Masakan Sunda Otentik

Rumah makan Sunda yang menyajikan masakan Sunda otentik—tidak ada penambahan menu masakan non-Sunda. Bahkan, bisa juga dilihat bagaimana cara penyajian hingga suasananya, sentuhan Sundanya kentara sekali.

Mengulas kuliner Sunda memang tidak ada habisnya. Deretan menu masakannya mencapai ratusan item. Sebagai contoh, setiap kabupaten di Jawa Barat mempunyai masakan khas dengan warna cita rasa tersendiri, walau tidak jauh berbeda dengan masakan Sunda dari kabupaten lainnya. Namu, satu kata untuk masakan Sunda, yaitu masuk di lidah orang kebanyakan.

Ciri khas masakan Sunda tergolong praktis dalam pengolahannya, tanpa banyak mengeluarkan keringat dalam mengulek bumbu dan memarut kelapa untuk santan, walaupun tentu saja usaha-usaha tersebut tetap ada untuk masakan tertentu.

Rumah Makan Ibu Haji Cijantung (IHC) salah satu rumah makan yang menyajikan masakan Sunda otentik. Menilik sejarahnya, sebelum berganti nama menjadi Ibu Haji Cijantung, dulu bernama Ibu Haji Ciganea—nama daerah di Purwakarta.


Masakan Sunda Otentik IHC terlihat dalam daftar menu makanannya, pure semuanya asli masakan Sunda—tidak menyertakan makanan non-Sunda. Berbeda dengan rumah makan masakan Sunda lainnya yang kerap menyajikan juga masakan non-Sunda. “Kami hanya menyajikan masakan Sunda saja—tidak keluar dari jalur masakan Sunda asli”, jelas pemilik Rumah Makan Ibu Haji Cijantung, Andreas Adrianus.

Adapun menu makanan yang disajikan diantaranya, Ayam Goreng, Ikan Goreng, Empal Gepuk, Babat Iso Goreng, Ati Ampela Goreng, Ikan Baby Goreng, Pepes Ayam, Pepes Ikan, Pepes Ati Ampela, Pepes Teri/Tahu/Jamur, Karedok, Pencok Leunca Kacang Panjang, Sambal Lalap, Sayur Asem/Sayur Lodeh, Bakwan Udang/Jagung, Tahu/Tempe.

Sedang minumnya, Es Teh Manis, Es Jeruk, dan Aneka Juice. Kisaran harga makanan mulai dari Rp 2 ribu-Rp 20 ribu, dan minuman Rp 1.500-Rp 6 ribu.

Menyoal penyajian makanan Sunda ala IHC sama seperti penyajian masakan Padang. Ragam lauk beserta nasi di taruh oleh pelayan di atas meja, dan apa yang kita makan itulah yang kita bayar.

Seperti rumah masakan asli Sunda umumnya, alunan bunyi suara angklung khas Sunda menggema keseisi ruangan. “Musik angklung yang diperdengarkan itu seperti teman Anda ketika bersantap makan disini. Lebih dari itu, Anda seperti merasakan berada di tanah Pasundan sebenarnya.

Selain suara musik kulintang dan angklung, pelayan disini mengenakan pakaian corak batik Purwakarta. “Kami memang membawa pernak-pernik Sunda Purwakarta ke IHC Muara Karang, Jakarta Utara. Hal tersebut, seperti membawa “aroma” Sunda sebenarnya.

Andreas menambahkan, hingga sekarang IHC sendiri telah memiliki 27 cabang, terakhir kami IHC cabang Muara Karang, Jakarta Utara. Dan dalam waktu dekat akan tambah satu cabang lagi dan masih di Jakarta juga.

Sambal Tiga Rasa
Buat kita orang Indonesia, sambal adalah teman wajib lalapan, lauk dan nasi. Tanpa sambal, makanan yang kita nikmati terasa hambar—seperti ada yang “hilang”. Termasuk masakan Sunda, sambal adalah menu yang tak terlupakan, secara masakan Sunda juga dominan lalapan.

Semua rumah makan masakan Sunda memiliki sambal unggulan. Apapun nama sambal itu, sambal ala Sunda tersaji secara mentah—beberapa bahan sambal digabung, diulek, lalu disajikan.

IHC misalnya, rumah makan baru beroperasi 18 November 2009 lalu ini memiliki sambal tiga rasa. Sambal 3 rasa—manis, asam, dan pedas—disajikan di atas cobek berukuran piring makan. Asam berasal dari jeruk limo. Pedasnya sambal bisa distel tergantung selera pengunjung.

“Kami menamakan sambal 3 rasa itu yaitu Sambal Dadak atau Sambal Terasi. Adapun komposisi bahan dalam sambel tersebut terdiri dari: terasi, asam, cabe merah, cabe rawit, dan jeruk limo. Kemudian bahan-bahan tadi diulek secara bersamaan di atas cobek, dan setelah ulekan dirasa cukup lalu kami sajikan sambel tersebut bersama cobeknya juga”, jelasnya.

Satu keunikan rasa dari sambal Dadak, asam jeruk limo yang bercampur dengan rasa manis dan pedas memiliki sensasi rasa tersendiri. Aroma terasi bakar pada sambal 3 rasa ini—harum dan gurih terasi seperti mendobrak pakem ciri khas sambal Sunda umumnya.

Keunikan rasa rasa sambal tersebut menjadi nyata saat menyoleknya dengan lauk, dan menambah nikmat makan Anda.

Pepes Teri
Pepes Ikan adalah salah satu lauk-pauk khas Sunda. Mulai dari ikan berukuran besar-kecil bisa diolah secara dipepes. IHC sendiri menyediakan tiga macam pepes, yaitu Pepes Ikan Teri, Pepes Tahu dan Pepes Jamur.

Ketiga pepes tersebut terbungkus daun pisang, dan menjadikan bahan-bahan di dalam pepes itu lebih terasa empuk dan gurih.

AdInfo sempat menjajal ketiga pepes tersebut. Nilai plus untuk Pepes Ikan Teri, tekstur teri putih bersih, lembut ketika digigit dan tingkat keasinannya pas. Berukuran panjang kira-kira 5 cm terbungkus daun pisang.

Selain teri sebagai bahan pokok pepes teri, juga dikasih irisan bawang merah, dan cabai merah. menjadika Pepes Ikan Teri yang dibungkus pelepah pisang ini menjadi lauk dengan porsi yang pas untuk disantap.

Menyoal raasa, teri tercampur cabai merah juga irisan bawang merah, berasa gurih. Ketika di campur sambal tiga rasa, kekuatan rasa khas teri tidak hilang dan begitu juga rasa sambal. Perpaduan antara kedua rasa itu saling bertemu saat kita rasakan, tidak bisa diungkapkan kata-kata.

Read More ..

Rumah-rumah Pembuat Tempe

Keberadaan komunitas pembuat tempe merupakan potret langka sebuah kehidupan yang jarang kita temukan di Jakarta. Kesederhanaan mereka, tak tergerus jaman.

Panas terik siang itu di “perumahan tempe” sebutan lain Komplek Kopti (Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia), berlokasi di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Suasana lingkungannya tenang, damai, dan jarang lalu lalang kendaraan.

Wajar saja, karena 95 persen warganya disibukan dengan aktivitas membuat tempe sepanjang hari. Aktivitas membuat tempe sudah berlangsung lebih kurang 15 tahun dan sudah menjadi sumber nafkah ratusan warga “perumahan tempe”.
Rasmani (42), salah seorang pengusaha tempe asal Pekalongan mengatakan, pembuatan tempe di sini berskala rumahan dan ada sekitar 765 rumah dijadikan lokasi pembuatan tempe.


Mengenai jumlah produksi tempe dalam sehari bervariasi, tergantung banyaknya kedelai yang dipakai. Pastinya, 1 kwintal kedelai biasanya menghasilkan 30 cetak tempe dengan panjang 2,5 meter dan lebar 25 cm. Tempe hasil produksi setiap hari kami jual lansung ke perorangan, pengepul, dan pasar tradisional.

“Menyoal suplai kedelai, selama ini tidak ada kendala. Stoknya selalu tersedia. Saat ini, kami pakai kedelai impor asal China, Kanada, dan Amerika karena kedelai lokal tidak terjamin mutunya dan menjadikan tempe tidak enak.

Perlu Dukungan
Dulu, tempe identik sebagai penganan “ndeso” atau identik dengan makanan rakyat kelas bawah. Namun sekarang berbeda, kini tempe menjadi “raja” di negeri seberang. Karena sarat nilai kandungan gizi, menjadikan tempe sebagai makanan primadona di sana. Tidak hanya Jepang yang mengakui itu, negara-negara maju lainnya pun mengakuinya.

Untuk memperoleh bahan baku kedelai impor tidaklah sulit, di sini saja ada 3 - 4 toko penjual kedelai. Harganya pun stabil yaitu, Rp 485 - 500 ribu per kwintalnya. Harga kedelai pernah tidak stabil sekitar 2 - 3 tahun lalu, angkanya pernah mencapai Rp 750 - 800 ribu/kwintal.

Perhatian dari pihak-pihak terkait seperti koperasi sebagai pengayom kami selama ini, tidak banyak membantu. Akhirnya, kami bergerak sendiri. Padahal, apabila kami sebagai pengusaha tempe dan pengurus koperasi saling membantu, akan membawa banyak keuntungan ekonomis.

Tempo hari saja, ada pengusaha Jepang tertarik impor tempe produksi kami, namun tawaran bagus itu “menguap” tanpa kejelasan. Belum lagi, kerjasama lainnya yang tidak ditindak lanjuti oleh pengurus koperasi.

Wisata Ilmiah
Sebanyak 95 persen warga komplek Kopti adalah pembuat tempe. Kekhasan komunitas ini merupakan daya tarik tersendiri untuk diekspos ke masyarakat luas. Tentu untuk menyukseskan gagasan ini perlu penggarapan serius dan melibatkan pihak-pihak terkait.

Penggarapan serius bisa saja dimulai dengan penataan dan pendataan tiap-tiap rumah yang menjadi tempat pembuatan tempe. Sebagai ide, di sini nanti pengunjung bisa menyaksikan proses pembuatan tempe dari awal hingga akhir. Proses pembuatan tempe dari awal hingga akhir adalah daya tarik dan bisa di ekspos, tentu menjadi nilai tambah ekonomis bagi warga Kopti.

Bahkan, bila perlu dibangun warung khusus menyajikan tempe mentah dan jadi—agar pengunjung bisa langsung menikmati tempe hasil produksi di tempat. Tempe jadi pun bisa diolah ke macam varian tempe olahan dan bisa dijadikan sebagai buah tangan pengunjung sehabis mengunjungi sentra pembuatan tempe.

Sasaran pengunjung yang dibidik untuk wisata ilmiah ini sudah pasti pelajar, mahasiswa, para peneliti dan masyarakat luas (turis lokal dan mancanegara). Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya wilayah ini bisa menjadi tujuan wisata ilmiah unggulan DKI Jakarta.

“Sebagai indikasi ketertarikan seseorang akan proses pembuatan tempe, beberapa pengusaha dari Jepang dan Australia pernah berkunjung ke sini. Melihat-lihat cara pembuatan tempe dan mereka berminat ingin membeli tempe kami,” kenang bapak dengan satu cucu ini.

Sekali waktu, pernah secara sporadis perseorangan datang melihat-lihat cara pembuatan tempe. Potensi kunjungan seperti itu akan meningkat jumlahnya apabila digarap serius. Bukan tidak mungkin, nama Komplek Kopti “perumahan tempe”, bisa sebagai pusat penelitian ilmiah tempe berkelas dunia,” tutup Rasmani.

Read More ..

Rasa Mie Sensasi Tempoe Doeloe

Makanan berbahan dasar mie terbilang banyak variannya. Wajar saja, karena diolah bagaimanapun, ciri khas tekstur mie yang lembut juga kenyal, tetap berasa enak apabila diracik dengan bumbu makanan apapun.

Mie ayam, adalah satu dari sekian banyak varian makanan berbahan dasar mie. Menu tersebut begitu populer dan digemari banyak orang dari berbagai usia dan kalangan. Pastinya, makanan ini mudah didapat karena penjualnya yang menggunakan grobak, kerap dijumpai di jalan-jalan. Harganya pun merakyat, satu porsinya berkisar Rp 5 - 7 ribu.

Selain penjual mie ayam gerobak keliling, makanan asal China ini juga biasa kita lihat di warung makan pinggir jalan, pusat perbelanjaan, bahkan kafe. Pada ketiga tempat itu, walau mungkin kemasan mie ayam yang tersaji sedikit berbeda dengan mie ayam versi gerobak keliling, namun kekhasan rasanya tetap sama, gurih, lezat, dan nikmat.

Sederhana tampilan mie ayam di meja makan. Begitu juga dengan cara memasaknya. Di mulai dengan merebus mie dan potongan sawi hijau segar. Selesai direbus, mie dan sawi ditaruh di mangkok yang lebih dulu diberi bumbu. Setelah itu, diberi potongan ayam kecil-kecil seukuran “biji dadu” dan ditaburkan potongan daun bawang juga bawang goreng, serta tidak lupa kerupuk pangsit.

Mie ayam akan terasa lebih nikmat saat dalam keadaan panas. Saat akan disantap, jangan lupa tuangkan saos dan sambal cabai secukupnya, sesuai selera. Kemudian, mie ayam diaduk hingga merata dan siap disantap.

Mie Favorit
Banyak tempat yang menyediakan mie ayam. Waroeng Jadoel misalnya, warung makan yang berlokasi di Mal Taman Palem Cengkareng ini memang memfavoritkan mie ayam sebagai menu andalannya. Satu pembeda mie ayam di sini adalah bumbunya yang terbuat dari kaldu ayam asli. Dapat dipastikan, rasanya lebih enak dan gurih.

Deretan menu makanan berbahan dasar mie yang ditawarkan Waroeng Djadoel meliputi, Mee Ajam Djamoer, Mee Ajam Ritja, Mee Mangkok, Mee Kangkoeng, Mee Katsoe, Baso Tjampoer, dan Baso Sapi. Dari menu-menu tersebut, Mee Ajam Djamoer, Mee Mangkok, Baso Tjampoer, dan Mee Kangkoeng menjadi pilihan favorit pengunjung.

“Baso Tjampoer tidak ada matinya, selalu laku. Satu porsinya berisi baso sapi, baso ikan, otak-otak, kekian (seperti otak-otak ikan), sawi putih, jamur kuping, tahu isi, dan satu porsi nasi di mangkok kecil. Kami sediakan nasi untuk mengakomodir mereka yang suka makan baso dicampur dengan nasi, ” kata Pemilik Waroeng Djadoel, Ferry Gunawan.

Lain lagi dengan Mee Mangkok, menurut Fery, Mee Mangkok disajikan lebih unik. Mangkok sebagai wadah mie dibuat dari kerupuk pangsit bertekstur krispi. Penikmat Mee Mangkok akan mendapatk sensasi berbeda karena mangkoknya bisa disantap juga.

Berbeda dengan Mee Djamoer, bagi yang suka mie ayam dengan potongan ayam, bisa memilih menu ini karena potongan ayam dan jamurnya tersaji dalam porsi jumbo. Alternatif lain adalah Mee Ayam Rica-Rica yang memiliki cita rasa daging ayam berbeda karena dimasak ala rica-rica.

Ferry yang hobi dengan dunia kuliner ini memastikan, penyajian setiap item makanan tidak lebih dari 5 menit. Pengecualian jika akhir pekan, penyajian bisa mencapai 15 menitan, maklum saja karena pada saat itu ramai pengunjung.

Sebagai pelepas dahaga, Waroeng Djadoel menyediakan minuman dingin menyegarkan seperti, Es Cingcau dan Es Cokelat, Green Day (leci soda), dan Red Berry (stroberi soda).

Tidak terlalu mahal bila melihat kisaran harga makanan dan minuman yang ditawarkan warung ini. Bilangannya berkisar antara Rp 7 ribu – 12 untuk makanan, sedangkan minuman antara Rp 5 ribu - 10 ribu.

Suasana Tempo Dulu
Berada di Waroeng Djadoel, Anda seperti mendapatkan 2 sensasi sekaligus. Pertama, karena sensasi kelezatan mie ayamnya, kedua, karena sensasi suasana interior ruangannya yang bernuansa tempo dulu. Menyantap mie ayam sembari menikmati atmosfir suasana tempo dulu memang menjadi tema konsep yang diusung Waroeng Djadoel.

Hal tersebut bisa dilihat pada dinding ruangan yang dibuat persis seperti warung makan di pedesaan pada umumnya. Setengah dinding ruangan didesain dengan ornamen bilik bambu, sedangkan setengahnya lagi dibuat dengan batu kerikil kali.

“Mengingat keberadaan Waroeng Djadoel di mal, kami tidak bisa merubah dinding dengan bilik bambu dan batu kerikil kali asli. Sebagai alternatif, kami menggunakan wallpaper bergambar bilik bambu dan batu kali kerikil dengan tingkat kemiripan 90 persen,” cletuk Warni isteri Ferry.

Aroma tempo dulu kental terasa saat Anda memesan mie ayam. Pada semua tulisan di daftar menu makanan menggunkan ejaan tempo dulu. Pun saat mata tertuju memperhatikan setiap sudut ruangan, banyak pajangan lawas di situ.

Sebut saja seperti pigura dengan gambar desain iklan tempo dulu, satu set kotak berukuran kotak P3K dinding yang berisi merek rokok “ndeso” nan langka, dan masih banyak lagi pernak-pernik lawas lainnya.

“Bagi mereka yang pernah mengalami masa itu, berada di Waroeng Djadoel seperti bernostalgia. Lain bagi mereka yang tidak mengalami jaman itu, tapi paling tidak bisa menambah wawasan pengetahuan,” terangnya.

Selesai makan dan menikmati suasana Waroeng Djadoel, Anda juga bisa membawa buah tangan dan banyak macam pilihannya. Terunik, Waroeng Djadoel menjual aneka cokelat tempo dulu seperti, cokelat Superman, cokelat koin, cokelat bola, dan cokelat payung.

Tertarik merasakan sensasi kelezatan mie ayam dan atmosfir suasana tempo dulu di Waroeng Djadoel ? Jika tertarik, datang saja ke Waroeng Djadoel yang buka setiap hari pukul 11.00 - 19.00.

Read More ..

Nikmatnya Kuah Dua Rasa

Tidak perlu minum setelah menyantap menu ini. Tinggal seruput kuahnya, dahaga pun langsung lenyap.

Kebiasaan menyantap tanpa minum tersebut biasa dilakukan warga Singapura ketika menyantap sop atau menu rebusan. Alasannya, karena memang kuahnya cukup banyak dan dibilang sudah bisa menutupi rasa haus. Menu rebusan yang dimaksud adalah steamboat.

Di Indonesia sendiri, steamboat sudah cukup lama dikenal. Pilihan menunya terdiri dari, sari laut/sea food & daging (udang, scallop, cumi, kerang, daging sapi), ikan (gindara, tuna, kakap, marlin, dori, pipih), tahu (isi daging, tahu seafood, greentea), baso (ayam jamur, ikan goreng, jamur Shitake), sayuran baby chaisin, pak choi, kangkung), jamur (enoki, shitake, abalone), rajungan roll, seafood stick, crab claw, dan cumi stick. Masing-masing disajikan mentah atau setengah matang dan dipotong kecil. Besarannya kira-kira cukup untuk sekali suap.

Karakteristik steamboat atau lebih dikenal dengan Shabu-shabu dan Nabe di Jepang ini, adalah tersedianya panci, lengkap dengan kompor di atas meja makan. Kedua alat masak tersebut sengaja turut “dihidangkan” karena menu steamboat dimasak di atas meja makan dan disajikan dalam keadaan hangat. 


Dalam wadah yang berbentuk seperti panci sop, tersedia kuah dengan 2 rasa. Seperti yang disajikan Fuzei Steamboat dan BBQ yang berlokasi di Ruko Taman Palem Lestari, Cengkareng. Di tempat makan yang hanya buka dari pukul 5 sore sampai 11 malam ini, kuah yang disajikan bercita rasa kaldu ayam dan Tom Yum. Keduanya dijadikan kuah rebus berbagai menu pilihan.


“Biasanya, dalam setiap panci disediakan kedua kuah tersebut. Tapi, kalau hanya ingin satu rasa kuah, kita bisa menyediakannya,” kata Pemilik Fuzei Steamboat dan BBQ, Idris.


Kuah Tom Yum sangat pas buat mereka yang menginginkan rasa kuah lebih asam dan segar dengan sedikit pedas. Rasanya sengaja dibuat seperti Tom Yum Thailand dengan daun jeruk di dalamnya. Sedangkan rasa kuah kaldu ayam lebih terasa gurih karena terbuat dari kari ayam. 


Cara penyajian steamboat, setelah memilih menu, semuanya langsung direbus atau dipilih mana saja yang ingin disantap lebih dulu. Panci yang digunakan memiliki sekat untuk memisahkan 2 kuah yang berbeda. Sedangkan penutupnya bercerobong dan transparan sehingga kita bisa melihat proses perebusan. 


“Lama perebusan tidak sampai 5 menit. Tergantung pilihannya karena ada menu yang memang sudah matang dan ada yang mentah,” jelas Idris yang pertama kali membuka restoran steamboat di tahun 1998 di daerah Muara karang.


Sampai di sini, menyantap steamboat memiliki kenikmatan tertentu. Di samping dapat memasak sendiri dan menentukan tingkat kematangan, menunya juga terbilang sehat dan segar. Apalagi masakan berkuah ini juga memiliki menu sayuran sebagai bahan makanan berserat buat tubuh.


Bila tidak suka dengan menu rebusan, BBQ (barbeque) bisa menjadi pilihan. Menu panggang atau bakar yang disebut Yakiniku di Jepang ini, juga nikmat disantap ketika cuaca dingin atau di malam hari. 


Restoran Fuzei memiliki menu BBQ paha dan sayap ayam yang patut dicoba. Begitu juga dengan BBQ irisan daging sapinya. Dengan kuah panggang (teriyaki, black pepper, dan hot & spicy), rasa daging bakarnya cukup terasa. Tekstur dagingnya empuk digigit dan kuah yang diolesin sebelum dibakar, benar-benar membekas dan meresap.


Khusus buat menu BBQ, semuanya dimasak dulu sebelum dipanggang. Hal itu karena untuk menjaga tingkat kematangan. “Misalnya seperti daging ayam, kalau tidak dimasak dulu, bagian dalamnya bisa belum matang ketika dipanggang, padahal luarnya sudah gosong,” ujar Idris yang memulai usaha rumah makan dengan resep dari mertuanya.


Sama halnya dengan menu steamboat, proses pembuatan BBQ juga tidak lama. Apalagi menunya sudah dimasak lebih dulu. Paling lama 5 menit.

Dengan Kecap dan Sambal
Baik menu steamboat atau BBQ, keduanya disantap menggunakan sumpit yang kemudian dicelupkan kecap dan sambal khusus. Sebelumnya, piring untuk menu yang sudah direbus, akan diolesi minyak wijen agar tidak lengket.

Satu per satu menu disantap sambil terlebih dulu mencelupkannya ke dalam kecap yang lebih berasa asin dengan campuran jahe dan irisan daun bawang. Kemudian setelah itu, dicelupkan pilihan sambal steamboat atau suki. Rasa sambal steamboat lebih pedas, lain halnya dengan sambal suki yang manis dengan taburan daun wansui. Sebagai pelengkap, disediakan pula irisan bawang putih goreng penambah nikmat menu steamboat atau BBQ.

“Pilihan sambal tergantung dari selera masing-masing. Paling disukai adalah sambal steamboat yang berasa lebih pedas,” ungkap Idris yang akan melengkapi restonya dengan menu tempura (gorengan), bento, dan panggang (iga bakar).

Kalau ingin menyeruput kuah Tom Yum atau kaldu ayam, disediakan juga mangkuk dengan sendok. Biasanya, setelah menu steamboat matang, akan langsung ditaruh di mangkuk lalu disiram dengan kuah.

Harga menu steamboat dan BBQ yang ditawarkan Fuzei terbilang tidaklah mahal. Kisarannya antara Rp 5000 – 12.000. Bila ingin hemat, resto yang berdekorasi kota-kota besar di dunia ini, memiliki menu paket seharga Rp 50.000 yang bisa dinikmati untuk dua orang. Menunya terdiri dari berbagai pilihan stemboat dan BBQ dilengkapi dengan nasi dan es teh.

Read More ..

Cita Rasa Istimewa dari Tahun 1966

Sop dan soto menjadi favorit. Sama halnya dengan ayam bakar. Tempat makan pinggir jalan atau rumah makan berskala restoran yang menyediakan menu tersebut, tidak pernah sepi pengunjung.

Melihat tampilan di meja makan, sop dan soto memang tidak asing lagi. Potongan daging dan kuah sudah menjadi ciri khasnya. Ketika menyantap, rasa segar akan menyeruak seiring aliran kuah dalam kerongkongan.

Tidak percaya? Coba saja Sop & Soto Ny.Gek yang berlokasi di Ruko Perumahan Taman Palem Lestari Blok B, Cengkareng. Menurut pemiliknya, Hasan, berbagai menu olahannya terasa nikmat karena menggunakan resep orang tua yang sudah memulai usaha rumah makan sejak 1966. “Dulu, orang tua saya membuka rumah makan di Medan,” ujarnya.

Selain sop dan soto, tersedia pula Iga Bakar Bumbu Bali, Sop Ikan Pedas, dan Ayam Bakar Bumbu Bali. Biasanya, yang menjadi favorit pengunjung adalah Iga Bakar Bumbu Bali dan Sop Iga Sapi. “Kedua menu tersebut, banyak yang memesan. Baik yang makan di tempat atau pesan antar,” kata Hasan.

Sop dan Soto
Sebagai menu andalan, Sop Iga Sapi tentunya harus dicoba. Disajikan dengan mangkuk putih, menu ini terlihat sangat menggiurkan. Terlebih melihat potongan iga sapinya yang cukup menggoda untuk dicicipi dan kuah beningnya yang beraroma segar.

Bila tidak suka dengan iga sapi, bisa dipilih Sop Daging Sapi yang bebas tulang. “Sepeti biasa, di situ juga dicampur beberapa irisan wortel, kentang, dan daun bawang,” kata Hasan.

Sedangkan sotonya, disajikan dengan kuah santan yang bercampur dengan susu. Jadi terkesan lebih kental. Kandungan sotonya pun bisa dipilih. Mau daging sapi, ayam, atau udang.

Khusus buat daging sapinya, dipilih daging berkualitas yang diimpor dari New Zealand. Kata Hasan, dagingnya memiliki rasa dan wangi yang beda bila dibandingkan daging lokal.

Menu Bakar dan Sop Ikan
Sama hal dengan sop atau soto, menu bakaran seperti ayam bakar, pun sering dipilih sebagai menu paling banyak dipesan. Di rumah makan ini, ada menu bakaran istimewa yang dinamai Iga Bakar dan Ayam Bakar Bumbu Bali.

Keduanya memiliki rasa yang lezat, agak manis sehingga disukai orang dewasa maupun anak-anak. “Rasanya sedikit manis. Makanya banyak juga anak-anak yang suka dengan menu ini. Dinamai Bumbu Bali karena memang bumbu yang dipakai merujuk cita rasa makanan di daerah Bali,” ujar Hasan.

Cara memasaknya tidak ada yang istimewa. Baik iga bakar atau ayam bakar, terlebih dulu dilumuri bumbu-bumbu yang didiamkan agak lama. Proses ini berguna agar bumbu-bumbunya meresap ke dalam daging.

Setelah itu, barulah dimulai pemanggangan. Tidak terlalu lama menunggu ayam atau iga sapi terlihat siap santap. Kurang lebih 5 menit, ayam atau iga bakar sudah siap menggoyang lidah.

Mengenai harganya, Iga Bakar Bumbu Bali bisa dinikmati dengan merogoh kocek sebesar Rp 22.000. Sedangkan Ayam Bakar Bumbu Bali hanya Rp 12.000.

Kemudian, masih ada lagi menu Ny. Gek yang patut dicoba. Namanya Sop Ikan Asam Pedas. Sesuai dengan namanya, menu berkuah kental ini menggunakan ikan sebagai bahan baku utamanya. Ikan yang digunakan ikan Senangin atau Kuro.

“Tekstur daging ikan ini cukup halus dan lumayan gurih. Sedangkan kuahnya sendiri, lebih terasa asam dan bercampur rasa pedas. Sehingga tidak heran bila sehabis memakannya, keringat akan mengucur,” kata Hasan.

Harga menu-menu yang tersedia relatif terjangkau. Seperti Iga Bakar Bumbu Bali dan Sop Iga yang hanya dihargai Rp 25.000. Sedangkan Soto (ayam, udang, sapi) berkisar antara Rp 12.000 – 16.000, Sop Ikan Asam Pedas Rp 16.000, dan Ayam Bakar Bumbu Bali Rp 12.000.

Tempat Bersantap
Di samping cita rasa yang sedap, tentunya tempat bersantap juga memiliki peran penting dalam menikmati setiap makanan. Sop & Soto Ny. Gek memiliki tempat duduk dan meja makan yang lumayan nyaman. Ruangannya pun cukup lega dan tidak sumpek.

Selain di Cengkareng, rumah makan ini juga membuka cabangnya di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di sini, kapasitasnya lebih besar bila dibandingkan dengan yang ada di Cengkareng. Tempat parkir pun cukup luas dan berlokasi tepat di pinggir jalan. Jadi, tidak susah untuk mencarinya. “Di Kedoya, kami buka di komplek olah raga Pola Bugar,” ujar Hasan.

Bagi yang berminat untuk mencicipi menu-menu di atas, Sop & Soto Ny. Gek buka setiap hari, kecuali Senin (libur). Dari pukul 10.00 – 21.00 (Selasa – Sabtu) dan pukul 12.00 – 21.00 (Minggu).

Read More ..

Mencicipi Nasi Uduk Gondangdia

Dalam sehari, 100 porsi nasi uduk bisa laku terjual. Padahal, rumah makan ini belum genap sebulan beroperasi.

Bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta, nasi uduk bukanlah menu yang asing. Masakan khas Betawi ini banyak dijajakan dari tempat makan pinggir jalan sampai restoran berkelas. Penggemarnya pun tidak sedikit karena nasi yang dimasak dengan santan ini, bisa disantap kapan saja.

Dari beberapa “nama” penjual nasi uduk yang populer di Jakarta, Nasi Uduk Gondangdia adalah salah satunya. Meski menunya tidak berbeda jauh dengan penjual nasi uduk lain, tapi soal rasa boleh diadu. Sebut saja nasi uduknya, untuk menjaga kualitas tetap gurih, beras yang dipakai adalah beras pilihan bermutu tinggi. Sedangkan kelapa yang digunakan untuk santan sebagai campurannya, dipilih yang besar, tua dan berkulit kuning. Alhasil, rasa gurih nasi pun sangat kentara berpadu dengan santan.

Uniknya lagi, nasi uduk beserta taburan bawang gorengnya dibungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut yang tingginya sekitar 30 cm. Isinya pun cukup banyak dan masih pantas untuk mengenyangkan perut satu orang.

Perlu diketahui bahwa Nasi Uduk Gondangdia merupakan usaha restoran waralaba yang bermula di Jalan Gondangdia Lama, Jakarta Pusat. Pada pertengahan Januari lalu, resto yang awalnya berdiri tahun 1993 ini, membuka cabang waralaba ke-8 di Ruko Daan Mogot Baru Blok LC, Kalideres.

Sebagai rumah makan yang menyajikan cita rasa nusantara, Nasi Uduk Gondangdia sangat memerhatikan faktor kesehatan masyarakat pembelinya. Salah satu contoh adalah tidak digunakannya MSG atau vetsin dalam semua masakan. Sebagai penambah rasa, digunakan vanili dan garam secukupnya. Tidak dicampurkan pula bahan pengawet yang biasanya digunakan agar bahan baku masakan bisa bertahan lama. “Semuanya sehat, fresh, dan terjaga kebersihannya,” kata Pemilik Nasi Uduk Gondangdia Cabang Kalideres, Linggawati.

Sebelum diproses, semua bahan baku di-display dalam show case berpendingin sehingga lebih higienis. Penyimpanan tidak lebih dari 3 hari. Lebih dari itu, bahan baku tersisa akan ditukarkan dengan yang baru. Melalui show case berpendingin tersebut, pembeli pun bisa memilih sendiri lauk-pauk yang akan disantap. “Mau ayam yang lebih besar? Silahkan pilih sendiri,” ujar Linggawati.

Berdiri di ruko berlantai 3, Nasi Uduk Gondangdia memiliki berbagai menu lauk-pauk dengan harga terjangkau sebagai pendamping nasi uduk. Mulai dari ayam goreng atau bakar, bebek, tahu, tempe, sampai ikan. Dari beberapa menu yang tersedia, paling banyak dipesan adalah Ayam Kuning, Ayam Bakar, dan Empal Daging Goreng. Tapi meski begitu, menu lain bukan tidak ada yang menyukainya.

Di luar dari menu biasa di seluruh cabangnya, Nasi Uduk Gondangdia cabang Kalideres menyediakan Pempek Bangka sebagai pelengkap dari menu yang ada.

Lumayan banyak yang suka dengan Pempek Bangka ini. Dalam sehari saja, bisa terjual 50 – 100 potong. Pilihannya, ada pempek panjang dan bulat, bisa dikukus juga digoreng. Selain bentuk, keduanya juga memiliki sensasi berbeda ketika digigit. Pempek panjang lebih kenyal, sedangkan yang bulat lebih mudah untuk dikunyah.
Sebagai “cocolan” pempek, bisa dipilih 3 sambal berbeda. Ada sambal terasi yang rasanya paling pedas, sambal tauco, dan sambal jeruk asam.

Ayam Kuning
Sebagai menu favorit, Ayam Kuning memiliki rasa yang lezat dan gurih dengan tekstur daging cukup empuk. Ketika digigit (bagian luar seperti kulit ayam) terasa garingnya. Sedangkan rasa dagingnya sendiri, selain mudah dikunyah, paduan bumbu-bumbu masak pun tercampur dengan pas.

Tekstur daging yang empuk tersebut, tidak terlepas dari pemilihan bahan baku yang selektif. Nasi Uduk Gondangdia sengaja memilih ayam pejantan muda untuk menghadirkan rasa yang berkualitas.

Ketika menyantap nasi uduk, sambal tidak boleh absen dalam menu ini. Tersedia sambal kacang dan terasi. Sensasi rasa setiap sambal sangat terasa. Coba saja sambal kacangnya, saat dicolek dengan sayatan daging ayam dan dirasakan di mulut, campuran rasa pedas dan gurihnya kacang, menyatu dengan kental. Apalagi kalau disatukan dengan nasi uduknya, lengkap sudah cita rasa Nasi Uduk Gondangdia. Kalau ingin sambal yang lebih pedas, disediakan sambal “Hot” khusus terbuat dari cabe rawit.

Di samping Ayam Kuning yang dimasak dengan cara digoreng, ada pula menu Ayam Bakar. Berbeda dengan Ayam Kuning, karena dibakar, sensasi menu bakaran pun sangat menguasai rasanya. Bumbu-bumbu penyedap diberikan dengan cara disiram sebelum dibakar. Bila Ayam Kuning dilengkapi dengan sambal kacang dan terasi, Ayam Bakar ditemani dengan sambal bakar pedas dan beberapa irisan timun, tomat serta daun selada.

Kemudian, cicipi juga Empal Daging Goreng yang disajikan seperti sate. Satu tusuknya berisi 3 potong empal yang gurih di lidah. Ada pula Bebek Goreng/Bakar yang dagingnya cukup empuk tanpa harus meninggalkan karakter rasa daging bebek yang khas lengkap dengan sambal bebeknya. Menu lain yang patut dicoba adalah Ayam Manis Goreng. Warnanya lebih hitam daripada Ayam Kuning tadi dan lebih manis karena ada campuran kecapnya.

Sebagai menu pelepas dahaga, di samping soft drink, tersedia pula aneka jus yang menyehatkan. Bukan sekedar jus, tapi jus Nasi Uduk Gondangdia benar-benar kental rasa buahnya. Jus Alpukat dan Jeruk misalnya, sari buah dari jus tersebut jauh lebih banyak daripada air yang dicampurkan. Sehingga ketika menikmatinya, kita memang benar-benar mereguk segelas jus.

Nasi Uduk Gondangdia Cabang Kalideres yang dilengkapi dengan puluhan saluran TV kabel berlayar 32 inch di ruang makannya ini, buka setiap hari pukul 10.00 – 22.00. Nikmati layanan pesan antar tanpa minimum order untuk wilayah Daan Mogot Baru.

Read More ..

Apakah Anda Masih Kesepian?

Tidak terhitung berapa banyak pria yang terbiasa mengeluh tentang kejombloan mereka. Dan kalau saya menyebutnya 'mengeluh', mungkin itu terkesan biasa-biasa saja. Yang benar adalah mengembik, meraung dan melonglong seperti serigala kesepian.

Ya, saya sering melihat pria seperti itu. Mereka biasanya menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan gerombolan jomblonya dan berbicara tentang nasib yang tidak adil, mengapa dilahirkan seperti ini dan itu, serta bla bla bla lainnya.

Saya tidak tahu apakah Anda termasuk bagian mereka, tapi jika Anda mendapati diri terus membaca artikel ini sekarang, saya merasa yakin Anda pasti sedikit banyak pernah mengalami kejadian serupa di atas. Dengan demikian, apa yang Anda akan baca berikut ini mungkin akan menjadi satu titik tolak terpenting dalam sepanjang hidup Anda nantinya.

Banyak pria merasa kesepian dan nyaris putus asa. Anda tahu apa yang sebenarnya menjadi masalah mereka? Bukan nasib mereka yang malang. Bukan stok wanita yang menipis. Bukan persaingan cinta yang ketat.

Tapi karena mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka terus membicarakan tentang nasib mereka, mengkritik wanita dan budaya, dan keluhan-keluhan lainnya karena itu membuat mereka merasa lebih baik dan seolah sedang melakukan sesuatu untuk mengakhiri kejombloannya. Mereka senang sekali membual tentang kemalangan mereka.

Saya tahu persis demikian karena saya juga pernah mengalaminya. Dulu saya berpikir jika saya terus mendiskusikannya, maka, entah dengan cara yang ajaib, saya akan mendapatkan wanita yang saya inginkan. Perlu waktu berbulan-bulan bagi saya untuk mengetahui bahwa itu salah. Saat itu, saya menyia-nyiakan banyak waktu dengan merencanakan dan membayangkan saja.

Bermimpi, tanpa benar-benar melakukan tindakan yang nyata. Satu-satunya hal nyata yang saya rajin lakukan adalah menyampaikan rencana dan bayangan itu kepada banyak orang. Saya sadari kemudian, itu pun bukan tindakan nyata. Itu memang terlihat selangkah lebih nyata dari sekedar bermimpi. Tapi itu masih berupa menyampaikan mimpi. Tetap bukan tindakan yang nyata.

Karena itu, saat ini saya merasa sangat merasa geram dan terbeban untuk menyatakan, "Hei pria Indonesia, berhenti bermimpi dan menyampaikan mimpi!" Jika Anda merasa bingung mengapa semua teman-teman Anda berhasil mendapatkan pasangan, sementara Anda tidak, maka Anda harus melakukan lebih dari sekedar bertekad melakukan sebuah perubahan.

Saya masih ingat tiga tahun yang lalu saat pertemuan pertama dengan Bleu di Pizza Hut. Dia tidak lebih dari gumpalan besar mimpi. Ia tergila-gila dengan seorang wanita yang ia kenal dan berharap dengan mengikuti pelatihan kami, dia dapat mewujudkan impiannya tersebut. Bleu berhasil melakukan hal yang penting: dia berhenti sekedar bermimpi dan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan solusi.

Tidak, saya tidak sedang berusaha mempengaruhi Anda untuk mengikuti program pelatihan kami. Sama sekali tidak. Inti yang sedang ingin saya sampaikan adalah Anda harus melakukan sebuah tindakan yang nyata sesegera mungkin sebelum Anda kehilangan kesempatan yang besar dalam hidup ini.

Jika Anda merasa sendirian atau kesepian, ketahuilah itu karena salah Anda sendiri. Anda-lah pihak yang membuat Anda harus menjalani hidup dengan merana kehilangan arah. Anda terlalu banyak berpikir selama berminggu-minggu, berbulan-bulan yang lalu. Akibatnya, inilah hasil yang Anda tabur itu, yakni terpuruk dan mengeluh saja.

Karena Anda yang membuat diri Anda merana sekarang, maka apa yang bisa Anda lakukan agar besok, minggu depan, bulan depan tidak perlu seperti ini lagi? Mudah saja, mulailah berhenti mengasihani diri dan malas berbuat apa-apa! Itu adalah hal menyedihkan yang sama sekali tidak akan membantu Anda memiliki sahabat-sahabat wanita yang menarik. Kalaupun Anda berhasil menarik wanita dengan cara itu, saya berani bertaruh hubungan romansa tersebut akan kandas dalam waktu di bawah tiga bulan.

Tahukah mengapa Anda banyak menemukan konsep dan tehnik unik yang belum pernah Anda dengar sebelumnya dalam setiap rubrik bulanan Hitman System ini? Itu karena kami ingin mendorong Anda untuk mencoba sesuatu yang sama sekali baru. Anda perlu meninggalkan kebiasaan lama karena itu semua tidak berbuah. Tutup dan tinggalkan babak kehidupan Anda yang menyedihkan itu di belakang dan saatnya untuk menjadi manusia baru.

Anda harusnya bisa melihat Bleu dan ratusan murid lainnya selama pelatihan kami. Sekalipun sempat terkejut dan kewalahan ketika mendengar semua konsep baru yang dibagikan, namun mereka berhasil mengalami transformasi besar-besaran karena mereka langsung mempraktekkan apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Berapa banyak dari Anda yang sudah jenuh membaca puluhan buku tentang cara berkomunikasi dengan wanita, cara mengerti wanita dan tetek bengeknya tanpa pernah melihat hasil? Itu karena –selain Anda membaca buku-buku yang tidak tepat, Anda terlalu banyak menghabiskan waktu membaca dan berpikir!

Saya beritahu satu kunci utama paradigma yang akan membuka cakrawala petualangan cinta Anda: jika kamu terus melakukan apa yang selama ini Anda lakukan, kamu akan terus mendapatkan apa yang selama ini Anda dapatkan!

Pelajaran apa yang Anda dapatkan hari ini? Berhenti mengembik, meraung, dan melonglong. Lakukan sesuatu sekarang juga sesuai dengan apa yang pernah Anda ketahui lewat rubrik ini. Kalau perlu, bongkar kembali seluruh edisi Adinfo Anda dan mulai satu-persatu mempraktekkan nasihat yang kami tulis dalam rubrik romansa ini. Lakukan itu, maka saya jamin Anda tidak akan merasa kesepian seperti ini lagi!

Read More ..

Trading Lewat Astrologi dan Fibonacci

Bisnis industri keuangan seperti Forex (Foreign Exchange) dan saham dikatakan mampu bertahan menahan gejolak krisis keuangan pada 2008 lalu. Bahkan, jumlah account trading malah bertambah sebanyak 30%.

Hal tersebut dikatakan Chief Executive Officer Stocksforliving, Gema Merdeka Goeyardi, saat ditemui dalam Forex Expo 2010 Februari lalu. Menurutnya, Forex atau saham akan terus berkembang sejalan dengan bertumbuhnya generasi manusia. Apalagi ditambah dengan semakin mudahnya akses internet. Bisnis ini tidak sulit namun juga bukan sebuah bisnis yang mudah di lakukan. Dengan modal yang relative kecil dan juga tidak banyak biaya lain selayaknya bisnis biasa, aktifitas perdagangan di industry keuangan dapat dilakukan dengan instant.

Namun, karena bisnis ini tidak seperti bisnis lain, perlu adanya pembelajaran tersendiri bila mau terjun ke dalamnya. Edukasi di sini berarti belajar mengenai analisa, strategi, dan langkah keputusan yang harus diambil dalam menggeluti bisnis ini. Sekaligus belajar bagaimana bisa mendapat profit yang realtif sama dengan bisnis konvensional atau bahkan lebih tinggi setiap bulannya.

Sepeti yang dilakukan Gema Merdeka Goeyardi yang akrab dipanggil Gema. Melalui perusahan konsultan trading yang dirintisnya sejak 2008, PT. Stocksforliving Indonesia, Gema memberikan edukasi privat melalui trading system yang diciptakannya sendiri dengan nama Astronacci (www.astronacci.com), pertemuan antara harmoni Astrologi dan Fibonacci.


Sampai sekarang, murid-muridnya bukan hanya dari Indonesia, tapi sudah menyebar di Arab, Singapura, dan Inggris. Selama 3 bulan, muridnya belajar dengan misi yang dinamakan “Trading for Living”.


Astronacci merupakan pembelajaran trading yang menggabungkan antara harmoni alam melalui ilmu astrologi dan Fibonacci. “Dalam Astronacci akan diajarkan prediksi kenaikan harga ditinjau dari tanggal dan jam, atau yang akrab disebut TIME CYCLE. Astrologi dapat memberikan informasi waktu secara presisi hingga ke hitungan jam kapan saham/forex akan terbang. Sedang dalam Fibonacci, akan dapat memprediksi akhir/perhentian harga secara akurat dengan menggunakan angka-angka yang mempunyai nilai harmoni dengan rasio 1.618,” kata Gema.


Tidak ada syarat tertentu bila ingin belajar. Tapi, akan diadakan tes masuk terlebih dulu yang hasilnya akan menentukan biaya belajar yang berkisar antara $600 - $1000 untuk WNI. Dengan biaya tersebut, Gema berani memberi jaminan BEP paling lama 4 bulan. “Setidaknya, murid saya tidak akan berhenti belajar sebelum uang pembelajaran tersebut kembali,” ucapnya.


Menurutnya, satu hal yang perlu diingat, trading bukanlah jalan untuk membuat orang cepat kaya, tapi membuat orang lebih rendah hati. Semua harus melalui proses. Meski begitu, perlu juga menerapkan money management safety dalam menjalankan bisnis ini.

Materi
Beberapa materi pelajaran yang diberikan di antaranya adalah mengenai psikologi. Dalam hal ini, murid akan diikutkan dalam psikotest untuk mengetahui karakter kejiwaannya. Setelah itu akan dilakukan juga pembenahan mindset. 


Bila ada murid yang memiliki ego tinggi, akan diterapi lebih dulu. Karena orang yang egonya tinggi, akan berbahaya dalam trading. “Orang yang egonya tinggi, susah mengakui kesalahannya. Tidak mau menerima kalau dirinya salah. Merasa paling benar dan maunya untung saja,” jelas Gema.


Di samping itu, akan diajarkan pula mengenai hukum alam dan waktu. Murid akan diberikan pengertian tentang konsep ruang dan waktu serta bagaimana kerjanya. Begitu juga dengan bagaimana harga dan waktu bertemu serta hubungannya dengan eskalasi harga (naik/turun).


Kemudian, Gema juga akan memberikan anatomi harga atau blue print market. Murid akan belajar tentang kemungkinan harga bergerak atau pattern dalam 6 bulan ke depan. “Semua materi pelajaran yang saya berikan, bukan hanya untuk Forex, tapi juga untuk semua bisnis industri keuangan,” ungkap Gema.
Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat bila kita mempelajari itu semua. Pertama, kita bisa membiaya hidup kita hanya dengan trading (trading for living). Kedua, ada konsistensi profit tiap bulannya. Besaran profit tergantung dari individunya. Bila Anda tipe konservatif, keuntungan bisa 30%/bulan. Sedangkan tipe agresif, bisa 100%/bulannya.


Ketiga, sebagai spiritual trader, kita akan lebih mengerti nilai-nilai kehidupan dari seorang trader. Mengerti keberhasilan adalah karena Tuhan. Keempat, dengan pembelajaran ini, tentunya akan bisa memerbaiki kehidupan sosial sebagai seorang trader independen. Kelima, mengerti dalam hidup harus berbagi dengan sesama yang membutuhkan baik materi maupun moral.


Gema Merdeka Goeyardi
Chief Executive Officer Stocksforliving
“Sang Penemu” Astronacci

Selain memberikan edukasi trading, Gema Merdeka Goeyardi juga berperan sebagai advisor di beberapa perusahaan industri keuangan melalui Stockforliving. Sebut saja Futures Galleria (www.futuresgalleria.com), sebuah sekuritas dari Manila, Filipina yang menjadi kliennya dalam riset analisa trading Futures Index, Forex dan komoditi, juga beberapa sekuritas local di Indonesia.

Sebelumnya, pada tahun 2007, Gema masih berkutat dalam bisnis perikanan sampai kondisi laut menjadi tidak baik. Keadaan tersebut membuat Gema masuk dalam dunia saham. Pembelajaran dilakukan sendiri secara otodidak sampai akhirnya menemukan seorang guru. Melalui gurunya yang juga seorang lawyer, Gema belajar bagaimana menjadi trader yang baik. Gurunya, Setiawan Adi,SH, mendidik dan menggembleng Gema dengan suka rela.

Tahun demi tahun dilaluinya sambil terus menimba ilmu melalui beberapa buku yang dibacanya. Menurutnya, di samping berkat bimbingan Tuhan, hal yang paling penting adalah mengerti apa yang kita baca dari buku dan tujuan belajarnya.

Hingga akhirnya, Gema berhasil meramu trading system Astronacci yang dikatakan pertama di dunia dan telah di patenkan di USA dan Indonesia. Dalam menciptakan sistem ini, tidak kurang dari Rp 400 juta kerugian yang dialami dalam tradingnya untuk kalibrasi dan proses try and error melalui pasar saham dan Forex.

Dikatakan oleh Gema bahwa bisnis ini tidak bisa disamakan dengan judi seperti disangka sebagian orang. Bisnis ini sama dengan bidang bisnis lainnya yang dimulai dari membeli barang dan menjualnya. Hanya saja, barangnya tak terlihat dan marketnya cepat bergerak. “Sebenarnya, lama-lama orang akan lebih mengenal bisnis ini. Yang penting harus ada fundamentalnya,” kata Gema.

Kalo memang sudah menguasai ilmu trading, lalu mengapa Gema masih tetap mengajar? Kenapa tidak dipakai untuk menambah profitnya sendiri? Ternyata, Gema memiliki jiwa pengajar sejak dulu. Dia pernah menjadi guru SMA, bahkan guru piano dan sulap

“Dengan mengajar, kita akan menjadi lebih baik. Tapi, kita pun harus menjadi guru yang bertanggung jawab dan tidak sesat dengan memberitahu semua pengetahuan kita,” jelasnya.

Diakui oleh Gema bahwa setiap kali mengajar, energinya terasa tersedot semua. Tapi, setelah itu, dirasakan ia mendapat lebih dari energi, ILMU BARU, dan juga pencerahan diberikan kepadanya. Dengan mengajar, saya juga belajar menjadi lebih rendah diri dan bersabar.

Dalam memberikan edukasi pada masyarakat mengenai bisnis trading, Gema tidak serta merta mematok biaya yang tinggi dalam mempelajarinya. Buktinya, beberapa seminar yang biasanya dihargai Rp 2 juta/orang, sering kali diberikan dengan biaya hanya Rp 100 – 500 ribu per orang.

Ke depannya, Gema berencana akan mengembangkan training sampai lingkup Asia Pacific, Eropa dan Amerika. Dan dalam 10 tahun dari sekarang, “Trading for Living melalui Astronacci” diharapkan sudah mewabah ke seluruh dunia dan menjadi trend untuk generasi yang lebih muda, agar mereka bisa belajar mandiri dan siap masuk ke dalam dunia riil.

Sedangkan Stocksforliving sendiri, menghadapi tahun 2010 ini, sudah merubah tampilan website-nya. Beberapa market info seperti kondisi harga, grafik online, dan pergerakan saham diberikan secara gratis.

Lebih dari itu, dalam website-nya, disediakan pula seorang analis teknikal dari Inggris untuk menjawab pertanyaan pengunjung seputar dunia trading. “Perubahan ini menyikapi Stocksforliving yang sudah go-internasional di tahun 2010. Setiap harinya, sudah lebih dari 1000 pengunjung dari seluruh dunia mengakses laman Stocksforliving” tutup Gema.

www.stocksforliving.com
Email: gema@stocksforliving.com

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP