Ir. Sukardi - Kepala Seksi Pengelolaan Hutan Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta

Hutan Mangrove Untuk Konservasi Bukan Tambak

Jakarta, kota metropolitan yang letaknya di bibir pantai utara Jawa masih menyimpan eksotika alam berupa kawasan mangrove atau bakau seperti hutan lindung Angke Kapuk, Suaka Marga Satwa, Taman Wisata Alam Kamal Muara dan lahan pembibitan mangrove.

Sekalipun luas area mangrove di Jakarta tidak terlalu besar, keberadaannya sangat strategis mengingat fungsinya sebagai pengendali abrasi pantai, penahan tiupan angin kencang dan terjangan gelombang air laut dan lain sebagainya.

Kini, dengan sisa lahan sekitar 327,7 hektare, Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta terus meningkatkan berbagai upaya di antaranya menjadikan kawasan mangrove sebagai ekowisata alam bagi masyarakat.

Itulah yang menjadi tanggung jawab Seksi Pengolahan Hutan Dinas Pertanian dan Kehutanan dalam merealisasikan kawasan mangrove di Jakarta ke depannya menjadi kawasan ekowisata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk mengetahui model ekowisata seperti apa, kepada Yogi Gustaman dari Adinfo, Kepala Seksi Pengelolaan Hutan Ir. Sukardi memaparkan kondisi dan potensi hutan mangrove nantinya. Wawancara bertempat di kantornya Senin (6/7) lalu. Berikut petikannya.

Ada berapa jenis hutan mangrove di Jakarta?
Pada dasarnya ada tiga jenis hutan menurut fungsinya yaitu produksi, lindung, dan konservasi. Yang ada di Jakarta hanya hutan lindung dan konservasi, termasuk hutan mangrove atau biasa kita kenal tanaman bakau. Baik hutan lindung dan konservasi dikelola oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta.

Hutan lindung yang kita miliki adalah hutan lindung Angke Kapuk. Sedangkan hutan konservasi yang kita kelola adalah Suaka Margasatwa di Pantai Indah Kapuk, Taman Wisata Alam di Kamal Muara. Kawasan konservasi lainnya adalah Hutan Mangrove Tol Sedyatmo. Untuk Suaka Margasatwa dan Taman Wisata Alam dikelola oleh BKSDA DKI Jakarta. Sedangkan hutan lindung dan hutan mangrove Tol Sedyatmo dikelola oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta.

Bagaimana konsep hutan mangrove ke depannya?
Sejak 2007 kita mengawali ekowisata dengan mewujudkan hutan mangrove Tol Sedyatmo. Selama dua periode ini beberapa infrastruktur pendukung sudah ada seperti gapura pintu masuk, conblok sebagai jalan kontrol, dan lain sebagainya.

Ke depan kita ingin menjadikan kawasan mangrove yang kita miliki berkonsep ekowisata alam. Sebagai contoh kita sudah menerapkan ekowisata di hutan mangrove Tol Sedyatmo. Di sini juga akan diwujudkan sebagai Mangrove Education Center.

Tata kelolanya dipegang siapa?
Untuk pengelolaannya, Dinas Pertanian dan Kehutanan bekerjasama dengan LSM Gajah Sumatera yang memiliki konsentrasi terhadap pengelolaan hutan. Bentuk kerjasamanya kita akan saling mengisi satu sama lain dalam urusan perhutanan seperti penanaman, pendidikan dan sebagainya. Jadi urusan-urusan yang tidak bisa sepenuhnya ditangani oleh dinas akan mereka pegang seperti memberikan pendidikan apa itu hutan mangrove, sosialisasi kepada pengunjung seberapa penting hutan mangrove dan sebagainya.

Fungsi hutan mangrove sejauh ini sebagai apa?

Sampai sekarang fokus hutan mangrove kita masih sebatas konservasi. Seperti pantauan di lapangan, masih banyak lahan kosong yang belum ditanami mangrove. Tidak seperti hutan mangrove di Kalimantan yang sudah menjadi hutan produksi di mana hasil hutannya buat ekspor ke luar negeri. Kondisi mangrove di Jakarta masih jauh dari harapan sebagai hutan produksi.

Karena itu dalam mendukung kawasan konservasi mangrove peran dan tanggung jawab sosial perusahaan baik BUMN, swasta, institusi lain dan sebagainya menjadi sangat berarti. Perlu banyak kemitraan dalam program konservasi mangrove ini. Tak dipungkiri itu semua membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tengok saja masih banyak lahan kosong di sekitar Elang Laut yang belum ditanami. Karena kondisinya tergenang air dan dalam diperlukan pengurukan. Hal ini dimanfaatkan penambak liar untuk membuka tambak di kawasan tersebut.

Sejak kapan tambak liar itu muncul?
Munculnya tambak liar di kawasan hutan ini dimulai sejak 1998. Mereka belum menyadari kalau tempat itu di bawah pengelolaan Dinas Pertanian dan Kehutanan. Mereka anggap ini sebagai tanah tak bertuan. Makanya mereka buka tambak di sini. Tapi mereka tahu kalau apa yang mereka perbuat itu ilegal. Meski sudah ada papan peringatan mereka tetap saja membuka tambak komersil.

Secara teknis memang ada hutan yang bisa dikelola oleh masyarakat yang disebut social forestry. Tapi itupun tetap ada koordinasinya antara dinas dan masyarakat. Tidak seperti para penambak liar yang seenaknya memasuki lahan hutan kemudian dikonversi menjadi tambak ikan atau lainnya. Itu namanya liar.

Langkah apa yang dilakukan dalam memberantas penambak liar?
Kita panggil mereka datang ke kantor. Sebanyak 15 penambak hadir dan kami berikan mereka pengarahan soal status guna lahan hutan mangrove. Mereka menyadari perbuatannya liar tapi mereka tetap meneruskan. Bahkan ketika saya ke lapangan pernah ada nada mengancam yang saya dengar, “Awas Pak Sukardi kalau ke lapangan.”

Kalau tidak bisa, dalam waktu dekat kita akan melakukan operasi besar-besaran dengan menurunkan Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat atau SPORCE. Kalau di tingkat kepolisian, SPORCE setingkat dengan Brimob (Brigadir Mobile). Kami juga bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat.

Di samping itu, yang terpenting ketegasan polisi hutan. Kami seperti bekerja sendiri. Pasalnya, jumlah polisi hutan yang ada tidak maksimal. Meskipun sedikit kalau pemantauannya diperaktif akan membuat mereka segan membuka lahan kembali untuk tambak. Kalaupun ada penjaga di tiap-tiap pos mereka hanyalah tenaga honorer. Keberadaan mereka sebatas menanam, merawat dan mengawasi tanaman mangrove, bukan menjaga pengamanan.

Adakah konsep hutan yang dipadukan dengan penanaman ikan?
Konsep seperti itu ada. Namanya mina hutan yaitu ikan dan hutan. Tapi porsinya harus disesuaikan di mana 80 persen untuk lahan hutan dan 20 persen untuk ikan. Konsep hutan seperti ini tetap berada dalam kontrol dan pengawasan dinas. Kalau tidak diawasi petani tambak akan memperluas hutan untuk tambak.

Mina hutan itu dimungkinkan jika kawasan hutan mangrovenya sudah rimbun dan banyak. Model seperti ini sudah ada di Belanakan, Subang, dekat Indramayu. Dan kondisi mangrove di Jakarta belum masuk kategori mina hutan. Tapi upaya yang dilakukan dalam waktu dekat adalah pembangunan infrastruktur untuk menunjang ekowisata hutan mangrove ini.

Read More ..

Hutan Mangrove Tol Sedyatmo

Ekowisata Alam Penyangga Lingkungan

Dari sekian banyak tempat hiburan, Jakarta sudah penuh denga mal, klub malam dan arena bermain keluarga seperti Taman Impian Jaya Ancol, Dunia Fantasi dan Taman Mini Indonesia Indah. Namun, Jakarta tetap memiliki wisata alam yang indah seperti Hutan Kota Srengseng di Jakarta Barat dan Hutan Mangrove Tol Sedyatmo di Jakarta Utara.

Kini, realisasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjaga kelestarian lingkungan hidup ini terus digalakkan. Seperti yang terlihat di kawasan Hutan Mangrove Tol Sedyatmo. Hampir setiap tahunnya, Pemprov DKI lewat Dinas Pertanian dan Kehutanan menanam bibit mangrove.

Perhatian Dinas Pertanian dan Kehutanan ini tidak berjalan sendiri. Namun turut juga menggandeng pihak BUMN, swasta, instansi, LSM dan elemen masyarakat lainnya. Seperti dalam pantauan Adinfo di tempat, nampak instansi yang berpartisipasi dalam penanaman mangrove namanya terpampang di dahan bakau.

Menurut Kepala Seksi Pengelolaan Hutan Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta Ir. Sukardi, Hutan Mangrove ini diproyeksikan sebagai ekowisata alam bagi publik. Sebelumnya, ekowisata alam sudah dulu ada seperti di Taman Wisata Alam Kamal Muara, Hutan Lindung Angke Kapuk, dan Suaka Margasatwa di Pantai Indah Kapuk.

Untuk menciptakan sarana publik yang edukatif bagi publik, Dinas Pertanian dan Kelautan mencanangkan Hutan Mangrove Tol Sedyatmo sebagai Mangrove Education Center. Realisasi ke arah itu sudah terlihat pembenahan infrastruktur seperti, jalan conblok yang membelah hutan, pos informasi dan edukasi, juga jalan kayu yang sudah dimulai sejak dua periode lalu.

Kawasan hutan mangrove, lanjutnya, yang tersisa di daerah Jakarta ini semuanya diperuntukkan untuk konservasi. Karenanya, pelestarian lingkungan dengan mengundang semua elemen masyarakat tidak pernah sepi. Tahun lalu saja Pemprov DKI Jakarta mencanangkan penanaman 3,2 juta pohon di sepanjang kawasan barat pantai utara Jakarta.

“Saat ini, kami sedang menggalakkan kerjasama dengan LSM Gajah Sumatera soal hutan mangrove. Sampai sekarang, bentuk kerjasamanya akan digodok. Tapi, kurang lebih kedua belah pihak akan saling mengisi. Kehadiran LSM Gajah Sumatera ini nantinya akan memberikan edukasi kepada pengunjung yang datang,” katanya.

Ironisnya, di tengah program pemerintah yang membuka kembali lahan konservasi mangrove, masih banyak orang yang tidak bertanggung jawab menempati lahan seluas 95,5 hektare ini tanpa ijin. Meski terpampang larangan untuk menempati lahan tanpa izin, mereka tetap beraktivitas membuka tambak komersil untuk kepentingan pribadi.

Contoh nyata itu terjadi di dalam kawasan hutan mangrove sendiri, tempat yang nantinya menjadi Pusat Pendidikan Mangrove. Mereka tidak segan membuka lahan tambak dan warung bagi para pendatang yang kebanyakan menghabiskan waktunya untuk memancing.
Seperti yang dituturkan Sugiarto, pegawai honorer Hutan Mangrove ini kepada Adinfo.
Hampir kebanyakan mereka yang masuk ke sini semuanya hanya untuk memancing. Mereka yang bermaksud kemari jarang untuk wisata alam. Kalaupun mampir, mereka hanya untuk pemotretan pre wedding.

Sangat disayangkan jika program Pemprov dalam pemulihan kawasan mangrove sebagai ekowisata alam ini dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi, hutan mangrove sangat berarti sebagai penyangga lingkungan hidup bagi ekosistem satwa liar. Mari lindungi mangrove kita!


Read More ..

Sudomo - Ketua Yayasan Stroke Indonesia

Yang Penting Pola Hidup Sehat

Bersama jantung dan kanker, stroke menjadi penyakit yang sangat berbahaya. Di Indonesia, setiap tahun, rata-rata 500 ribu orang terkena stroke. Dan 25% dari jumlah tersebut meninggal dunia, mengerikan bukan.

Dari halaman Wikipedia, stroke didefinisikan sebagai suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi bio-kimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.

Berikut adalah penggalan perbincangan AdInfo dengan Ketua Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), Sudomo mengenai stroke dan penanganannya di tanah air. Wawancara ini dilakukan ketika peresmian Club Stroke RS Global Medika, Tangerang, pertengahan Juni lalu.

Secara umum, bagaimana Anda melihat penyakit stroke dan penanganannya di Indonesia?
Stroke termasuk penyakit 3 besar yang menyebabkan kematian. Jelas penyakit ini sangat berbahaya. Di dalam negeri, kita belum memiliki rumah sakit khusus yang menangani stroke. Pun begitu, dengan munculnya banyak klub-klub stroke di berbagai rumah sakit, diharapkan, penanganan stroke bisa semakin intensif.

Banyak yang mengatakan, stroke adalah penyakit orang tua, benar begitu?
Anggapan itu salah besar. Stroke bisa menyerang siapa saja, baik orang tua maupun anak-anak muda. Selama seseorang tidak menjalakan pola hidup sehat, maka risiko terkena stroke akan sangat besar sekali.

Apakah penyakit stroke bisa disembuhkan?
Penyakit stroke bisa disembuhkan. Tapi, biasanya bila dapat diselematkan, pasien stroke mengalami kelumpuhan pada anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya. Dan hal-hal seperti itu bisa kita lihat di masyarakat luas.

Apa Club Stroke itu?
Club Stroke merupakan salah satu cara penanganan pasca stroke sekaligus tempat mengenal stroke lebih dalam bagi masyarakat luas. Club Stroke hadir di rumah sakit-rumah sakit. Club Stroke ini terbuka untuk siapa saja, bukan hanya untuk penderita stroke. Dan di Indonesia, kita sudah memiliki banyak Club Stroke. Semakin banyak tempat-tempat yang peduli dengan stroke, makan akan semakin mudah bagi masyarakat untuk memperoleh informasi tentang stroke.

Apakah masyarakat kita sudah mengenal stroke dengan baik?
Mengenal sebagai penyakit yang membahayakan, iya. Tapi mengenal apa itu stroke, bagaimana menghindarinya, atau bagaimana penanganannya, saya rasa belum terlalu. Sebagai contoh, kita lihat saja anak-anak muda kita yang gemar merokok. Pola hidup yang tidak sehat itu, suatu hari nanti akan menjadi salah satu penyebab munculnya stroke.

Apa harapan Anda untuk masyarakat kita?
Dalam konteks penyakit stroke, saya sangat berharap masyarakat mau menjalankan pola hidup sehat. Setidaknya, itulah yang paling mudah. Mari bersama-sama kita hindari stroke dengan pola hidup sehat.

Read More ..

Pilih Latin atau Ballroom Standar

Dansa adalah bentuk seni tari sebagai hasil budaya Barat yang telah mendunia. Dalam dansa, gerakan indah penuh pesona menjadi ciri khas yang sangat kentara. Dan sekarang ini, di belahan dunia manapun, termasuk Indonesia, dansa berkembang menjadi bagian dari gaya hidup manusia.

Dari halaman Wikipedia disebutkan, Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan.

Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru. Dansa adalah tari asal kebudayaan Barat yang dilakukan pasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik.
Dansa adalah kegiatan yang membutuhkan pasangan dan pasangan lainnya sebagai penyemarak.

Hampir semua jenis dansa punya sejarah sosialnya sendiri-sendiri. Slow waltz mulai dikenal pada pertengahan tahun 1700-an di kalangan bangsawan Eropa. Slow waltz yang romantik merupakan "keturunan" dari Vienese waltz yang bertempo lebih cepat. Tempo 3/4 yang digunakan sebelumnya diperlambat seiring dengan para penulis lagu balada yang bertutur soal kisah cinta. Keanggunan waltz kalau dalam lagu kira-kira seperti Tennesse Waltz yang dilantunkan oleh penyanyi Tom Jones dulu.

Dansa terdiri dari dua dansa yang populer, yakni karakteristik Latin dan karakteristik ballroom standar. Dansa Latin, misalnya cha cha, rumba, samba, jive, dan paso double. Sedangkan yang disebut ballroom standar (standard ballroom) antara lain waltz, romantic, slow foxtrot, quick step vienese waltz, dan tango.

Rumah Dansa
Merebaknya dansa-dansa asing ke Indonesia ini juga punya imbas pada dansa tradisional, yang kemudian diadopsi menjadi line dance-dansa yang berbaris-baris itu.
Yang sangat populer saat ini dan barangkali membuat sebagian orang bahkan bosan melihatnya, adalah poco-poco. Poco poco, sajojo, serampang dua belas, menjadi akrab di lantai-lantai dansa. Khusus yang terakhir itu, serampang dua belas, mulai banyak ditarikan di lantai dansa seiring populernya penyanyi dari Malaysia, Siti Nurhaliza yang menyanyikan lagu Cindai dengan irama Melayu. Sedangkan sajojo berasal dari Indonesia Timur.

Dari komunitas kita, penyuka Dansa bisa berkunjung ke Rumah Dansa yang berlokasi di Ruko Golden Boulevard, BSD. Pada prinsipnya, Rumah Dansa ini merupakan tempat untuk belajar dansa. “Bagi yang ingin belajar dansa, Rumah Dansa adalah tempatnya,” kata Pengelola Rumah Dansa, Theresia Anita.

Dijelaskan oleh Anita, Rumah Dansa menyediakan pendidikan dansa dengan katagori dansa Latin dan ballroom standar. Untuk dansa Latin, bisa dipilih jenis dansa rumba, cha cha, jive, samba, dan salsa. Sedangkan pada dansa ballroom standar, tersedia jenis dansa waltz, tango, foxtrot, quick step, dan quick waltz.

“Saat ini, dansa tumbuh menjadi bagian gaya hidup yang sehat. Lewat dansa, sambil menari kita juga bisa berolahraga,” tegas Anita menambahkan.

Pendidikan dansa dari Rumah Dansa sendiri disediakan untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. “Siapa saja belajar di Rumah Dansa,” ujar Anita lagi.

Pun begitu, Anita juga sempat menuturkan, banyak anak muda yang menganggap dansa sebagai ‘kegiatan’ orang tua. Padahal tidak demikian. “Dansa bisa dilakukan siapa saja. Tapi banyak anak muda kita yang salah tanggap. Dikiranya dansa itu hanya untuk orang tua. Itu tidak benar. Pada intinya, dansa itu menyenangkan,” papar Anita.

Kegiatan belajar dansa di Rumah Dansa, dilakukan seminggu dua kali, setiap Senin dan Rabu malam, mulai pukul 18.00-20.00 WIB. “Untuk pemula, fokus pendidikan yang diberikan adalah dasar-dasar dansa. Baru setelah itu, dilanjutkan ke masing-masing jenis dansa,” pungkas Anita menambahkan.

Untuk biaya pendidikan, dengan terbuka Anita menyebutkan, biaya pendidikan Rumah Dansa adalah Rp 400 ribu per bulan. Dalam satu bulan, pertemuan kelas diadakan sebanyak 8 kali.

Sementara itu, untuk tenaga pengajar, Rumah Dansa menghadirkan Ny Li Ing sebagai guru utamanya. Ny Li Ing ini adalah seorang pakar dansa, yang biasa tampil sebagai juri pada berbagai perlombaan dansa.

Di Tangerang, khususnya di Serpong dan sekitarnya ini, Dansa bisa dikata baru mulai diperkenalkan. Tak banyak pencinta dansa di kawasan ini. Hal ini diakui oleh Anita. “Komunitas dan tempat-tempat dansa lebih banyak berada di Jakarta. Untuk di Serpong, kami sedang berupaya untuk memperkenalkan dansa,” tegas Anita.

Sejauh ini, kata Anita lagi, yang menjadi kendala dalam mempopulerkan dansa di komunitas Serpong adalah tempat untuk berdansa. Di kawasan ini belum ada tempat khusus yang mengakomodir para pencinta dansa untuk berdansa. “Kami sedang mengupayakan untuk menyediakan tempat khusus untuk berdansa,” papar Anita.

Read More ..

Anak Tumbuh Sehat dengan Nutrisi dan Kasih Sayang

Dalam perspektif tradisional, anak sehat diartikan sebagai anak yang memiliki fisik besar, kuat, dan tinggi. Tapi pada kenyataan, itu semua belum menggambarkan definisi sehat yang sesungguhnya. Masih ada pertumbuhan intelegensi yang wajib diperhatikan manakala mengartikan kata sehat.

Dari seminar pendidikan dan keluarga yang diselenggarakan Edu Kids, akhir Mei lalu, dipaparkan jika bertumbuh dan berkembang optimal merupakan defines sederhana dari sehat. Di dalamnya, ada pertumbuhan fisik serta perkembangan fungsi-fungsi individu seorang anak.

Menurut DR. Guntara Hari, SPKJ dari Eka Hospital, BSD yang tampil sebagai pembicara, perkembangan fungsi individu anak meliputi perkembangan panca indera, pergerakan, komunikasi, kognitif, kreatifitas, emosi dan interaksi sosial, serta emosi diri sendiri.

“Selain nutrisi dari makanan bergizi, kasih sayang dan perhatian dari orang-orang di sekitar anak juga sangat mempengaruhi pertumbuhan seorang anak,” kata DR. Guntara.

Lebih jauh DR. Guntara menyebutkan, pertumbuhan fisik dan intelegensi anak berjalan beriringan. Selanjutnya, proses tumbuh kembang ini akan berpengaruh pada kemampuan intelektualnya.

“Pertumbuhan seorang anak bukan cuma dilihat dari fisiknya, tapi juga dari kemampuan berpikirnya,” tegasnya.

Untuk melatih perkembangan fungsi individu anak beserta kemampuan intelegensinya, kata DR. Guntara, banyak cara bisa dilakukan. Di antaranya, tentu saja yang utama adalah makanan bergizi. Kemudian, kasih sayang dan perhatian orangtua, lalu belajar aktif lewat permainan-permainan yang mendidik.

“Sejak janin 6 bulan, orangtua, khususnya ibu sudah bisa menstimulasi panca indera calon bayinya dengan mencurahkan kasih sayang dan rasa gembira. Kedua hal ini mampu melipatgandakan jumlah hubungan antar sel otak calon bayi,” ujar DR. Guntara lagi.

Kasih sayang, perhatian, dan penghargaan dari orangtua penting peranannya di saat membesarkan seorang anak. Lewat ketiga hal tadi, seorang anak bisa belajar disiplin, tata karma, maupun budi pekerti. Kemudian, dengan kehangatan cinta kasih orangtuanya, seorang anak bisa merasa nyaman dan memiliki hubungan yang lebih erat dengan keluarganya.

Dalam menanamkan sikap demokratis seorang anak, orangtua bisa merangsang komunikasi resiprokalnya, misalnya dengan sikap menghargai pendapat atau ide orang lain. Dengan model seperti ini, anak bisa berani berekspresi. Ia bisa menyuarakan isi hatinya dengan bebas. Dan ketika ia besar nanti, si anak akan menjadi orang yang terbuka, dan bisa saja menjadi orang yang mudah bergaul.

“Sikap-sikap yang membatasi seperti larangan atau membatasi ruang gerak anak sebaiknya dihindari. Selama hal-hal yang dilakukan anak tidak membahayakan dirinya dan orang lain, biarkan ia berkreasi atau melakukan sesuatu hal,” jelas DR. Guntara menambahkan.

Makanan bergizi dan kasih sayang orangtua punya peran yang luar biasa dalam proses tumbuh kembang anak. Keduanya tak bisa dipisahkan. Pun begitu, dalam prakteknya, orangtua juga harus berperan aktif dalam proses mendidikan anak. Sudah selayaknya jika orangtua merangsang berbagai kemampuan anaknya.


Read More ..

Stasiun Rawa Buntu

Yang Setia Menunggu Kereta

Kereta api (KA) merupakan moda transportasi massal. Sarana transporstasi yang satu ini bisa mengangkut ratusan orang dalam sekali jalan. Di komunitas kita, ada dua stasiun yang menjadi pemberhentian kereta api, yakni Stasiun KA Serpong dan Rawa Buntu.

Stasiun kereta api adalah tempat di mana para penumpang dapat naik-turun dalam memakai sarana transportasi kereta api. Selain stasiun, pada masa lalu dikenal juga dengan halte kereta api yang memiliki fungsi nyaris sama dengan stasiun kereta api.

Stasiun kereta api umumnya terdiri atas tempat penjualan tiket, peron atau ruang tunggu, ruang kepala stasiun, dan ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) beserta peralatannya, seperti sinyal, wesel (alat pemindah jalur), telepon, telegraf, dan lain sebagainya.

Stasiun besar biasanya diberi perlengkapan yang lebih banyak daripada stasiun kecil untuk menunjang kenyamanan penumpang maupun calon penumpang kereta api, seperti ruang tunggu, restoran, toilet, mushalla, area parkir, sarana keamanan (polisi khusus kereta api), sarana komunikasi, depo lokomotif, dan sarana pengisian bahan bakar.

Pada umumnya, stasiun kecil memiliki tiga jalur rel kereta api yang menyatu pada ujung-ujungnya. Penyatuan jalur-jalur tersebut diatur dengan alat pemindah jalur yang dikendalikan dari ruang PPKA. Selain sebagai tempat pemberhentian kereta api, stasiun juga berfungsi bila terjadi persimpangan antar kereta api sementara jalur lainnya digunakan untuk keperluan cadangan dan langsir. Pada stasiun besar, umumnya memiliki lebih dari 4 jalur yang juga berguna untuk keperluan langsir.

Bagi warga komunitas kita yang akrab dengan kereta api, tentu tak akan asing jika mendengar nama Stasiun KA Rawa Buntu. Stasiun ini dekat dengan kawasan BSD. Secara geografis Stasiun KA Rawa Buntu berada di wilayah pemerintahan Kecamatan Serpong, dan terletak di antara Stasiun Sudimara dan Serpong.

Beberapa tahun lalu, Stasiun KA Rawa Buntu tampil mengenaskan. Bangunan seadanya. Calon penumpang yang menunggu kereta api akan merasa panas ketika matahari terik menyinari, dan akan basah manakala hujan turun.

Satu tahun terakhi, pembenahan sudah nampak di Stasiun KA Rawa Buntu. Penampilan fisiknya jauh lebih baik. Bangunan stasiun tampak baru. Selain itu, sekitar stasiun ada areal parkir kendaraan, yang lebih tertib lokasi dan pengelolaannya.

“Stasiun KA Rawa Buntu sekarang jauh lebih baik dan lebih rapi. Kalau seperti ini, pengguna kereta api tentu akan semakin nyaman,” kata Firman, salah seorang calon penumpang kereta api.

Bagi warga sekitar BSD, Melati Mas, Alam Sutera, atau Gading Serpong, akan lebih baik naik kereta dari Stasiun KA Rawa Buntu ini. Pasalnya, bicara soal jarak, Stasiun KA Rawa Buntu lebih dekat dari keempat daerah tadi, ketimbang Stasiun KA Serpong, yang lokasinya berada di dekat Pasar Serpong.

Dari segi bangunan maupun luas stasiun, Staisun KA Rawa Buntu memang kalah dengan Stasiun KA Serpong, pun begitu, kereta api yang menuju Jakarta juga tetap akan melalui stasiun ini.

“Saya lebih suka naik kereta dari stasiun ini, soalnya lebih dekat dari rumah,” kata Andi, seorang mahasiswa yang setiap hari naik kereta untuk pergi ke kampusnya.

Bicara soal fasilitas, seperti tempat umum yang lain, Stasiun KA Rawa Buntu juga punya kamar mandi umum, kantin, tempat ibadah, dan area parkir. Khusus mengenai tempat jajan,di stasiun ini juga tersedia banyak ragam makanan, mau yang berat atau ringan, semuanya ada.


Read More ..

Panorama Serpong

Tawarkan Kelebihan Lokasi dan Akses Transportasi

Kawasan Serpong terus tumbuh menjadi kota satelit baru bagi ibu kota. Banyak perumahan baru dikembangkan oleh para pengembang properti. Masing-masing dari perumahan tersebut menawarkan beragam keuungulan, salah satunya adalah kemudahan akses transportasi.

Salah satu perumahan hijau yang tengah dikembangkan di sekitar Serpong adalah Panorama Serpong. Perumahan yang satu ini menawarkan kelebihan pada lokasi dan akses transportasi.

Panorama Serpong terletak di Desa Buaran, Kecamatan Serpong dan Desa Baktijaya, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Posisinya sangat strategis. Luas areal yang direncanakan untuk pengembangan perumahan ini seluruhnya seluas 8,2 Ha dengan luas efektif kavling bangunan 49.200 m2 (60%), adapun 32.800 m2 (40%) sisanya akan dimanfaatkan untuk keperluan fasilitas sosial dan umum.

Dari luas lahan kavling efektif, akan dibangun sebanyak 557 unit rumah dengan 8 pilihan tipe berdasarkan luas tanah dan bangunan, yaitu tipe 27/72, 36/72, 45/90, 48/96, 45/105, 70/120, 90/90, dan tipe 50/90.

Panorama Serpong dikembangkan oleh PT Arya Lingga Manik. Perumahan yang satu ini merupakan salah satu perumahan satelit yang ada di sekitar kawasan BSD City. Adapun fasilitas unggulan yang ditawarkan oleh Panorama Serpong antara lain perumahan dibangun dengan sistem cluster, tersedia tempat ibadah, dilalui angkutan transportasi umum, memiliki sport center, kolam renang, sistem keamanan 24 jam, dan arena bermain untuk anak-anak.

“Lokasi kami terbilang sangat strategis. Untuk mencapai pintu tol Serpong, hanya dibutuhkan waktu sekitar 5 menit,” kata Marketing Panorama Serpong, Hamim Akbar.
Rumah dengan model minimalis, itulah yang disuguhkan oleh Panorama serpong. Rumah-rumah dengan konsep kelapangan ruang, menjadi primadona di Panorama serpong. Untuk harga jual, harga rumah di perumahan ini mulai pada kisaran angka Rp 147 jutaan.

Panorama Serpong yang berada persis di sisi jalan utama Puspiptek, Serpong – Pamulang ini dikelilingi oleh beragam fasilitas eksternal yang bisa dikata sangat lengkap. Di sekitar perumahan ini terdapat sejumlah perguruan tinggi terkemuka, pusat-pusat perbelanjaan, kawasan industri, serta area bisnis dan perkantoran.
Sementara itu, untuk akses transportasi, Panorama Serpong dekat dengan akses tol BSD – Jakarta, stasiun kereta api BSD, serta terminal feeder busway.

Lebih jauh Hamim, menjelaskan, tiap-tiap rumah yang ada, dibangun dengan menggunakan bahan material terbaik. Sebagai contoh, Hamim mengungkapkan, untuk dinding digunakan bata merah yang diplester, dan untuk bagian rangka atap dipakai baja ringan serta atap metal.

Perumahan sejuk udara
Lingkungan yang sehat menjadi pilihan utama ketika menentukan tempat tinggal. Apalagi bagi pasangan muda, yang memiliki anak-anak belia. Lingkungan yang sehat jelas dibutuhkan untuk perkembangan anak-anak.

Panorama Serpong tak hanya menawarkan kelebihan pada akses transportasi dan fasilitas. Dari sisi keasrian untuk hunian, perumahan yang satu ini juga layak untuk diacungi jempol. Bagaimana tidak? Panorama Serpong hadir di kawasan yang masih hijau. Lingkungan sekitarnya belumlah terlalu padat, justru banyak pepohonan.

Perumahan ini sendiri juga memiliki kawasan hijau yang cukup di dalamnya. Anda yang ingin tinggal di kawasan segar udara, rasanya akan sangat tepat bilamana memilih Panorama Serpong. “Udara di sini masih cukup segar,” kata Hamim lagi.

Read More ..

Meliana Goenawan

Jalankan Lima Usaha Sekaligus

Menjalankan beberapa usaha sekaligus, tentu sangat memakan waktu, tenaga, dan pemikiran yang tidak sedikit. Butuh konsentrasi yang tinggi plus keahlian lebih, agar semuanya bisa berjalan dengan baik. Pun begitu, keuletan dan keyakinan mampu mengelola menjadi kunci keberhasilan yang utama.

Wanita yang satu ini punya 5 usaha yang sedang berjalan bersamaan, dan semuanya ia kelola sendiri. Luar biasa, begitu sekiranya menggambarkan Meliana Goenawan dengan kata-kata.

Meliana Goenawan atau yang akrab disapa Meli ini lahir di Surabaya, Jawa Timur, tahun 1972. Saat ini, Meli yang tercatat sebagai warga Melati Mas, Serpong sibuk mengelola VMM Rent Car, Little Star Preschool, Mandiri Property, Star Math Club, dan sebuah gerai kuliner. Sebagian besar usaha Meli, berlokasi di Melati Mas, Serpong.

“Saya mulai merintis usaha dari sebuah bimbel, sekitar 9 tahun lalu. Kebetulan saya suka pendidikan dan anak-anak, jadi usaha yang saya geluti, saya awali dari sesuatu yang saya sukai dan kuasai,” kata Meli yang mendapat gelar Sarjana Matematika dari Universitas Trisakti, Jakarta.

Dari bimbel, Meli menyalurkan naluri entrepreneur-nya ke bidang rental mobil dengan mendirikan VMM Rent Car. Hingga kini, VMM Rent Car kepunyaan Meli ini sudah cukup dikenal warga Serpong. Dan dalam VMM Rent Car sendiri sudah ada 25 unit mobil yang siap melayani konsumennya. “Saat ini, dalam mengelola usaha rental mobil, saya lebih banyak dibantu suami,” ujarnya.

Tahun 2005 lalu, istri dari lelaki bernama Suhendri ini kembali menapaki industri pendidikan. Kali ini, ia mendirikan sebuah preschool yang bernama Little Star.

“Dunia pendidikan adalah sesuatu hal yang paling saya sukai. Bukan berarti mengecilkan yang lain, tapi untuk usaha di bidang pendidikan saya punya obsesi yang lebih besar,” tegas Meli menambahkan.

Dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini, Meli sudah merintis tiga usaha baru, yakni Mandiri Property, Star Math Club, dan sebuah gerai kuliner. Dan dalam kesehariannya, Meli sibuk mengontrol kelima usahanya itu. “Semua usaha yang saya kelola, saya anggap penting seluruhnya. Karena itu, setiap hari saya selalu datang ke tiap-tiap usaha,” pungkas Meli lagi.

Untuk mengontrol usaha-usahanya itu, Meli memang sengaja mendirikan usaha yang lokasinya tidak berjauhan. Alasannya, kata Meli, untuk mempermudah mobilitasnya. “Kebetulan semua usaha yang saya kelola lokasinya berdekatan. Jadi, untuk membagi waktunya tidak terlalu repot,” kata wanita yang gemar traveling dan baca buku ini.

Disingung mengenai komitmennya dalam merintis usaha, Meli menjawab jika setiap usaha yang akan ia dirikan, dasar-dasarnya harus ia kuasai. Ia tidak ingin asal punya usaha. Menurutnya, yang terpenting adalah tahu bagaimana menjalankan usaha itu.

“Sebelum memutuskan mendirikan usaha, saya wajib menguasai bidang usaha yang akan saya geluti itu. Saya tidak ingin usaha yang saya rintis nantinya sia-sia karena saya tidak menguasai dan mengelolanya dengan baik,” papar Meli yang juga memiliki gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Tarumanegara, Jakarta menambahkan.

Punya banyak usaha, sudah pasti punya banyak karyawan. Dan untuk orang-orang yang bekerja kepadanya, Meli justru menganggapnya sebagai rekan kerja. Sistem kerja yang akrab, penuh nuansa kekeluargaan selalu ia terapkan di setiap usahanya.

Sementara itu, mengenai harapannya, Meli menyebutkan, dalam waktu dekat ini ia ingin mendirikan sebuah sekolah untuk jenjang SD dan SMP. “Mendirikan sekolah adalah cita-cita saya,” kata Meli menutup perbincangan.

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP