Serpong Green Park

Rumah Impian di Bukit yang Hijau

Tinggal di kawasan yang medan geografisnya seperti perbukitan tentu akan sedikit berbeda. Pemandangan yang disajikan sudah pasti berbeda pula. Deretan rumah yang makin ke bawah, tak akan membuat mata ini terhalang tembok ketika memandang jauh ke depan.

Serpong Green Park yang dikembangkan oleh PT. Sedaya Indah Selaras (SIS Group) ini mulai diperkenalkan sejak Januari 2008 lalu. Berlokasi di Jl. Palapa, Ciater-Sarua, Serpong Green Park menyuguhkan konsep hunian hijau nan asri di tepi sungai Kali Angke. Kontur tanah di Serpong Green Park sendiri mirip dengan kawasan perbukitan. Semakin ke dalam semakin menurun.

Di atas total lahan seluas 7 hektar, dalam Serpong Green Park nantinya akan dibangun rumah sebanyak 365 unit dengan 4 tipe pilihan. Adapun tipe rumah yang tersedia adalah Kenari dengan perbandingan luas tanah dan bangunan 72/35, Pinus 90/38, Palem 105/46, dan Cemara 120/59.

Dijelaskan oleh Slamet Riyadi, Sales and Marketing Coordinator Serpong Green Park, dalam perumahaan ini telah dibangun 150 unit rumah dengan jumlah warga yang tinggal sebanyak 25 kepala keluarga. “Untuk penjualan, saat ini sudah mencapai 180 unit,” kata Slamet.

Seperti pada pengembang properti lainnya, rumah siap huni dan inden tersedia di Serpong Green Park. Untuk rumah siap huni, Slamet menegaskan jika jumlah yang tersedia tidaklah banyak, hanya sekitar 10 unit untuk semua tipe. Sedangkan untuk rumah inden, serah terima kunci sudah bisa dilakukan 12 bulan sejak pemesanan.

Hunian hijau masih menjadi idola di kalangan pengembang properti. Begitu juga untuk Serpong Green Park ini. Di dalam perumahan ini tersedia sejumlah lahan hijau baik untuk taman ataupun pepohonan perindang jalan. Untuk area hijau ini, Slamet menerangkan jika lahan yang disediakan sejumlah 40 persen dari total lahan.
“Selain lahan hijau, untuk setiap rumah, kami memberi sebatang pohon sebagai peneduh,” tegas Slamet lagi.

Serpong Green Park dikembangkan dengan sistem cluster. Dalam perumahan ini hanya ada satu pintu gerbang utama. Dan dalam cluster, akan ada sub cluster dengan pintu masuk terpisah untuk tiap-tiap blok. “Privasi dan keamanan penghuni kami utaman dengan sistem cluster dan sub-cluster ini,” kata Slamet.

Lebih jauh Slamet menerangkan, meski berada di tepi sungai, Serpong Green Park dipastikan tidak banjir. Hal ini bisa disebutkan karena pengembang Serpong Green Park telah melakukan uji kelayakan lokasi.

Rumah dan fasilitas
Gaya bangunan berkonsep minimalis modern ditawarkan oleh Serpong Green Park. Menurut Citra Suryantara, ST, Direktur SIS Group, rumah dengan model seperti ini punya kelebihan pada kelapangan ruang. “Di dalam rumah tidak terlalu banyak sekat,” katanya.

Tipe rumahnya sendiri tersedia tipe standar dan tipe tambahan. Tipe tambahan memiliki kelebihan pada luas bangunan. “Kami menyediakan dua tipe rumah, yaitu standar dan tambahan. Beda kedua tipe ini ada pada luas atau penambahan bangunan,” lanjut Suryantara menerangkan.

Konsep rumah minimalis modern ini diterapkan pada semua tipe. Setiap tipe rumah memiliki tampilan yang sama, hanya berbeda ukuran tanah dan bangunan. Rumah yang ditawarkan Serpong Green Park ini dihargai mulai Rp 160 jutaan untuk tipe standar.

Tiap-tiap rumah dalam Serpong Green Park dibangun hanya satu lantai. Pun demikian, material yang digunakan adalah bahan baku terbaik. Untuk atap, atap baja ringan dan genteng beton jadi pilihan. Sedangkan untuk dinding, dipakai batu bata merah.

Lebih mendalam Suryantara mengungkap jika selama pada masa pengelolaan pengembang, penghuni tidak diperbolehkan untuk mengubah bagian muka rumah. Ini dilakukan untuk keseragaman. “Perubahan bangunan bisa dilakukan setelah perumahan ini dikelola sendiri oleh warga,” ujar Suryantara.

Kepada konsumen, Serpong Green Park memberi pelayanan yang prima. Maksudnya, ada garansi untuk setiap pembelian rumah. Garansi yang bisa didapat konsumen antara lain garansi selama 3 bulan setelah serah terima kunci dan garansi 1 tahun untuk kebocoran atap.

Untuk fasilitas, Suryantara menyebutkan, dalam Serpong Green Park tersedia sarana ibadah, taman, jogging track, sport center, kolam renang, club house, dan area komersial. Beragam fasilitas ini disediakan untuk semakin memanjakan penghuni Serpong Green Park.

Dari sisi eksternal, Serpong Green Park punya kelebihan pada akses lokasi, yakni dekat dengan BSD, Bintaro, dan Ciputat. Masing-masing lokasi bisa ditempuh dalam waktu 15 sampai 20 menit dengan kendaraan. Selain itu, Serpong Green Park juga dekat dengan pintu tol Bintaro-BSD serta stasiun kereta api Sudimara dan Rawa Buntu Serpong.

Lebih dari itu, nantinya kawasan Serpong Green Park dan sekitarnya juga akan semakin ramai karena dekat dengan pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Dengan begitu, Serpong Green Park bisa dikata menjadi pilihan yang tepat untuk tinggal.

Sejak diluncurkan, SIS Group sendiri memiliki target penyelesaian Serpong Green Park pada akhir 2010. “Kami menargetkan, Serpong Green Park ini akan habis terjual pada 2010. Dan setelah itu, pengelolaannya akan diserahkan kepada warga,” papar Suryantara.

Banyak kelebihan ditawarkan oleh Serpong Green Park. Pemadangan alam ala perbukitan, penataan ruang dan bangunan yang begitu rapi, serta fasilitas yang lengkap, ditambah dengan desain dan konsep alam yang diterapkan, membuat perumahan yang satu ini unggul dibanding perumahan sekelas lainnya. Tak salah rasanya jika menyebut Serpong Green Park sebagai perumahan impian.


Read More ..

Prius yang Prestis

Sekarang ini, mobil tidak hanya memerhitungkan kenyamanan saja, tapi juga harus ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. Mobil hybrid sering didengungkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Banyak merek yang coba memproduksi mobil jenis ini, salah satunya Toyota. Seperti yang terlihat dalam Indonesia International Motor Show 2009, Toyota meluncurkan Prius generasi ketiga yang merupakan pionir mobil ramah lingkungan dan telah dikembangkan Toyota sejak tahun 1997.

Toyota Prius merupakan hybrid terlaris di dunia dan telah menembus penjualan total 1,2 juta unit dari tahun 1997 – 2008. Kendaraan ini menerapkan teknologi motor listrik dan engine yang menghasilkan emisi gas buang sangat rendah. Sehingga akan menghemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Prius yang dijual dengan harga sekitar 500 jutaan ini teknologinya terus disempurnakan melalui Toyota Hybrid System (THS). Di antaranya, memerbaiki efesiensi bahan bakar untuk mengurangi emisi karbon dioksida. Pun sebagai alternatif sumber energi dengan tujuan mengurangi konsumsi minyak bumi, emisi bersih, dan teknologi keamanan. Teknologi Prius yang canggih ini menghasilkan performa tinggi dengan standar emisi Euro V.

Prius tidak hanya menekankan kelengkapan feature dan desain eksklusif, namun juga sangat memerhatikan feature keselamatan seperti, Electric Power Steering, Halogen Projector with Manual Levelling Headlamp, Active Headrest, dan Crash Safety Body.

Dengan tetap memertahankan bentuk desain eksterior seperti Generasi II, Prius memadukan performa aerodinamika dengan siluet yang indah. Sementara desain interior-nya, Prius mengutamakan kemudahan pengoperasian dan keleluasaan pandangan pengemudi, serta dilengkapi teknologi mutakhir.

Pengembangan dan penyempurnaan dari generasi ke generasi juga dilakukan untuk stabilitas pengemudi, piranti keselamatan, dan kesenyapan. Dengan begitu, Toyota Prius dinobatkan menjadi mobil paling irit dan ramah lingkungan di Jepang dan Eropa.

New Prius
Peluncuran New Prius di IIMS 2009 mengukuhkan Toyota sebagai merek terbesar dalam pengembangan mobil hybrid di dunia. Berikut data dan fakta Prius :

1.Prius dalam bahasa latin berarti, “pertama”

2.Prius menggunakan teknologi Toyota Hybrid System yang memiliki kekuatan :
-Efesiensi bahan bakar
-Emisi rendah
-Tenaga besar
-Senyap

3.Sejarah singkat Prius :
-1997: Toyota meluncurkan Prius di Jepang
-2000: Memulai penjualan di Amerika Utara dan Eropa
-2003: Generasi kedua Prius yang dilengkapi Hybrid Synergy Drive, diperkenalkan dengan penekanan pada kemampuannya yang ramah lingkungan sekaligus performa berkendaraan. Prius mengalami penjualan yang signifikan, baik di Jepang maupun di luar negeri, khususnya di Amerika Utara.
-2005: Untuk pertama kalinya, Prius diproduksi di luar Jepang. Produksi untuk pasar China yang berpusat di Changchun pada Desember 2005.
-2008: Prius generasi III diluncurkan di Jepang Mei 2009

4.Dari sisi penjualan, Prius telah mengalami peningkatan penjualan secara global. Adapun ringkasannya :
-Prius telah terjual lebih dari 1,2 juta unit (1997 – 2008), termasuk dalam “The Most Selling Hybrid Car in The World”.
-Permintaan Prius di Jepang sampai Juni 2009, berjumlah 180.000 unit
-Toyota mendominasi 80% market share kendaraan hybrid di dunia dengan penjualan mencapai lebih dari 1,7 juta unit.
-“The Most Selling Car” di Jepang untuk New Prius (Mei – Juni 2009)

5.Bahan bakar Prius adalah dengan RON minimum 95, tidak mengandung oli (unleaded). Di Indonesia bisa digunakan Pertamax Plus, Shell Super Extra, dan Petronas Primax 95 yang sudah memenuhi standard tersebut.

6.Varian yang dipasarkan di Indonesia berjumlah satu dan merupakan varian yang dikembangkan untuk pasar Asia dalam bentuk “general model”.

7.Pengembangan New Prius sebagai Prius Generasi III dititikberatkan pada :
-Peningkatan efesiensi BBM melalui penggunaan mesin bensin baru 1,8 liter (disertai penyesuaian pada sistem penyalur daya). Sehingga RPM mesin ketika berkendaraan pada kecepatan tinggi dapat lebih rendah.
-Desain eksterior memertahankan bentuk segitiga dari Generasi II. Memadukan performa aerodinamika dengan siluet indah
-Desain interior yang mengutamakan kemudahan pengoperasian dan keleluasaan pandangan pengemudi serta dilengkapi teknologi mutakhir.
-Kabin yang lega dengan ruang bagasi yang besar dalam keterbatasan dimensi bodi yang compact
-Peningkatan lain seperti, stabilitas pengemudi, piranti keselamatan, dan kesenyapan.

Read More ..

Ingin Usaha Pembalut Wanita

Tanya :

Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan teman lama yang menawarkan bisnis MLM. Sebelumnya, dia sendiri tidak langsung mengajak saya untuk bergabung. Tapi, saya ditawarkan produk pembalut wanita yang katanya berkualitas lebih baik dari yang beredar umum di pasaran.

Harganya memang di atas rata-rata pembalut wanita yang jamak di jual. Dia bilang, dari bahan bakunya saja sudah beda, lebih higienis. Belum lagi adanya kandungan herbal yang bisa mengharumkan pemakainya. Singkat kata, ada keungulan produk yang bisa dijual kalau mau dibandingkan dengan pembalut wanita lain.

Menurutnya, dari menjual produk saja, saya sudah bisa mendapatkan untung. Apalagi kalau saya sudah memiliki downline, keuntungannya bisa berlipat ganda karena ini bisnis MLM. Setiap penjualan dari downline, tentunya akan ada komisi yang diberikan pada saya.

Karena penasaran, saya pun coba mencari bisnis ini di internet. Ternyata, memang benar ada bisnis ini dan sudah cukup tersebar luas. Penjualnya sudah cukup banyak di beberapa daerah. Bahkan, stockist (kantor penyedian produk) pun ada di dekat rumah saya.

Pertanyaanya, bagaimana menurut Pa Rusman tentang bisnis ini? Apa benar perkataan teman saya yang mengatakan kalau produk ini bisa laku keras karena merupakan produk kebutuhan vital perempuan? Kemudian, bila saya mau bergabung, apa saja hal penting berbisnis MLM yang harus ditanyakan pada teman saya? Bagaimana dengan target pasar saya, haruskah hanya dalam lingkup tempat tinggal dan teman-teman yang saya kenal? Bagaimana dengan pemasaran online yang kalau saya lihat di internet sudah cukup banyak pesaingnya? Terima kasih.

Vivi Andriani
Kembangan Selatan

Jawab:
Kalau Anda bertanya tentang seluk-beluk bisnis MLM (Multi Level Marketing) sekarang ini, maka terus terang saya agak surprised juga. Karena MLM itu sendiri sebenarnya sudah lebih dari 20 tahun yang lalu masuk ke Indonesia - sempat mengalami “jaman keemasannya” sekitar tahun-tahun 90an - lalu perlahan-lahan agak menurun citranya karena berbagai sebab, dan kini ada di titik equilibrium menempati salah satu area dalam dunia bisnis di Indonesia.

Secara konsep, bisnis MLM itu bagus, bahkan menurut saya bagus sekali dan sangat ideal. Karena apa? Karena ketika pertama kali digulirkan, MLM dirancang (Richard De Vos, Nutrilite) untuk membantu mereka yang lemah secara ekonomi, mereka yang tidak memiliki modal untuk dapat ikut berkiprah dalam dunia usaha. Inilah salah satu alasan mengapa produk-produk MLM biasanya tidak dapat ditemukan di pertokoan atau pusat perbelanjaan yang umum. Para produsen produk MLM ingin melindungi member-nya, dengan jalan hanya mengijinkan penjualan semata-mata melalui member orang per orang, tidak melalui toko-toko besar yang biasanya dimiliki oleh pemodal besar.

Sebuah perusahaan MLM yang baik, mudah dikenali dari ciri-ciri khasnya. Selain produknya tidak dijual di tempat umum, produk-produknya dipastikan memiliki keunggulan-keunggulan tertentu yang tidak terdapat pada produk-produk umum. Oleh karenanya, harga jualnya juga biasanya lebih tinggi dari harga-harga produk biasa. Ini mudah dimengerti, karena dari setiap produk MLM yang laku terjual, sebagian besar margin penjualannya akan dibagi-bagi secara proporsional mulai dari member penjual, sampai tingkat up-liner teratas yang terkait dengan transaksi tersebut. Itu adalah salah satu ciri khas sekaligus keunggulan sistem MLM.

Tentang pertanyaan Anda, apakah benar produk ini bisa laku keras karena merupakan kebutuhan vital kaum perempuan, maka dapat saya tegaskan bahwa laku keras atau tidaknya sebuah produk biasanya lebih tergantung dari piawai-tidaknya sang penjual. Sebab, sebuah produk yang sangat bagus sekali pun, bisa jadi tidak laku di tangan seorang penjual yang buruk.

Sebaliknya, sebuah produk yang bagi para penjual biasa sangat sulit dipasarkan, mungkin saja akan sangat laris jika ditangani oleh seorang wiraniaga jempolan. Pertanyaan akan kembali ke Anda, seberapa yakin Anda dalam menjual produk tersebut nantinya? Nah, kalau anda masih terkendala dengan hal ini, saran saya mintalah dukungan termasuk pelatihan dari perusahaan MLM tersebut.

Yang perlu Anda cek, simpel saja. Pertama, lihat seberapa bonafid perusahaan MLM dimaksud. Lihat seberapa besar kantornya, apa saja produknya, seberapa profesional mereka bekerja, lihat dokumentasinya yang antara lain memuat tentang di mana perusahaan prinsipalnya (luar negeri atau dalam negerikah?), sejarah dan perputaran keuangannya dan lain-lain. Bagaimana program pembinaan member-member-nya, dan terakhir, tentang program komisi dan reward-nya. Adakah semua itu dapat memberikan keyakinan Anda akan berhasil?

Selanjutnya, perlu juga saya sarankan pada Anda bahwa sebelum terjun ke dalam kancah penjualan nanti, sisihkanlah waktu sekitar 1 – 2 bulan untuk memberikan kesempatan pada diri Anda sendiri untuk mencoba dan membuktikan seberapa bagus, seberapa nyaman serta seberapa manfaat produk MLM itu. Ini sangat penting, karena bagi seorang penjual, pengalaman pribadi atas produk yang dijual merupakan kunci utama dari kesuksesannya di lapangan.

Jangan sekali-kali mencoba mengarang-ngarang, mengira-ngira atau menceritakan apa kata orang lain tentang manfaat barang jualan Anda, karena yang demikian itu pasti akan menjadi bumerang yang justru akan membunuh karir Anda sendiri di bisnis tersebut.

Bersabarlah. Jangan terlalu terbius dengan apa yang diiming-imingi oleh member/distributor lain, termasuk teman Anda itu. Berpegang pada realitas dan bertindak wajar. Kalau Anda sudah yakin, mulai dari kecil-kecilan dulu. Yaitu batasi target Anda sebatas teman-teman, famili dan tetangga. Ini sebagai pemanasan bagi Anda, sambil belajar sambil juga mengumpulkan berbagai masukan yang akan jadi sangat berharga pada kiprah Anda selanjutnya kelak.

Dengan falsafah kerja “slow but sure”, saya yakin bahwa kemajuan Anda akan sangat terencana dan tertata, pengalaman akan berbanding lurus dengan kemajuan, dan pada saatnya semua akan berjalan mudah seakan tanpa susah-payah lagi (auto-pilot). Kalau sudah sedemikian, tidak ada salahnya kalau seandainya Anda ingin memberikan nilai tambah lainnya berupa pemasaran on-line.(Rusman Hakim - Pengamat Wira Usaha)

Read More ..

Anak Kecil dan Polisi Tidur

Bangun pagi dan pergi ke kantor adalah kegiatan rutin yang cukup membosankan. Namun daripada membuang-buang waktu, biasanya saya menggunakannya untuk memikirkan banyak hal yang membuat saya sampai ke kantor tanpa terasa lama.

Ada hal yang unik di pagi ini yang membuat saya tidak bisa berhenti berpikir. Pagi ini saya melewati jalan yang sudah biasa saya lewati menuju tempat kerja. Di sana, ada seorang anak kecil sedang belajar sepeda, dan ketika melewati polisi tidur yang ada di depannya… dia terjatuh.

Dia langsung berusaha secepat mungkin berdiri lagi tanpa menunjukkan tanda-tanda kesakitan sekalipun terbentuk jalan aspal yang tajam, lalu segera membenarkan posisi sepeda kecilnya.

“Wow!” saya tidak sadar mengeluarkan kata itu, lalu meminggirkan sepeda motor, berpura-pura menunggu orang hanya agar bisa terus memperhatikan anak ini.

Ia mendorong sepedanya melewati polisi tidur itu lalu berbalik arah untuk kembali menantang polisi tidur yang tadi “mengalahkannya”. Sang anak mengayuh sepedanya dengan mantap. Kali ini dia berhasil melewatinya, namun sedikit kurang stabil dan hampir terjatuh sekalipun masih bisa ditahan oleh kakinya sendiri.

Tak lama kemudian, seorang kakak perempuan menghampirinya. Sang anak meminta kakaknya untuk mengajarkan cara terbaik untuk mengayuh melewati polisi tidur.
Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan ke kantor sembari berpikir. Kata-kata pertama yang melintas di pikiran saya adalah, “Anak kecil tadi lebih hebat dari kebanyakan orang besar”. Saya sengaja menggunakan kata ‘orang besar’, seperti yang akan saya jelaskan di belakang nanti.

Kebanyakan orang besar berusaha menjauhi rintangan yang ada dengan melalui jalan lain. Sama seperti yang saya lakukan beberapa hari yang lalu. Saya melewati sebuah jalan yang memiliki beberapa tanjakan atau polisi tidur. Rasanya kurang menyenangkan, ditambah dengan perut terasa seperti diacak acak dan tangan yang pegal karena harus mengontrol gas dan rem bergantian setiap detiknya.

Setiap kali lewat di sana, saya berpikir, “bagaimana caranya untuk melewati jalan ini dan sampai di tujuan, namun tidak perlu mengalami perasaan tidak enak yang ada tadi setelah tanjakan pertama?” Otak saya segera menjawab, ”Silahkan menunggu keajaiban!”

Tapi keajaiban seperti itu tidak akan datang.

Lupakan khayalan dan harapan Anda yang terlalu mengada-ada. Cara terbaik dan tercepat menghadapi sebuah masalah adalah maju dan lalui rintangan itu. Sama seperti anak kecil dengan sepedanya yang berani menantang kembali rintangan yang sebelumnya berhasil menjatuhkan dirinya.

Kebanyakan orang besar atau tua, tidak mau mengakui bahwa kegagalan yang ada atau terjadi berasal dari dalam diri sendiri. Mereka mencari kambing hitam untuk disalahkan. Misalnya ketika terjatuh seperti anak kecil tadi, mereka akan mengeluh, “Kenapa sih polisi tidur ini harus ada di sini?”, “Kenapa kamu harus lewat di jalan ini sehingga kamu tertabrak oleh saya?”, “Kenapa dia harus sukanya sama orang yang sifatnya berbeda sama saya, itu salah dia!”

Orang seperti itu akan sulit melihat ke dalam dirinya. Mereka cenderung melihat ke arah luar dan menyalahkan segala sesuatu. Lalu apa hubungannya dengan romansa?
Saya mengenali ada tipe orang yang selalu hidup dan bermain dalam imajinasinya. Mereka senang membayangkan apa yang akan dilakukan apabila sudah memiliki pasangan, bahkan berimajinasi hingga ke jenjang pernikahan. Mereka dapat membayangkan ingin memiliki anak berapa dan hidup berapa lama dan sebagainya. Mereka dapat membayangkan mereka hidup bersama dengan seorang wanita idaman yang bahkan mereka tidak kenal, misalnya wanita yang baru saja lewat di depan mata.

Sadarlah, sobat, bahwa hal tersebut tidak akan terjadi!

Pemikiran itu akan membuat Anda terus sendirian dan kesepian. Anda mulai menyalahkan para wanita yang hanya memilih pria yang ganteng, kaya, berbadan bagus, gaul, dsb. Anda juga berkeluh kesah, “Ah, kenapa sih cewek gak tahu kalau gue bakalan kasih perhatian ke mereka sebaik-baiknya,” atau “Kenapa mereka ngga bisa terima gue apa adanya?”

Anda tidak sadar bahwa yang jadi masalah sebenarnya adalah diri Anda sendiri. Hal ini yang membuat saya merasa anak kecil di atas jauh lebih pintar.Mari saya jelaskan dengan menggunakan analogi. Ada dua orang bernama A dan B yang sudah sangat tua dan memiliki cucu nakal. Suatu hari cucu si A dan B mengoleskan bau yang tidak sedap di atas bibir kakek mereka masing-masing.

Kakek A bangun di kamar tidur dan mencium bau itu. Sehingga dia pergi dari kamar sambil berteriak kamarnya bau. Berlanjut ke ruang tamu, ruang makan dan seterusnya. Sampai ke jalan raya pun dia masih mencium bau itu sehingga dia berkata “Seluruh dunia bau!”

Berbeda dengan kakek B. Setelah berkeliling rumah mencium bau yang sama, dia pergi ke luar rumah. Ketika sampai di jalan raya masih mencium bau tersebut, ia sadar bahwa bau itu berasal dari dirinya sendiri.

Sama seperti di dunia romansa. Setelah memiliki kehidupan cinta yang gagal, beberapa orang mulai menganggap ada yang salah dengan orang lain atau keadaan sekitar.
Padahal seharusnya ia bangun dan menyadari bahwa ada ‘polisi tidur’ dan ‘bau-bauan’ pada diri mereka yang perlu diatasi. Bukannya mengeluh dan menyalahkan orang lain.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seperti anak bersepeda itu yang berani menghadapi tantangan dan meminta pertolongan orang lain yang lebih berpengalaman? Atau Anda lebih suka mengeluh dan membenci orang-orang yang sudah berhasil dibandingkan Anda? (Hitman System)

Read More ..

Apa Pentingnya Beriklan di Media Komunitas?

“Mati satu, tumbuh satu lagi”, satu toko ditutup, tidak lama setelahnya, akan ada toko lain yang coba mengais rejeki di tempat yang sama.

Perkembangan dunia usaha di beberapa wilayah seperti Serpong, Pluit, Muara Karang, Kembangan, dan Kebon Jeruk, tidak terlihat surutnya. Meski banyak yang gulung tikar, tidak membuat pengusaha-pengusaha lokal bergeming untuk merintis usaha.

Arti pengusaha lokal dalam tulisan ini adalah mereka yang coba menyediakan kebutuhan masyarakat di suatu daerah tertentu yang boleh kita sebut sebuah komunitas. Misalnya pemilik toko atau restoran di sepanjang Jalan Pesanggrahan, Kembangan, Jakarta Barat. Mereka adalah pengusaha lokal yang memiliki segmentasi pasar yang lebih menyudut pada masyarakat yang tinggal di sekitar tempat usahanya. Sebut saja masyarakat yang tinggal di Perumahan Taman Aries, Puri Indah, atau masyarakat Srengseng.

Begitu juga dengan beragam usaha di sepanjang Jalan Muara Karang Raya, Jakarta Utara, target audiens mereka tidak lain adalah masyarakat yang tinggal tidak jauh dari jalan tersebut. Terutama mereka yang tinggal di beberapa perumahan mewah di komunitas itu.

Semakin terkonsentrasinya pembangunan properti tempat tinggal dan bisnis di satu wilayah, seakan menciptakan teritorial tersendiri bagi masyarakatnya. Tingkat kepadatan lalu-lintas dan kesibukan masing-masing individu pun turut membuat masyarakat semakin inklusif. Pesatnya perkembangan di masing-masing komunitas, membuat mereka tidak perlu lagi berjalan jauh mencari kebutuhan hidup. Cukup di sekitar tempat tinggalnya.

Fenomena ini, semakin terasa ketika kita melihat wilayah Serpong, Tangerang. Daerah pinggiran Jakarta ini dikatakan sebagai kota satelit yang mampu mandiri memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Lihat saja di sepanjang Jalan Raya Serpong. Beratus-ratus ruko berdiri di jalan tersebut. Pengusaha-pengusaha lokal di sana tidak berharap konsumen dari Jakarta Utara yang sengaja datang hanya untuk membeli sepiring nasi goreng sebagai sarapan paginya. Tapi, mereka lebih berpikir pada pemenuhan kebutuhan masyarakat yang tinggal di Perumahan Bumi Serpong Damai, Alam Sutera, atau Villa Melati Mas.

Media Komunitas
Pengusaha lokal boleh bermimpi mendapat pembeli dari orang-orang sekitarnya atau mengharap lalu-lalang kendaraan di depan tempat usaha. Tapi, hal itu saja tidak cukup, mereka membutuhkan “corong” untuk mengenalkan produk dan jasanya pada masyarakat. Dibutuhkan sebuah media massa yang tepat dan memiliki target pembaca sama dengan target pasar mereka. Tidak bisa hanya mengandalkan “traffic jalanan”, namun harus pula didukung dengan cara mengiklankan diri.

Beriklan, langkah inilah yang harusnya dipertimbangkan pengusaha lokal. Bagaimana masyarakat tahu kalau produk yang dijual tidak diinformasikan? Bagaiman brand sebuah produk bisa diketahui khalayak ramai kalau tidak pernah diiklankan? Dengan beriklan, mereka bisa memengaruhi pikiran orang lain tentang produk yang dijualnya. Hanya dengan iklan, pengusaha lokal bisa memenangkan persaingan antar produk di pasaran.

Memang, ada biaya yang harus dikeluarkan, tapi besarannya bisa dihitung sebagai sebuah investasi. Terkadang, masih banyak pengusaha lokal yang urung beriklan karena melihat besaran rupiahnya. Padahal, advertising itu tidak bisa dianggap sebagai produk yang dibeli, lalu dijual, dan langsung mendapat untung. Iklan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak bisa langsung dirasakan sekejap mata.

Dalam penempatan iklan, pengusaha lokal harus menghitungnya dengan matang. Seperti telah disebutkan, ketahuilah target pasarnya agar tepat memilih media untuk beriklan. Bila target pembeli adalah masyarakat di wilayah tertentu, ada baiknya beriklan di media komunitas yang target pembacanya sama.

Media komunitas adalah media lokal yang memiliki karakteristik berbeda dengan media nasional. Target pembacanya, masyarakat di mana media komunitas itu berdiri. Bila ada media komunitas di wilayah Puri Indah, berarti target pembacanya adalah masyarakat yang tinggal di Puri Indah dan sekitarnya. Dengan begitu, target pembacanya sama dengan target pasar pengusaha lokal di wilayah tersebut.

Di sinilah titik temu pengusaha lokal dan media komunitas, tingkat penetrasi pemasangan iklan di media komunitas akan lebih tinggi karena ada kesamaan target. Apalagi kebanyakan media komunitas bersifat gratis. Diberikan cuma-cuma agar jumlah pembacanya tidak terbatas hanya pada siapa yang membeli media tersebut. Artinya, jumlah pembaca tidak berkurang setiap kali penerbitan.

Hanya saja, perlu dipahami bahwa tingkat efektifitas beriklan juga ditentukan oleh kebutuhan masyarakat pembacanya. Bila masyarakat sedang membutuhkan produk yang diiklankan, dampak pemasangan iklan akan sangat terasa. Tapi, ketika tidak dibutuhkan, pemasangan iklan jangan diartikan sebagai tindakan “buang-buang duit”.

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP