ketangkasan, Rumah Terraria juga menyediakan kolam renang untuk anjing. Anjing-anjing yang datang untuk berwisata ke tempat ini, dijamin akan tersenyum gembira.

“Selain arena ketangkasan, kami juga menyediakan jasa penitipan, grooming, peternakan, pelatihan, dan klinik hewan,” tegas Yudi menambahkan.

Taman rekreasi dan arena ketangkasan Rumah Terraria diperuntukan bagi segala jenis anjing. Biasanya, Rumah Terraria ramai dikunjungi pada akhir pekan.

Read More ..

24/05/10

Masakan Sunda Otentik

Rumah makan Sunda yang menyajikan masakan Sunda otentik—tidak ada penambahan menu masakan non-Sunda. Bahkan, bisa juga dilihat bagaimana cara penyajian hingga suasananya, sentuhan Sundanya kentara sekali.

Mengulas kuliner Sunda memang tidak ada habisnya. Deretan menu masakannya mencapai ratusan item. Sebagai contoh, setiap kabupaten di Jawa Barat mempunyai masakan khas dengan warna cita rasa tersendiri, walau tidak jauh berbeda dengan masakan Sunda dari kabupaten lainnya. Namu, satu kata untuk masakan Sunda, yaitu masuk di lidah orang kebanyakan.

Ciri khas masakan Sunda tergolong praktis dalam pengolahannya, tanpa banyak mengeluarkan keringat dalam mengulek bumbu dan memarut kelapa untuk santan, walaupun tentu saja usaha-usaha tersebut tetap ada untuk masakan tertentu.

Rumah Makan Ibu Haji Cijantung (IHC) salah satu rumah makan yang menyajikan masakan Sunda otentik. Menilik sejarahnya, sebelum berganti nama menjadi Ibu Haji Cijantung, dulu bernama Ibu Haji Ciganea—nama daerah di Purwakarta.


Masakan Sunda Otentik IHC terlihat dalam daftar menu makanannya, pure semuanya asli masakan Sunda—tidak menyertakan makanan non-Sunda. Berbeda dengan rumah makan masakan Sunda lainnya yang kerap menyajikan juga masakan non-Sunda. “Kami hanya menyajikan masakan Sunda saja—tidak keluar dari jalur masakan Sunda asli”, jelas pemilik Rumah Makan Ibu Haji Cijantung, Andreas Adrianus.

Adapun menu makanan yang disajikan diantaranya, Ayam Goreng, Ikan Goreng, Empal Gepuk, Babat Iso Goreng, Ati Ampela Goreng, Ikan Baby Goreng, Pepes Ayam, Pepes Ikan, Pepes Ati Ampela, Pepes Teri/Tahu/Jamur, Karedok, Pencok Leunca Kacang Panjang, Sambal Lalap, Sayur Asem/Sayur Lodeh, Bakwan Udang/Jagung, Tahu/Tempe.

Sedang minumnya, Es Teh Manis, Es Jeruk, dan Aneka Juice. Kisaran harga makanan mulai dari Rp 2 ribu-Rp 20 ribu, dan minuman Rp 1.500-Rp 6 ribu.

Menyoal penyajian makanan Sunda ala IHC sama seperti penyajian masakan Padang. Ragam lauk beserta nasi di taruh oleh pelayan di atas meja, dan apa yang kita makan itulah yang kita bayar.

Seperti rumah masakan asli Sunda umumnya, alunan bunyi suara angklung khas Sunda menggema keseisi ruangan. “Musik angklung yang diperdengarkan itu seperti teman Anda ketika bersantap makan disini. Lebih dari itu, Anda seperti merasakan berada di tanah Pasundan sebenarnya.

Selain suara musik kulintang dan angklung, pelayan disini mengenakan pakaian corak batik Purwakarta. “Kami memang membawa pernak-pernik Sunda Purwakarta ke IHC Muara Karang, Jakarta Utara. Hal tersebut, seperti membawa “aroma” Sunda sebenarnya.

Andreas menambahkan, hingga sekarang IHC sendiri telah memiliki 27 cabang, terakhir kami IHC cabang Muara Karang, Jakarta Utara. Dan dalam waktu dekat akan tambah satu cabang lagi dan masih di Jakarta juga.

Sambal Tiga Rasa
Buat kita orang Indonesia, sambal adalah teman wajib lalapan, lauk dan nasi. Tanpa sambal, makanan yang kita nikmati terasa hambar—seperti ada yang “hilang”. Termasuk masakan Sunda, sambal adalah menu yang tak terlupakan, secara masakan Sunda juga dominan lalapan.

Semua rumah makan masakan Sunda memiliki sambal unggulan. Apapun nama sambal itu, sambal ala Sunda tersaji secara mentah—beberapa bahan sambal digabung, diulek, lalu disajikan.

IHC misalnya, rumah makan baru beroperasi 18 November 2009 lalu ini memiliki sambal tiga rasa. Sambal 3 rasa—manis, asam, dan pedas—disajikan di atas cobek berukuran piring makan. Asam berasal dari jeruk limo. Pedasnya sambal bisa distel tergantung selera pengunjung.

“Kami menamakan sambal 3 rasa itu yaitu Sambal Dadak atau Sambal Terasi. Adapun komposisi bahan dalam sambel tersebut terdiri dari: terasi, asam, cabe merah, cabe rawit, dan jeruk limo. Kemudian bahan-bahan tadi diulek secara bersamaan di atas cobek, dan setelah ulekan dirasa cukup lalu kami sajikan sambel tersebut bersama cobeknya juga”, jelasnya.

Satu keunikan rasa dari sambal Dadak, asam jeruk limo yang bercampur dengan rasa manis dan pedas memiliki sensasi rasa tersendiri. Aroma terasi bakar pada sambal 3 rasa ini—harum dan gurih terasi seperti mendobrak pakem ciri khas sambal Sunda umumnya.

Keunikan rasa rasa sambal tersebut menjadi nyata saat menyoleknya dengan lauk, dan menambah nikmat makan Anda.

Pepes Teri
Pepes Ikan adalah salah satu lauk-pauk khas Sunda. Mulai dari ikan berukuran besar-kecil bisa diolah secara dipepes. IHC sendiri menyediakan tiga macam pepes, yaitu Pepes Ikan Teri, Pepes Tahu dan Pepes Jamur.

Ketiga pepes tersebut terbungkus daun pisang, dan menjadikan bahan-bahan di dalam pepes itu lebih terasa empuk dan gurih.

AdInfo sempat menjajal ketiga pepes tersebut. Nilai plus untuk Pepes Ikan Teri, tekstur teri putih bersih, lembut ketika digigit dan tingkat keasinannya pas. Berukuran panjang kira-kira 5 cm terbungkus daun pisang.

Selain teri sebagai bahan pokok pepes teri, juga dikasih irisan bawang merah, dan cabai merah. menjadika Pepes Ikan Teri yang dibungkus pelepah pisang ini menjadi lauk dengan porsi yang pas untuk disantap.

Menyoal raasa, teri tercampur cabai merah juga irisan bawang merah, berasa gurih. Ketika di campur sambal tiga rasa, kekuatan rasa khas teri tidak hilang dan begitu juga rasa sambal. Perpaduan antara kedua rasa itu saling bertemu saat kita rasakan, tidak bisa diungkapkan kata-kata.

Read More ..

23/05/10

Rumah-rumah Pembuat Tempe

Keberadaan komunitas pembuat tempe merupakan potret langka sebuah kehidupan yang jarang kita temukan di Jakarta. Kesederhanaan mereka, tak tergerus jaman.

Panas terik siang itu di “perumahan tempe” sebutan lain Komplek Kopti (Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia), berlokasi di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Suasana lingkungannya tenang, damai, dan jarang lalu lalang kendaraan.

Wajar saja, karena 95 persen warganya disibukan dengan aktivitas membuat tempe sepanjang hari. Aktivitas membuat tempe sudah berlangsung lebih kurang 15 tahun dan sudah menjadi sumber nafkah ratusan warga “perumahan tempe”.
Rasmani (42), salah seorang pengusaha tempe asal Pekalongan mengatakan, pembuatan tempe di sini berskala rumahan dan ada sekitar 765 rumah dijadikan lokasi pembuatan tempe.


Mengenai jumlah produksi tempe dalam sehari bervariasi, tergantung banyaknya kedelai yang dipakai. Pastinya, 1 kwintal kedelai biasanya menghasilkan 30 cetak tempe dengan panjang 2,5 meter dan lebar 25 cm. Tempe hasil produksi setiap hari kami jual lansung ke perorangan, pengepul, dan pasar tradisional.

“Menyoal suplai kedelai, selama ini tidak ada kendala. Stoknya selalu tersedia. Saat ini, kami pakai kedelai impor asal China, Kanada, dan Amerika karena kedelai lokal tidak terjamin mutunya dan menjadikan tempe tidak enak.

Perlu Dukungan
Dulu, tempe identik sebagai penganan “ndeso” atau identik dengan makanan rakyat kelas bawah. Namun sekarang berbeda, kini tempe menjadi “raja” di negeri seberang. Karena sarat nilai kandungan gizi, menjadikan tempe sebagai makanan primadona di sana. Tidak hanya Jepang yang mengakui itu, negara-negara maju lainnya pun mengakuinya.

Untuk memperoleh bahan baku kedelai impor tidaklah sulit, di sini saja ada 3 - 4 toko penjual kedelai. Harganya pun stabil yaitu, Rp 485 - 500 ribu per kwintalnya. Harga kedelai pernah tidak stabil sekitar 2 - 3 tahun lalu, angkanya pernah mencapai Rp 750 - 800 ribu/kwintal.

Perhatian dari pihak-pihak terkait seperti koperasi sebagai pengayom kami selama ini, tidak banyak membantu. Akhirnya, kami bergerak sendiri. Padahal, apabila kami sebagai pengusaha tempe dan pengurus koperasi saling membantu, akan membawa banyak keuntungan ekonomis.

Tempo hari saja, ada pengusaha Jepang tertarik impor tempe produksi kami, namun tawaran bagus itu “menguap” tanpa kejelasan. Belum lagi, kerjasama lainnya yang tidak ditindak lanjuti oleh pengurus koperasi.

Wisata Ilmiah
Sebanyak 95 persen warga komplek Kopti adalah pembuat tempe. Kekhasan komunitas ini merupakan daya tarik tersendiri untuk diekspos ke masyarakat luas. Tentu untuk menyukseskan gagasan ini perlu penggarapan serius dan melibatkan pihak-pihak terkait.

Penggarapan serius bisa saja dimulai dengan penataan dan pendataan tiap-tiap rumah yang menjadi tempat pembuatan tempe. Sebagai ide, di sini nanti pengunjung bisa menyaksikan proses pembuatan tempe dari awal hingga akhir. Proses pembuatan tempe dari awal hingga akhir adalah daya tarik dan bisa di ekspos, tentu menjadi nilai tambah ekonomis bagi warga Kopti.

Bahkan, bila perlu dibangun warung khusus menyajikan tempe mentah dan jadi—agar pengunjung bisa langsung menikmati tempe hasil produksi di tempat. Tempe jadi pun bisa diolah ke macam varian tempe olahan dan bisa dijadikan sebagai buah tangan pengunjung sehabis mengunjungi sentra pembuatan tempe.

Sasaran pengunjung yang dibidik untuk wisata ilmiah ini sudah pasti pelajar, mahasiswa, para peneliti dan masyarakat luas (turis lokal dan mancanegara). Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya wilayah ini bisa menjadi tujuan wisata ilmiah unggulan DKI Jakarta.

“Sebagai indikasi ketertarikan seseorang akan proses pembuatan tempe, beberapa pengusaha dari Jepang dan Australia pernah berkunjung ke sini. Melihat-lihat cara pembuatan tempe dan mereka berminat ingin membeli tempe kami,” kenang bapak dengan satu cucu ini.

Sekali waktu, pernah secara sporadis perseorangan datang melihat-lihat cara pembuatan tempe. Potensi kunjungan seperti itu akan meningkat jumlahnya apabila digarap serius. Bukan tidak mungkin, nama Komplek Kopti “perumahan tempe”, bisa sebagai pusat penelitian ilmiah tempe berkelas dunia,” tutup Rasmani.

Read More ..

22/05/10

Rasa Mie Sensasi Tempoe Doeloe

Makanan berbahan dasar mie terbilang banyak variannya. Wajar saja, karena diolah bagaimanapun, ciri khas tekstur mie yang lembut juga kenyal, tetap berasa enak apabila diracik dengan bumbu makanan apapun.

Mie ayam, adalah satu dari sekian banyak varian makanan berbahan dasar mie. Menu tersebut begitu populer dan digemari banyak orang dari berbagai usia dan kalangan. Pastinya, makanan ini mudah didapat karena penjualnya yang menggunakan grobak, kerap dijumpai di jalan-jalan. Harganya pun merakyat, satu porsinya berkisar Rp 5 - 7 ribu.

Selain penjual mie ayam gerobak keliling, makanan asal China ini juga biasa kita lihat di warung makan pinggir jalan, pusat perbelanjaan, bahkan kafe. Pada ketiga tempat itu, walau mungkin kemasan mie ayam yang tersaji sedikit berbeda dengan mie ayam versi gerobak keliling, namun kekhasan rasanya tetap sama, gurih, lezat, dan nikmat.

Sederhana tampilan mie ayam di meja makan. Begitu juga dengan cara memasaknya. Di mulai dengan merebus mie dan potongan sawi hijau segar. Selesai direbus, mie dan sawi ditaruh di mangkok yang lebih dulu diberi bumbu. Setelah itu, diberi potongan ayam kecil-kecil seukuran “biji dadu” dan ditaburkan potongan daun bawang juga bawang goreng, serta tidak lupa kerupuk pangsit.

Mie ayam akan terasa lebih nikmat saat dalam keadaan panas. Saat akan disantap, jangan lupa tuangkan saos dan sambal cabai secukupnya, sesuai selera. Kemudian, mie ayam diaduk hingga merata dan siap disantap.

Mie Favorit
Banyak tempat yang menyediakan mie ayam. Waroeng Jadoel misalnya, warung makan yang berlokasi di Mal Taman Palem Cengkareng ini memang memfavoritkan mie ayam sebagai menu andalannya. Satu pembeda mie ayam di sini adalah bumbunya yang terbuat dari kaldu ayam asli. Dapat dipastikan, rasanya lebih enak dan gurih.

Deretan menu makanan berbahan dasar mie yang ditawarkan Waroeng Djadoel meliputi, Mee Ajam Djamoer, Mee Ajam Ritja, Mee Mangkok, Mee Kangkoeng, Mee Katsoe, Baso Tjampoer, dan Baso Sapi. Dari menu-menu tersebut, Mee Ajam Djamoer, Mee Mangkok, Baso Tjampoer, dan Mee Kangkoeng menjadi pilihan favorit pengunjung.

“Baso Tjampoer tidak ada matinya, selalu laku. Satu porsinya berisi baso sapi, baso ikan, otak-otak, kekian (seperti otak-otak ikan), sawi putih, jamur kuping, tahu isi, dan satu porsi nasi di mangkok kecil. Kami sediakan nasi untuk mengakomodir mereka yang suka makan baso dicampur dengan nasi, ” kata Pemilik Waroeng Djadoel, Ferry Gunawan.

Lain lagi dengan Mee Mangkok, menurut Fery, Mee Mangkok disajikan lebih unik. Mangkok sebagai wadah mie dibuat dari kerupuk pangsit bertekstur krispi. Penikmat Mee Mangkok akan mendapatk sensasi berbeda karena mangkoknya bisa disantap juga.

Berbeda dengan Mee Djamoer, bagi yang suka mie ayam dengan potongan ayam, bisa memilih menu ini karena potongan ayam dan jamurnya tersaji dalam porsi jumbo. Alternatif lain adalah Mee Ayam Rica-Rica yang memiliki cita rasa daging ayam berbeda karena dimasak ala rica-rica.

Ferry yang hobi dengan dunia kuliner ini memastikan, penyajian setiap item makanan tidak lebih dari 5 menit. Pengecualian jika akhir pekan, penyajian bisa mencapai 15 menitan, maklum saja karena pada saat itu ramai pengunjung.

Sebagai pelepas dahaga, Waroeng Djadoel menyediakan minuman dingin menyegarkan seperti, Es Cingcau dan Es Cokelat, Green Day (leci soda), dan Red Berry (stroberi soda).

Tidak terlalu mahal bila melihat kisaran harga makanan dan minuman yang ditawarkan warung ini. Bilangannya berkisar antara Rp 7 ribu – 12 untuk makanan, sedangkan minuman antara Rp 5 ribu - 10 ribu.

Suasana Tempo Dulu
Berada di Waroeng Djadoel, Anda seperti mendapatkan 2 sensasi sekaligus. Pertama, karena sensasi kelezatan mie ayamnya, kedua, karena sensasi suasana interior ruangannya yang bernuansa tempo dulu. Menyantap mie ayam sembari menikmati atmosfir suasana tempo dulu memang menjadi tema konsep yang diusung Waroeng Djadoel.

Hal tersebut bisa dilihat pada dinding ruangan yang dibuat persis seperti warung makan di pedesaan pada umumnya. Setengah dinding ruangan didesain dengan ornamen bilik bambu, sedangkan setengahnya lagi dibuat dengan batu kerikil kali.

“Mengingat keberadaan Waroeng Djadoel di mal, kami tidak bisa merubah dinding dengan bilik bambu dan batu kerikil kali asli. Sebagai alternatif, kami menggunakan wallpaper bergambar bilik bambu dan batu kali kerikil dengan tingkat kemiripan 90 persen,” cletuk Warni isteri Ferry.

Aroma tempo dulu kental terasa saat Anda memesan mie ayam. Pada semua tulisan di daftar menu makanan menggunkan ejaan tempo dulu. Pun saat mata tertuju memperhatikan setiap sudut ruangan, banyak pajangan lawas di situ.

Sebut saja seperti pigura dengan gambar desain iklan tempo dulu, satu set kotak berukuran kotak P3K dinding yang berisi merek rokok “ndeso” nan langka, dan masih banyak lagi pernak-pernik lawas lainnya.

“Bagi mereka yang pernah mengalami masa itu, berada di Waroeng Djadoel seperti bernostalgia. Lain bagi mereka yang tidak mengalami jaman itu, tapi paling tidak bisa menambah wawasan pengetahuan,” terangnya.

Selesai makan dan menikmati suasana Waroeng Djadoel, Anda juga bisa membawa buah tangan dan banyak macam pilihannya. Terunik, Waroeng Djadoel menjual aneka cokelat tempo dulu seperti, cokelat Superman, cokelat koin, cokelat bola, dan cokelat payung.

Tertarik merasakan sensasi kelezatan mie ayam dan atmosfir suasana tempo dulu di Waroeng Djadoel ? Jika tertarik, datang saja ke Waroeng Djadoel yang buka setiap hari pukul 11.00 - 19.00.

Read More ..

21/05/10

Nikmatnya Kuah Dua Rasa

Tidak perlu minum setelah menyantap menu ini. Tinggal seruput kuahnya, dahaga pun langsung lenyap.

Kebiasaan menyantap tanpa minum tersebut biasa dilakukan warga Singapura ketika menyantap sop atau menu rebusan. Alasannya, karena memang kuahnya cukup banyak dan dibilang sudah bisa menutupi rasa haus. Menu rebusan yang dimaksud adalah steamboat.

Di Indonesia sendiri, steamboat sudah cukup lama dikenal. Pilihan menunya terdiri dari, sari laut/sea food & daging (udang, scallop, cumi, kerang, daging sapi), ikan (gindara, tuna, kakap, marlin, dori, pipih), tahu (isi daging, tahu seafood, greentea), baso (ayam jamur, ikan goreng, jamur Shitake), sayuran baby chaisin, pak choi, kangkung), jamur (enoki, shitake, abalone), rajungan roll, seafood stick, crab claw, dan cumi stick. Masing-masing disajikan mentah atau setengah matang dan dipotong kecil. Besarannya kira-kira cukup untuk sekali suap.

Karakteristik steamboat atau lebih dikenal dengan Shabu-shabu dan Nabe di Jepang ini, adalah tersedianya panci, lengkap dengan kompor di atas meja makan. Kedua alat masak tersebut sengaja turut “dihidangkan” karena menu steamboat dimasak di atas meja makan dan disajikan dalam keadaan hangat. 


Dalam wadah yang berbentuk seperti panci sop, tersedia kuah dengan 2 rasa. Seperti yang disajikan Fuzei Steamboat dan BBQ yang berlokasi di Ruko Taman Palem Lestari, Cengkareng. Di tempat makan yang hanya buka dari pukul 5 sore sampai 11 malam ini, kuah yang disajikan bercita rasa kaldu ayam dan Tom Yum. Keduanya dijadikan kuah rebus berbagai menu pilihan.


“Biasanya, dalam setiap panci disediakan kedua kuah tersebut. Tapi, kalau hanya ingin satu rasa kuah, kita bisa menyediakannya,” kata Pemilik Fuzei Steamboat dan BBQ, Idris.


Kuah Tom Yum sangat pas buat mereka yang menginginkan rasa kuah lebih asam dan segar dengan sedikit pedas. Rasanya sengaja dibuat seperti Tom Yum Thailand dengan daun jeruk di dalamnya. Sedangkan rasa kuah kaldu ayam lebih terasa gurih karena terbuat dari kari ayam. 


Cara penyajian steamboat, setelah memilih menu, semuanya langsung direbus atau dipilih mana saja yang ingin disantap lebih dulu. Panci yang digunakan memiliki sekat untuk memisahkan 2 kuah yang berbeda. Sedangkan penutupnya bercerobong dan transparan sehingga kita bisa melihat proses perebusan. 


“Lama perebusan tidak sampai 5 menit. Tergantung pilihannya karena ada menu yang memang sudah matang dan ada yang mentah,” jelas Idris yang pertama kali membuka restoran steamboat di tahun 1998 di daerah Muara karang.


Sampai di sini, menyantap steamboat memiliki kenikmatan tertentu. Di samping dapat memasak sendiri dan menentukan tingkat kematangan, menunya juga terbilang sehat dan segar. Apalagi masakan berkuah ini juga memiliki menu sayuran sebagai bahan makanan berserat buat tubuh.


Bila tidak suka dengan menu rebusan, BBQ (barbeque) bisa menjadi pilihan. Menu panggang atau bakar yang disebut Yakiniku di Jepang ini, juga nikmat disantap ketika cuaca dingin atau di malam hari. 


Restoran Fuzei memiliki menu BBQ paha dan sayap ayam yang patut dicoba. Begitu juga dengan BBQ irisan daging sapinya. Dengan kuah panggang (teriyaki, black pepper, dan hot & spicy), rasa daging bakarnya cukup terasa. Tekstur dagingnya empuk digigit dan kuah yang diolesin sebelum dibakar, benar-benar membekas dan meresap.


Khusus buat menu BBQ, semuanya dimasak dulu sebelum dipanggang. Hal itu karena untuk menjaga tingkat kematangan. “Misalnya seperti daging ayam, kalau tidak dimasak dulu, bagian dalamnya bisa belum matang ketika dipanggang, padahal luarnya sudah gosong,” ujar Idris yang memulai usaha rumah makan dengan resep dari mertuanya.


Sama halnya dengan menu steamboat, proses pembuatan BBQ juga tidak lama. Apalagi menunya sudah dimasak lebih dulu. Paling lama 5 menit.

Dengan Kecap dan Sambal
Baik menu steamboat atau BBQ, keduanya disantap menggunakan sumpit yang kemudian dicelupkan kecap dan sambal khusus. Sebelumnya, piring untuk menu yang sudah direbus, akan diolesi minyak wijen agar tidak lengket.

Satu per satu menu disantap sambil terlebih dulu mencelupkannya ke dalam kecap yang lebih berasa asin dengan campuran jahe dan irisan daun bawang. Kemudian setelah itu, dicelupkan pilihan sambal steamboat atau suki. Rasa sambal steamboat lebih pedas, lain halnya dengan sambal suki yang manis dengan taburan daun wansui. Sebagai pelengkap, disediakan pula irisan bawang putih goreng penambah nikmat menu steamboat atau BBQ.

“Pilihan sambal tergantung dari selera masing-masing. Paling disukai adalah sambal steamboat yang berasa lebih pedas,” ungkap Idris yang akan melengkapi restonya dengan menu tempura (gorengan), bento, dan panggang (iga bakar).

Kalau ingin menyeruput kuah Tom Yum atau kaldu ayam, disediakan juga mangkuk dengan sendok. Biasanya, setelah menu steamboat matang, akan langsung ditaruh di mangkuk lalu disiram dengan kuah.

Harga menu steamboat dan BBQ yang ditawarkan Fuzei terbilang tidaklah mahal. Kisarannya antara Rp 5000 – 12.000. Bila ingin hemat, resto yang berdekorasi kota-kota besar di dunia ini, memiliki menu paket seharga Rp 50.000 yang bisa dinikmati untuk dua orang. Menunya terdiri dari berbagai pilihan stemboat dan BBQ dilengkapi dengan nasi dan es teh.

Read More ..

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP