Griya Serpong, Rumah Terbatas yang Eksklusif

Keserasian antara perpaduan lingkungan yang asri dengan estetika eksterior dan interior, menjadikan Griya Serpong sebagai pilihan tepat untuk menikmati kenyamanan hidup seutuhnya. Konsep hunian hijau dan eksklusif ditawarkan oleh Griya Serpong.

Terletak di Jl. Raya Bukit Sarua, Ciputat, Griya Serpong menawarkan konsep hunian hijau yang eksklusif. Dikembang di atas lahan seluas 8.000 meter, dalam Griya Serpong akan berdiri 34 unit rumah.

“Griya Serpong sangat menarik dilihat dari lokasi lingkungannya. Pasalnya, tidak seperti perumahan-perumahan di sekitar, Griya Serpong justru berada di daerah tinggi, yang pastinya bebas banjir. Selain itu, Griya Serpong juga tepat berada di sisi jalan utama Ciater – Sarua,” kata Burhan, Marketing Griya Serpong.

Bangunan rumah yang dikembang Griya Serpong mengusung gaya minimalis modern. Konsep bangunan tersebut, kata Burhan lagi, menyuguhkan kelapangan ruang bagi penghuninya. “Untuk desainnya sendiri kami mencoba menciptakan nuansa yang lapang, dengan jendela-jendela yang besar,” pungkasnya.

Di Griya Serpong, ada empat tipe pilihan rumah yang disediakan berdasarkan ukuran, yakni tipe 36, 45, 78, dan 88. khusus untuk tipe 78 dan 88, hadir dengan dua lantai.

Griya Serpong turut pula menawarkan kemudahan bagi konsumennya perihal status surat-surat. Menurut Burhan, tiap rumah dalam Griya Serpong sudah memiliki sertifikat hak milik yang sudah terpecah.

“Rumah yang kami tawarkan, ada yang sudah jadi dan ada juga yang inden. Untuk rumah inden tersebut, kami memberi waktu pembangunan antara 3 sampai 6 bulan,” papar Burhan lagi.

Yang menarik juga dari Griya Serpong ini, selain menjual rumah, pengembang perumahan ini juga bersedia menjual kavling. Karena itu, ada kebijakan khusus bagi konsumen yang ingin mendesain calon rumahnya sendiri.

“Selain menyediakan rumah dengan desain standar, kami juga menerima permintaan desain khusus dari konsumen,” imbuh Burhan seraya menambahkan, melihat kawasan Serpong yang terus berkembang, Griya Serpong akan menjadi pilihan investasi yang menarik dan menguntungkan di kemudian hari.

Produk rumah Griya Serpong ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Harga rumah di perumahan yang diluncurkan sejak Juli lalu ini mulai Rp 165 jutaan. Griya Serpong juga melayani pembelian dengan KPR karena telah menjalin kerjasama dengan sejumlah bank nasional terkemuka.

Sementara itu, mengenai fasilitas, dengan lugas Burhan mengungkapkan tak ada fasilitas internal selain jalan yang laik yang disediakan pengembang. Tapi jika bicara tentang fasilitas eksternal, di sekitar Griya Serpong tersedia banyak fasilitas umum yang terbilang sangat lengkap, mulai dari sekolah, rumah sakit, pasar modern, maupun stasiun kereta api.

“Lokasi Griya Serpong sangatlah strategis, dari BSD maupun Bintaro, bisa ditempuh kurang dari 30 menit. Selain itu, Griya Serpong juga dekat dengan pintu tol BSD – Bintaro,” ucap Burhan.

Read More ..

Gurihnya Pizza Tipis Ala Italia

Saatnya mencicipi margherita, pizza dengan tomato sauce mozzarella chesse itu. Proses memasaknya yang menggunakan tungku, membuat pizza buatan Pisa Cafe & Resto ini terasa berbeda dengan pizza pada umumnya. Rasanya dijamin gurih dan crispy.

Siapa pun yang suka pizza pasti tahu kalau hidangan gurih penuh keju ini berasal dari Italia. Namun, seiring makin terkenalnya hidangan ini di banyak negara, makin banyak pula upaya untuk mengadaptasinya dengan selera setempat.

Salah satu kafe pizza yang ada di Indonesia adalah Pisa Cafe & Resto. Kafe pizza asli dari Italia ini mengikuti lidah orang Indonesia, namun tetap mempertahankan cita rasa Italia.

“Yang namanya restoran di Indonesia, pasti ada penyesuaian dengan selera orang Indonesia. Hanya saja, tetap bercita rasa Italia, karena materi-materinya juga dipakai khusus. Bahkan ada beberapa item yang diimpor langsung dari Italia,” kata Manager Pisa Cafe & Resto Alam Sutera, Asep Sofiyan.

Wisata kuliner para pelanggan Pisa Cafe & Resto yang terkenal dengan cita rasa Italianya dimulai dari pizza tipis sebagai ciri khasnya menjadi menu terkini dari resto ini. Terdiri dari pizza Ai Fungi yaitu pizza khas Italia dengan toping keju, saus tomat, cabai kering dan jamur. Hadir pula pizza Orientale yaitu pizza khas Italia dengan rasa khas oriental bertabur irisan tenderloin.

Setidaknya masih ada sembilan menu pizza lain yang bisa dinikmati saat bertandang ke kafe dan resto yang berlokasi di Flavor Bliss Alam Sutera ini. “Kami memang fokus pada menu Italia, khususnya pizza” kata Asep menambahkan.

Karena proses masaknya yang masih menggunakan tungku, membuat pizza dari Pisa Cafe & Resto ini punya aroma dan rasa yang lebih istimewa. Rasa yang gurih terasa dari setiap gigitan pizza.

“Untuk pembakaran pizza kita selalu pakai wood ring oven, itu sudah salah satu ciri khas kita. Karena dengan dibakar di atas kayu akan membuat aromanya keluar dibandingkan dengan oven biasa. Dengan waktu pembakaran selama 15-20 menit, kualitas kayu harus dijaga, tidak boleh basah dan harus kering. Karena kalau lembap kualitasnya akan berpengaruh pada pizzanya,” terang Asep.

Tampilan pizza Pisa Cafe & Resto juga sedikit berbeda dengan pizza umumnya. Di sini, pizza lebih tipis, layaknya pizza asli Italia. Aneka pizza dari Pisa Cafe & Resto ini ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Harganya sendiri bervariasi mulai Rp 28 ribu hingga Rp 69 ribu.

Selain pizza, Anda yang bertandang ke Pisa Cafe & Resto juga bisa menemukan menu lain yang tak kalah mantapnya. Di sini, tersedia juga aneka pasta, mulai dari spaghetti, fettucini, fussily, dan lasagna, yang tersedia dalam 12 pilihan.

“Bagi pencinta es krim, kami menyediakan 12 macam pilihan es krim, dengan harga Rp 20 ribu per scoop,” tambah Asep lagi seraya menambahkan, di Pisa Cafe & Resto Anda juga bisa memesan es krim ala Italia lainnya yang rendah lemak atau yang biasa disebut gelato, yang dibanderol sampai Rp 50 ribu per scoop.

Gerai Pisa Cafe & Resto Alam Sutera sendiri juga terbilang ok banget untuk dijadikan tempat bersantap. Konsep ruang makannya terbagi menjadi 3 bagian, yakni dalam, teras, dan luar ruangan. Selain itu, kesan lapang juga coba ditampilkan oleh gerai kuliner yang satu ini. Untuk kursi tamu, Pisa Cafe & Resto Alam Sutera menyediakannya untuk sekitar 130 pengunjung.

Read More ..

Jagonya Menu Bebek

Bebek dengan baunya yang khas bisa diolah menjadi makanan yang lezat. Bentuknya pun bermacam-macam, ada bebek bakar, goreng, sate, atau sop. Dan mengenai rasa, itu tergantung pada si pengolah, bagaimana ia meracik bumbu dan seperti apa cara memasaknya.

Di komunitas kita, Anda para penggemar masakan Bebek akan dimanjakan oleh gerai kuliner Bebek Monyong. Resto yang berlokasi di Ruko blok BA 4 no. 6, Jl. Boulevard Raya Gading Serpong ini spesialis menyajikan menu bebek.

Ada pun menu yang tersedia di resto ini adalah bebek bakar, bebek goreng,sate bebek, soto bebek dan ati ampela bebek. Sementara untuk menu di luar bebek, tersedia ayam bakar, ayam goreng, sayur asem, sayur lodeh, dan tahu tempe.

Menu bebek dari Bebek Monyong dijamin punya cita rasa yang istimewa. Daging bebeknya empuk, tapi tetap sedikit ‘melawan’ ketika digigit. “Daging bebek memang tidak boleh seempuk daging ayam, tapi di situlah seninya menyantap daging bebek,” kata Pemilik Bebek Monyong, Rudy.

Untuk bahan dasar bebek, Bebek Monyong menggunakan bebek lokal. Alasannya adalah untuk mempopulerkan dan mengeksplor makanan dalam negeri, yang salah satunya adalah bebek lokal tadi. “Menu masakan yang kami sajikan semuanya dengan cita rasa dalam negeri”.

Bebek Monyong sendiri baru hadir di kawasan Gading Serpong sejak awal Agustus lalu. Jadi untuk sementara ini, menu yang sediakan belumlah terlalu banyak. Tapi dalam waktu dekat Bebek Monyong akan segera menghadirkan menu-menu baru, yang tetap berbahan dasar bebek seperti bebek telor asin dan nasi goreng bebek.

Menu bebek yang lezat dari Bebek Monyong ini ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau. Sebagai contoh untuk bebek bakar dan goreng, per porsinya dihargai hanya Rp 18 ribu sedangkan ayam hanya Rp 9 ribu.

Sementara itu, yang juga tak kalah menariknya dari bebek monyong ini adalah tersedianya 6 pilihan sambal. Keenam sambal itu punya ukuran pedas yang berbeda, mulai dari yang pedasnya biasa saja sampai yang pedas buaanget ditambah dengan tersedianya aneka lalapan hingga pete.

Sambal-sambal yang disediakan Bebek Monyong itu tadi diambil dari daerah-daerah di Indonesia, ada sambal Bali, sambal Madura, sambal mangga dari Makassar, sambal ijo dari Manado. Kemudian ada juga sambal pedas, dan satu lagi yang super pedas yaitu sambal monyong yang merupakan sambal favorit dan khas dari restoran Bebek Monyong.

Di resto ini juga, pengelola Bebek Monyong memberi kemudahan atau bisa juga disebut sebagai kelebihan bagi konsumennya yaitu untuk mengambil nasi sendiri. Di Bebek Monyong, konsumen bisa mengambil nasi sepuasnya – dengan catatan sekali mengambil. “Pokoknya, di sini konsumen bisa mengambil nasi sesuai dengan keinginannya sendiri,” nasi yang disediakan ada dua pilihan, yaitu nasi putih biasa dan nasi uduk.

Resto Bebek Monyong sendiri juga terbilang sangat nyaman untuk dijadikan tempat bersantap. Ruang makannya bersih dan cukup luas. Resto Bebek Monyong mampu menampung konsumen hingga 40 orang. Kemudian, resto ini juga menyediakan layanan pesan antar. Bebek Monyong buka setiap hari, mulai pukul 10.00-22.00 WIB.

Read More ..

Masakan Sunda Otentik

Rumah makan Sunda yang menyajikan masakan Sunda otentik—tidak ada penambahan menu masakan non-Sunda. Bahkan, bisa juga dilihat bagaimana cara penyajian hingga suasananya, sentuhan Sundanya kentara sekali.

Mengulas kuliner Sunda memang tidak ada habisnya. Deretan menu masakannya mencapai ratusan item. Sebagai contoh, setiap kabupaten di Jawa Barat mempunyai masakan khas dengan warna cita rasa tersendiri, walau tidak jauh berbeda dengan masakan Sunda dari kabupaten lainnya. Namu, satu kata untuk masakan Sunda, yaitu masuk di lidah orang kebanyakan.

Ciri khas masakan Sunda tergolong praktis dalam pengolahannya, tanpa banyak mengeluarkan keringat dalam mengulek bumbu dan memarut kelapa untuk santan, walaupun tentu saja usaha-usaha tersebut tetap ada untuk masakan tertentu.

Rumah Makan Ibu Haji Cijantung (IHC) salah satu rumah makan yang menyajikan masakan Sunda otentik. Menilik sejarahnya, sebelum berganti nama menjadi Ibu Haji Cijantung, dulu bernama Ibu Haji Ciganea—nama daerah di Purwakarta.

Masakan Sunda Otentik IHC terlihat dalam daftar menu makanannya, pure semuanya asli masakan Sunda—tidak menyertakan makanan non-Sunda. Berbeda dengan rumah makan masakan Sunda lainnya yang kerap menyajikan juga masakan non-Sunda. “Kami hanya menyajikan masakan Sunda saja—tidak keluar dari jalur masakan Sunda asli”, jelas pemilik Rumah Makan Ibu Haji Cijantung, Andreas Adrianus.

Adapun menu makanan yang disajikan diantaranya, Ayam Goreng, Ikan Goreng, Empal Gepuk, Babat Iso Goreng, Ati Ampela Goreng, Ikan Baby Goreng, Pepes Ayam, Pepes Ikan, Pepes Ati Ampela, Pepes Teri/Tahu/Jamur, Karedok, Pencok Leunca Kacang Panjang, Sambal Lalap, Sayur Asem/Sayur Lodeh, Bakwan Udang/Jagung, Tahu/Tempe. Sedang minumnya, Es Teh Manis, Es Jeruk, dan Aneka Juice. Kisaran harga makanan mulai dari Rp 2 ribu-Rp 20 ribu, dan minuman Rp 1.500-Rp 6 ribu.

Menyoal penyajian makanan Sunda ala IHC sama seperti penyajian masakan Padang. Ragam lauk beserta nasi di taruh oleh pelayan di atas meja, dan apa yang kita makan itulah yang kita bayar.

Seperti rumah masakan asli Sunda umumnya, alunan bunyi suara angklung khas Sunda menggema keseisi ruangan. “Musik angklung yang diperdengarkan itu seperti teman Anda ketika bersantap makan disini. Lebih dari itu, Anda seperti merasakan berada di tanah Pasundan sebenarnya.

Selain suara musik kulintang dan angklung, pelayan disini mengenakan pakaian corak batik Purwakarta. “Kami memang membawa pernak-pernik Sunda Purwakarta ke IHC Muara Karang, Jakarta Utara. Hal tersebut, seperti membawa “aroma” Sunda sebenarnya.

Andreas menambahkan, hingga sekarang IHC sendiri telah memiliki 27 cabang, terakhir kami IHC cabang Muara Karang, Jakarta Utara. Dan dalam waktu dekat akan tambah satu cabang lagi dan masih di Jakarta juga.

Sambal Tiga Rasa
Buat kita orang Indonesia, sambal adalah teman wajib lalapan, lauk dan nasi. Tanpa sambal, makanan yang kita nikmati terasa hambar—seperti ada yang “hilang”. Termasuk masakan Sunda, sambal adalah menu yang tak terlupakan, secara masakan Sunda juga dominan lalapan.

Semua rumah makan masakan Sunda memiliki sambal unggulan. Apapun nama sambal itu, sambal ala Sunda tersaji secara mentah—beberapa bahan sambal digabung, diulek, lalu disajikan.

IHC misalnya, rumah makan baru beroperasi 18 November 2009 lalu ini memiliki sambal tiga rasa. Sambal 3 rasa—manis, asam, dan pedas—disajikan di atas cobek berukuran piring makan. Asam berasal dari jeruk limo. Pedasnya sambal bisa distel tergantung selera pengunjung.

“Kami menamakan sambal 3 rasa itu yaitu Sambal Dadak atau Sambal Terasi. Adapun komposisi bahan dalam sambel tersebut terdiri dari: terasi, asam, cabe merah, cabe rawit, dan jeruk limo. Kemudian bahan-bahan tadi diulek secara bersamaan di atas cobek, dan setelah ulekan dirasa cukup, lalu kami sajikan bersama cobeknya juga,” jelasnya.

Satu keunikan rasa dari sambal Dadak, asam jeruk limo yang bercampur dengan rasa manis dan pedas memiliki sensasi rasa tersendiri. Aroma terasi bakar pada sambal 3 rasa ini—harum dan gurih terasi seperti mendobrak pakem ciri khas sambal Sunda umumnya.

Keunikan rasa rasa sambal tersebut menjadi nyata saat menyoleknya dengan lauk, dan menambah nikmat makan Anda.

Pepes Teri
Pepes Ikan adalah salah satu lauk-pauk khas Sunda. Mulai dari ikan berukuran besar-kecil bisa diolah secara dipepes. IHC sendiri menyediakan tiga macam pepes, yaitu Pepes Ikan Teri, Pepes Tahu dan Pepes Jamur.

Ketiga pepes tersebut terbungkus daun pisang, dan menjadikan bahan-bahan di dalam pepes itu lebih terasa empuk dan gurih.

Setelah menjajal ketiga pepes tersebut. Nilai plus untuk Pepes Ikan Teri, tekstur teri putih bersih, lembut ketika digigit dan tingkat keasinannya pas. Berukuran panjang kira-kira 5 cm terbungkus daun pisang.

Selain teri sebagai bahan pokok pepes teri, juga dikasih irisan bawang merah, dan cabai merah. menjadika Pepes Ikan Teri yang dibungkus pelepah pisang ini menjadi lauk dengan porsi yang pas untuk disantap.

Menyoal raasa, teri tercampur cabai merah juga irisan bawang merah, berasa gurih. Ketika di campur sambal tiga rasa, kekuatan rasa khas teri tidak hilang dan begitu juga rasa sambal. Perpaduan antara kedua rasa itu saling bertemu saat kita rasakan, tidak bisa diungkapkan kata-kata.

Read More ..

Mengais Kali Baru, Bersihkan Sampah Plastik

Bagi para pemulung di atas Kali Baru, Kapuk, Cengkareng, keberadaan sampah botol plastik, gelas, dan kayu adalah sumber penghidupan. Setali dua uang, keberadaan mereka secara tidak langsung juga menjaga kebersihan kali karena mengurangi volume sampah.

Melewati jalan di tepian Kali Baru, ada pemandangan yang tak lazim seperti di kali-kali lain di Jakarta. Beberapa perahu berukuran kecil dengan seorang pemulung di atasnya sedang mengais lalu memulung sampah plastik dengan cara diserok. Sampah plastik dimaksud tentunya yang bisa dijual, seperti bekas gelas dan botol plastik air mineral ukuran sedang dan 1 liter.

Setelah seharian memulung dan muatan sampah botol plastik di perahu terasa cukup, pemulung-pemulung tersebut biasanya langsung bergegas menuju lapak untuk menjualnya. Bagi mereka, sampah-sampah tersebut membawa rezeki—sebagai sumber penghidupan sehari-hari.

Kalau lagi beruntung, sampah plastik yang didapat bisa mencapai 10 kilo dan sedikitnya hanya ½ - 2 kilo. Di lapak-lapak penampungan, 1 kilo sampah plastik tersebut dihargai Rp 2 ribu.

Para pemulung di kali tersebut terhitung cukup banyak. Dari remaja sampai orang tua yang sudah memiliki keluarga. “Alhamdulillah, dari hasil memulung, saya bisa menghidupi isteri dan keempat anak saya,” kata Aan (55) yang memulung di kali Baru sejak 1997 silam.

Panen di Musim Penghujan
Bila sudah menjadi profesi, apa pun risikonya, pasti akan ditempuh. Sama halnya dengan para pemulung di kali ini, mereka tak peduli dengan teriknya sinar matahari dan bau tak sedap yang menyegat. Belum lagi air kali yang terlihat tidak lagi bening, melainkan berwarna hitam pekat dan berlumpur.

Dalam mencari rejeki, ternyata mereka pun memiliki pasang-surut. Ada kalanya sampah plastik berlimpah di kali, tapi ada pula saatnya kali bersih dari sampah plastik. Pada musim kemarau, biasanya sampah botol plastik akan sulit didapat. “Kalau sampah sedang sedikit, biasanya kami akan berperahu mengarah ke hulu. Pokoknya, cari ke mana saja, siapa tahu ada sampah yang terjebak di pinggir-pinggir kali,” terangnya.

Sebaliknya, pada musim penghujan, akan banyak sampah botol plastik yang terbawa arus air dari hulu menuju hilir. Menurut Aan, musim penghujan membawa berkah tersendiri buat kami. Musim itu adalah saatnya panen sampah botol plastik.

“Sepengetahuan saya, teman-teman yang berprofesi sebagai pemulung di kali baru mencapai 50-an orang. Jumlah itu baru yang saya tahu, mungkin jumlahnya bisa lebih. Para pemulung bisa dilihat dari mulai jembatan Daan Mogot hingga ke arah hilir Kali Baru, Kapuk, Cengkareng,” terang Aan.

Seperti disebutkan di atas, keberadaan para pemulung ini tidak bisa dipungkiri juga ikut mengurangi volume sampah kali. Bayangkan, minimal ½ - 2 kilo sampah plastik diangkat dari kali tersebut. Bila dikali 50 orang, sudah berapa banyak sampah yang mereka angkut? Secara tidak langsung, mereka juga ikut menjaga kebersihan kali dari sampah, khususnya sampah botol plastik.

Sama seperti Aan, Sardono (60) yang mulai berprofesi sebagai pemulung sampah botol plastik sejak tahun 1997, menganggap sampah botol plastik seperti “seonggok uang”. Makanya, tidak hanya di kali Baru, di mana ada sampah, ia pun akan ke sana untuk memulungnya. “Sampah sudah saya anggap uang,” katanya.

Perahu sebagai sarana trasportasi utama bagi pemulung di atas air rata-rata adalah kepunyaan sendiri. Kondisi perahu bocor karena termakan usia kerap mereka alami.
“Kalau bocor, kami perbaiki sendiri. Menambalnya dengan serat fiber yang bisa awet hingga satu tahunan. Kalau diperbaiki orang lain, biayanya bisa menghabiskan dana sebesar Rp 200 ribu. Tapi, biaya segitu masih wajar, dari pada bikin perahu baru yang harganya sekitar satu jutaan,” ucap Sardono.

Melihat kesederhanaan para pemulung sampah ini, sering terpikirkan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Sedangkan biaya hidup dan harga-harga kebutuhan pokok sudah melambung tinggi. Belum lagi kebutuhan pendidikan dan lainnya. Apa mereka masih bisa mencukupinya?

“Kami tidak berharap muluk-muluk, kondisi perahu layak jalan dan bisa memulung banyak sampah plastik saja itu sudah cukup. Dan kami bersyukur bisa menghidupi isteri dan anak-anak kami dari hasil pekerjaan halal ini,” tutupnya.

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP