Koran Digital Justru Gairahkan Budaya Baca

Naskah koran diterbitkan di internet adalah hal yang sudah biasa pada saat ini. Namun, menyaksikan koran dalam tampilan cetaknya di dunia maya secara utuh halaman per halaman adalah hal baru. Inilah yang disebut koran digital (e-paper).

Sejumlah koran nasional sudah mendigitalisasi koran cetak mereka termasuk Kompas. Pertanyaan kemudian timbul, apakah koran "gaya baru" ini akan mematikan koran cetak seiring kian maraknya pengakses internet di Indonesia ? Jawabnya ternyata tidak.

Setidaknya itulah yang ditegaskan Chief Executive Serious Group, John Fong asal Malaysia. Serious Group adalah pemilik jasa layanan pembuat koran digital terkemuka berlabel Softpress. Kelompok ini pula yang menangani koran digital milik Kompas.

Menurut John, hadirnya koran digital justru menggairahkan budaya baca. Koran jenis baru ini akan menjadi mitra strategis untuk mengembangkan koran cetak sehingga tidak ditinggalkan pembacanya. "E-paper tidak bisa dilawankan dengan hadirnya televisi pada 1990an. Karena televisi mengembangkan budaya menonton, sedangkan e-paper sama-sama mengembangkan budaya membaca seperti di cetak," kata John saat bertandang ke redaksi Kompas.com, Rabu (29/4).

Secara gamblang, John membeberkan "rahasia bisnis" di balik masa depan koran digital yang akan menjadi lahan baru bagi koran cetak mengembangkan diri. Menurutnya, koran digital sangat memanjakan pembaca dan pemasang iklan. Tampilannya sama persis dengan versi cetak, minus yang dapat ditimbulkan oleh mesin cetak. Pada edisi digital, pembaca bisa menikmati halaman demi halaman koran itu. Dengan satu klik, artikel--dengan naskah yang terlalu kecil ukuran bisa dibaca dengan mudah di jendela, lengkap dengan foto ataupun infografis yang menjadi ciri utamanya. Artikel pun bisa dicetak semudah mengklik tombol Print tanpa perlu mencetak semua halaman.

Pembaca juga bisa memasuki halaman yang diinginkan, galeri foto, iklan, teks bergerak yang membuatnya terhubung ke situs berita, sampai fasilitas mesin pencari. Bagi koran digital bikinan Softpress juga dilengkapi fasilitas "dot density report" di mana kita bisa mengetahui jumlah pengeklik berita sekaligus berita paling populer.

Bagi pemasang iklan akan dimanjakan lantaran iklan bisa diklik dan ditampilkan pada halaman tersendiri. Sedangkan bagi pemilik koran digital, mereka bisa mensinergikan pemasang iklan di cetak dengan di digital. "Misalnya, pemasang iklan dicetak diberi bonus iklan dalam bentuk video di e-papar dengan sedikit tambahan harga. Saya kira pemasang iklan akan menilai ini tawaran menarik," kata John.

Optimisme John juga didasarkan fakta bahwa koran digital berpeluang terbaca oleh pengakses dari banyak negara. Sebagai gambaran, menurut John, koran digital Kompas saat ini terbaca di 108 negara di dunia.(Kompas.com)

Read More ..

WHO: Flu Babi Sudah Fase 5

Data resmi website Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, flu babi sudah memasuki fase 5. Fase 5 ditandai dengan penularan antarmanusia yang menyebar di setidaknya dua negara di dalam satu region WHO. Fase 5 adalah signal kuat bahwa pandemi sudah mengancam dan merupakan waktu untuk menyempurnakan organisasi dan komunikasi serta mengimplementasikan rencana mitigasi yang ada.

"Jumlah kasus per 30 April 2009 adalah Austria 1 kasus, Kanada (13), Jerman (3), Israel (2), Selandia Baru (3), Spanyol (4), dan Inggris (5), semua negara ini tidak ada kematian. Sementara itu di AS 91 kasus dan 1 kasus meninggal dunia serta Meksiko 26 kasus dan 7 meninggal dunia. Total di seluruh dunia sampai kemarin ada 148 kasus dan 8 di antaranya meninggal dunia (CFR 5,4 persen)," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL) Departemen Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Kamis (30/4).

Tanggal 29 April 2009 Menteri Kesehatan sudah membuat edaran ke semua gubernur di Indonesia untuk menangani swine flu/flu Meksiko ini.

"Sudah dikirimkan lagi surat edaran Dirjen P2PL tentang definisi kasus dan pedoman pengobatan kepada semua dinas kesehatan di Indonesia sebagai pegangan petugas kesehatan yang dibuat berdasarkan pertemuan para pakar pada 29 April pagi di Departemen Kesehatan," kata Tjandra Yoga.

Juga telah dikirimkan lagi surat edaran Dirjen P2PL ke semua Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan yang menjelaskan secara lebih rinci alur dan prosedur pemeriksaan penumpang di bandara dan pelabuhan.

Posko DitJen P2PL Depkes secara aktif menghubungi semua kantor kesehatan pelabuhan di seluruh Indonesia setidaknya dua kali sehari untuk mencek perkembangan di berbagai bandara/pelabuhan.

Fase 5
Mengenai apa yang dimaksud dengan fase-fase pada flu babi, Tjandra Yoga menjelaskan bahwa fase 3 adalah kasus sporadik atau kluster kecil, penukar antarmanusia terbatas (misalnya pada kontak amat erat), tidak ada penularan berkepanjangan di masyarakat, tidak jelas apakah akan terjadi pandemi.

Fase 4, jelas ada penularan antarmanusia, telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) di masyarakat (community-level outbreaks). Kemungkinan penularan berkelanjutan menjadi meningkat dan risiko terjadinya pandemi juga makin meningkat secara bermakna.

Fase 5 ditandai dengan penularan antarmanusia yang menyebar pada setidaknya dua negara di dalam satu region WHO. Fase 5 adalah signal kuat bahwa pandemi sudah mengancam dan merupakan waktu untuk menyempurnakan organisasi dan komunikasi serta mengimplementasikan rencana mitigasi yang ada.

Fase 6 adalah fase pandemi, di mana sudah terjadi KLB juga juga di setidaknya satu negara lain di luar region WHO yang tadi sudah terkena di fase 5. Kalau sudah ada deklarasi fase 6, artinya pandemi sedang berjalan. (Kompas.com)

Read More ..

2100 Bumi Akan Panas Sekali

Ancaman pemanasan global masih dapat dihilangkan dalam jumlah sangat besar jika semua negara memangkas buangan gas rumah kaca, yang memerangkap panas, sampai 70 persen pada abad ini, demikian hasil satu analisis baru.

Meskipun temperatur global akan naik, sebagian aspek perubahan iklim yang paling berpotensi menimbulkan bahaya terhadap, termasuk kehilangan besar es laut Kutub Utara dan tanah beku serta kenaikan mencolok permukaan air laut, dapat dihindari.

Studi tersebut, yang dipimpin oleh beberapa ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research (NCAR), direncanakan disiarkan pekan depan di dalam Geophysical Research Letters. Penelitian itu didanai oleh Department of Energy dan National Science Foundation, penaja NCAR.

"Penelitian ini menunjukkan kita tidak lagi dapat menghindari pemanasan mencolok selama abad ini," kata ilmuwan NCAR Warren Washington, pemimpin peneliti tersebut.

Temperatur rata-rata global telah bertambah hangat mendekati 1 derajat celsius (hampir 1,8 derajat fahrenheit) sejak era pra-industri. Kebanyakan pemanasan disebabkan oleh buangan gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, terutama karbon dioksida.

Gas yang memerangkap panas itu telah naik dari tingkat era pra-industri sekitar 284 bagian per juta (ppm) di atmosfer jadi lebih dari 380 ppm hari ini.

Sementara penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pemanasan tambahan sebesar 1 derajat celsius (1,8 derajat fahrenheit) mungkin menjadi permulaan bagi perubahan iklim yang berbahaya, Uni Eropa telah menyerukan pengurangan dramatis buangan gas karbon dioksida dan gas rumah kaca. Kongres AS juga sedang membahas masalah itu.

Guna mengkaji dampak pengurangan semacam itu terhadap iklim di dunia, Washington dan rekannya melakukan kajian superkomputer global dengan menggunakan Community Climate System Model, yang berpusat di NCAR.

Mereka berasumsi, tingkat karbon dioksida dapat dipertahankan pada angka 450 ppm pada penghujung abad ini. Jumlah tersebut berasal dari US Climate Change Science Program, yang telah menetapkan 450 ppm sebagai sasaran yang bisa dicapai jika dunia secara cepat menyesuaikan tindakan pelestarian dan teknologi hijau baru guna mengurangi buangan gas secara dramatis.

Sebaliknya, buangan gas sekarang berada di jalur menuju tingkat 750 ppm paling lambat pada 2100 jika tak dikendalikan.

Hasil tim tersebut memperlihatkan kalau karbon dioksida ditahan pada tingkat 450 ppm, temperatur global akan naik sebesar 0,6 derajat celsius (sekitar 1 derajat fahrenheit) di atas catatan saat ini sampai akhir abad ini.

Sebaliknya, studi itu memperlihatkan, temperatur akan naik hampir sebesar empat kali jumlah tersebut, jadi 2,2 derajat celsius (4 derajat fahrenheit) di atas catatan saat ini, kalau buangan gas dibiarkan terus berlanjut di jalurnya saat ini.

Menahan tingkat karbon dioksida pada angka 450 ppm akan memiliki dampak lain, demikian perkiraan studi contoh iklim itu.

Kenaikan permukaan air laut akibat peningkatan panas karena temperatur air menghangat akan menjadi 14 sentimeter (sekitar 5,5 inci) dan bukan 22 sentimeter (8,7 inci). Kenaikan mencolok permukaan air laut diperkirakan akan terjadi karena pencairan lapisan es dan gletser.

Volume es Kutub Utara pada musim panas menyusut sebanyak seperempat dan diperkirakan akan stabil paling lambat pada 2100. Suatu penelitian telah menyatakan, es musim panas akan hilang sama sekali pada abad ini jika buangan gas tetap pada tingkat saat ini.

Pemanasan Kutub Utara akan berkurang separuhnya sehingga membantu melestarikan populasi ikan dan burung laut serta hewan mamalia laut di wilayah seperti di bagian utara Laut Bering.

Perubahan salju regional secara mencolok, termasuk penurunan salju di US Southwest dan peningkatan di US Norhteast serta Kanada, akan berkurang sampai separuh kalau buangan gas dapat dipertahankan pada tingkat 450 ppm.

Sistem cuaca itu akan stabil sampai sekitar 2100, dan bukan terus menghangat. Tim penelitian tersebut menggunakan simulasi superkomputer guna membandingkan skenario peristiwa biasa melalui pengurangan dramatis buangan karbon dioksida yang dimulai dalam waktu sekitar satu dasawarsa.

Penulis kajian tersebut menegaskan, mereka tidak mengkaji bagaimana pengurangan seperti itu dapat dicapai atau menyarankan kebijakan tertentu.

"Tujuan kami ialah menyediakan bagi pembuat kebijakan penelitian yang sesuai sehingga mereka dapat membuat keputusan setelah mendapat keterangan," kata Washington.

"Studi ini menyediakan suatu harapan bahwa kita dapat menghindari dampak terburuk perubahan iklim, jika masyarakat dapat mengurangi buangan dalam jumlah besar selama beberapa dasawarsa mendatang dan melanjutkan pengurangan utama sepanjang abad ini." (Kompas.com)

Read More ..

Mengapa Bayi Itu Membatu di Kandungan?

Tim dokter yang dipimpin dr H Hafiz Usman SpoG dikejutkan dengan ditemukannya bayi yang sudah membatu di dalam rongga perut Ny Painah (48). Saat itu Painah sedang menjalani operasi pengangkatan mioma uteri (sejenis tumor jinak,) di Rumah Sakit Dr Noesmir Baturaja, Rabu (22/4).

Menurut keluarga Painah, kemungkian besar bayi itu sudah “menghuni” perut ibunya selama 24 tahun. Saat itu, setelah acara nujuh bulan (syukuran untuk wanita yang sedang hamil tujuh bulan), janin di perut Ny Painah hilang dan perut Ny Painah berangsur mengecil seperti orang yang sudah bersalin.

Dr H Hafiz Usman SpoG yang ditemui seusai melakukan tindakan operasi mengatakan, kasus ini atau dalam istilah medis lito pedium (lito berarti batu dan pedium artinya anak) baru pertama kali ditemukan di Ogan Komering Ulu (OKU). Namun, di dunia medis hal ini sudah dikenal, dan kasus terakhir terjadi di Jawa Timur.

Menurut Dr H Hafiz Usman SpoG, Painah mengalami kehamilan intra abdominal atau ekstra utrin, janin meninggal dunia di dalam tapi tidak terjadi pembusukan dan janin tidak keluar (lahir) sebab posisi janin di dalam rongga perut (di luar rahim). Akibatnya, terjadi proses kalsifikasi (pengapuran).

Janin dengan berat 300 gr-400 gr dan panjang 14 cm (jika diluruskan), menurut dokter, diperkirakan berusia empat bulan. Janin normal ini masih terbungkus jaringan ikat kologin dengan posisi tangan kanan dilipat di bawah kepala dan tangan kiri terlipat di bawah paha kiri. Menurut Dr H Hafiz Usman, janin pasangan Ny Painah dan Sugiyanto ini sudah memiliki anggota gerak atas dan bawah yang lengkap.

Menurut Hafiz Usman, awalnya pasien masuk ke rumah sakit dengan keluhan keluar darah dari vagina (pendarahan) selama dua bulan terakhir tanpa henti. Selanjutnya, pasien asal Desa Krujon, Kecamatan Semendaway Suku III atau yang lebih dikenal BK XVI Belitang, Kabupaten OKU Timur, ini menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah dilakukan USG ditemukan tumor jinak di dalam rahim dan disarankan operasi mioma uteri.

Lebih jauh, menurut dokter, saat USG tidak tergambar dengan khas kalau ada lito pediun dalam perut pasien sehingga perhatian tim dokter hanya terfokus pada tumor. Operasi dimulai pukul 09.00 (1,5 jam) setelah dokter melakukan tindakan operasi pengangkatan mioma uteri, rahim lengket ketika dilepaskan dokter teraba benda seperti batu di daerah saluran telur sebelah kanan di luar rahim.

Awalnya dokter heran kenapa ada batu dalam perut pasien, rupanya ditemukan lito pediom di daerah saluran telur sebelah kanan di luar rahim. Setelah dokter menemukan lito pedium, tak lama berselang dokter juga menemukan tembuni yang tidak terserap yang juga sudah mengalami pengapuran.

Kasus hamil di luar rahim sebenarnya sering terjadi, tapi bila cepat ketahuan bisa diselamatkan dengan cara melakukan operasi pada saat janin sudah cukup bulan. Kasus ini menurut dokter tergolong langka.

“Bila keluarga pasien ikhlas bisa disumbangkan ke laboratorium untuk kepentingan pengetahuan dunia kedokteran,” katanya. Namun, sayangnya, keluarga Painah akan menguburkan janinnya, apalagi ini janin pertama dan terakhir (karena setelah itu Painah tidak hamil lagi).

Pengamatan Sripo, Painah yang baru menjalani operasi belum pulih. Wanita separuh baya ini terlihat belum sadar. Anggota keluarga Painah ingin merahasiakan seputar ditemukannya janin yang sudah mengalami pengapuran, bahkan mereka meminta pengunjung rumah sakit maupun penunggu pasien tidak merubung Painah. “Sudahlah, jangan jadi tontonan, ini orang sakit,” ujar salah seorang keluarga Painah seraya meminta warga membubarkan diri. (Kompas.com/eni)

Read More ..

24 Tahun Bayi Menjadi Batu di Perut

Tim dokter dikejutkan dengan ditemukannya bayi yang sudah membatu dalam rongga perut Ny Painah (48) pada saat operasi pengangkatan mioma uteri yang dilakukan tim dokter dipimpin dr H Hafiz Usman SpoG di Rumah Sakit dr Noesmir Baturaja Rabu (22/4).

Bayi dengan berat sekitar 300 gram – 400 gram dan panjang 14 cm itu menurut keluarga Painah sudah menghuni perut ibunya selama 24 tahun. Namun setelah acara tujuh bulanan, bayi hilang dan perut ibunya berangsur mengecil seperti orang sudah bersalin.

Dokter H Hafiz Usman SpOG mengatakan kasus ini atau dalam istilah medis Lito pedium (lito berarti batu dan pedium artinya anak) baru pertama kali ditemukan di Ogan Komering Utara (OKU). Ibu bayi mengalami kehamilan intraabdominal /ekstra utrin. Bayi meninggal dunia pada kehamilan tujuh bulan dan tidak ada jalan keluar (lahir) karena posisi bayi di dalam rongga perut atau bayi berada di luar rahim. (Kompas.com/Leni Juwita)

Read More ..

10 Langkah Menulis Surat Pembaca Yang Menembus Media

Oleh : Budi Purnomo

Menulis Surat Pembaca itu gampang, kata seorang penulis yang memang namanya sering terpampang di berbagai rubrik Surat Pembaca media cetak. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa menulis Surat pembaca itu sulit. Namun terlepas dari pro kontra tersebut, dibandingkan dengan karya tulis lainnya, menulis Surat Pembaca memang lebih gampang. Mudah-mudahan, Tips Sepuluh Langkah ini dapat menjadi obat bagi Anda yang masih merasa kesulitan menulis Surat Pembaca.

Langkah Pertama : Tentukan tema yang akan ditulis
Sebagaimana menulis artikel pada umumnya, menulis Surat Pembaca pun memerlukan tema yang jelas. Dengan tema yang jelas, diharapkan penulis akan konsentrasi dan fokus terhadap permasalahan yang berkaitan dengan tema. Entah itu memberikan solusi terbaik, menyampaikan pandangan pro dan kontra atau bahkan wacana alternative. Oleh karena itu pembuatan judul tetap harus memiligi daya tarik dan disesuaikan dengan isinya. Misalnya, kita akan menulis tentang lingkungan hidup, maka kita jangan ngelantur kemana-mana. Selain space tulisan yang terbatas, tulisan yang ngelantur sangat tidak produktif dan tidak enak dibaca.

Langkah Kedua : Tuangkan tulisan dengan bahasa yang jelas
Meskipun belum tentu merupakan suatu kesalahan, tetapi salah satu kelemahan para penulis adalah menonjolkan penulisan dengan menyisipkan bahasa-bahasa asing yang tidak perlu. Tujuannya (mungkin) agar terlihat intelek dan (terlihat) mengikuti perkembangan baru. Sebenarnya sih boleh-boleh saja. Tetapi untuk menulis Surat Pembaca tolong dipertimbangkan baik-baik. Bagaimana pun, menuangkan tulisan dengan bahasa yang lebih jelas dinilai lebih bagus. Penyebabnya, karena karakteristik penulisan Surat Pembaca yang harus singkat dan padat.

Langkah Ketiga : Jangan menulis terlalu panjang.
Kalau kita jeli meneliti tulisan-tulisan Surat Pembaca yang ada di media cetak, baik itu suratkabar, tabloid, maupun majalah, paling panjang hanya memuat 3 s/d 5 paragraph/alenea. Rumus seperti ini sebaiknya jangan Anda tabrak. Mengapa ? tulisan yang panjang dan lebar hanya akan menambah pekerjaan redaksi yang sudah bertumpuk pekerjaan. Kalau Anda menjadi redaksinya pun, tentu akan lebih senang memilih tulisan atau artikel yang pas, sesuai dengan harapan, dan tidak berpanjang lebar.

Langkah Keempat : Baca lagi, edit lagi.
Setelah tulisan selesai dibuat, sebaiknya jangan langsung dikirim ke media cetak. Cobalah diendapkan sebentar saja, lalu Anda cek sekali lagi. Apakah masih ada salah huruf atau salah kata ? Bahkan mungkin ada kalimat-kalimat yang dirangkai dari satu kalimat ke kalimat lain yang tidak nyambung ? Pastikan, semua tulisan yang Anda buat sempurna menurut versi Anda sendiri. Bila perlu, konfirmasikan lagi kepada senior Anda, apakah tulisan Anda ini sudah oke atau kurang ? Kalau Anda akan membacanya lagi, kemudian Anda edit lagi karena Anda kurang puas, lakukanlah dengan penuh perjuangan, sampai Anda benar-benar nyaman dengan tulisan yang Anda buat sendiri.

Langkah Kelima : Buat surat pengantar
Akan lebih sopan kalau dalam mengirimkan Surat Pembaca kita juga diberikan pengantar yang isinya bahwa surat yang terlampir adalah surat pembaca. Contoh isi surat pengantar secara ringkas adalah sebagai berikut : Bersama ini kami kirimkan tulisan berjudul : “ (tuliskan judulnya) ” untuk dimuat di Rubrik Surat Pembaca media cetak yang Bapak/Ibu pimpin. Semoga Surat Pembaca kami ini dapat dipublikasikan di media cetak Bapak/Ibu. Atas bantuan yang diberikan, kami menyampaikan terima kasih. Jangan lupa cantumkan Nama, Alamat, serta Nomor Telp/HP Anda yang gampang dihubungi.

Langkah Keenam : Jangan lupa lampirkan identitas diri.
Kalau kita buka media cetak di halaman opini atau pun di bawah box susunan redaksi media massa, selalu dicantumkan informasi agar setiap pengirim Surat Pembaca melampirkan fotocopy identitas diri. Anda dituntut ketaatan untuk memenuhi ketentuan ini. Kalau KTP tidak ada, Anda bisa menggunakan Kartu SIM, Kartu Pelajar, atau kartu identitas yang lainnya. Yang penting, jangan melampirkan yang kartu identitas yang asli, cukup fotocopy-nya saja,

Langkah Ketujuh : Kirimkan kepada alamat redaksi media
Setelah semuanya siap, barulah Anda mengirimkan surat kepada redaksi yang mengasuh rubrik Surat Pembaca. Biasanya redaksi Surat Pembaca juga mengelola halaman Opini. Alamat Redaksi media cetak selalu dicantumkan di box susunan redaksi, masing-masing media. Untuk alamat redaksi yang lebih lengkap, Komunitas Penulis Surat Pembaca “JEJak” sudah menyediakannya secara gratis di http://infojejak. blogspot. com/2006/ 04/daftar- alamat-redaksi- media-cetak. html atau di http://alamatmedia. blogspot. com. Setelah itu, silahkan kirim tulisan Surat Pembaca Anda ke media cetak yang memiliki visi dan misi yang sama dengan contain atau materi Surat Pembaca yang Anda buat. Kalau Anda memiliki minat besar untuk menulis, biasanya dengan membaca media cetak (atau membaca Surat Pembaca yang dimuat di situ), Anda akan memiliki feeling bahwa tulisan-tulisan dengan visi dan misi tertentu maka potensi untuk dimuatnya sangat tinggi.

Langkah Kedelapan : Monitoring pemuatan Surat Pembaca
Setelah mengirimkan Surat Pembaca ke redaksi media cetak, Anda tinggal menunggu pemuatan atau penerbitannya di media cetak yang kita kirim. Jangan berharap redaksi akan memberitahu Anda untuk pemuatan, karena mereka pun memiliki waktu yang terbatas dan dikejar dead line. Kalau punya uang, lebih baik Anda membeli media cetak tersebut untuk memonitor apakah Surat Pembaca kita sudah dimuat atau belum. Tetapi, kalau keuangan Anda terbatas, pinjam sebentar di agen media cetak atau tukang koran untuk ngintip rubrik Surat Pembaca, juga bisa Anda lakukan.

Langkah Kesembilan : Coba lagi, dan jangan putus asa
Kalau tulisan Anda tidak dimuat, jangan berputus asa. Kesuksesan penulis-penulis hebat adalah karena tulisan-tulisannya pernah ditolak oleh penerbit. Anda coba lagi, baca lagi, belajar lagi dan kirim lagi. Pokoknya jangan ada istilah berputus asa, karena dengan demikian maka Anda pasti bisa.

Langkah Kesepuluh : Dokumentasikan Surat Pembaca Anda
Tulisan-tulisan Surat Pembaca yang telah dimuat di media massa, jangan dibuang. Buatlah dokumentasi yang rapi, suatu saat pasti akan berguna bagi karir dan kehidupan Anda. Memang benar, kegiatan menulis Surat pembaca bukan karena alasan uang, tidak ada honor dari penerbit apabila tulisan Anda dimuat di rubrik Surat Pembaca. Tetapi, kalau kita rutin menulis, maka kemampuan interlektualitas kita terasah.

Kalau tulisan Surat Pembaca sudah menumpuk, Anda bisa mendokumentasikanny a via blog pribadi,, dan kemudian ditawarkan kepada penerbit buku, siapa tahu ada yang berminat. Kalau jalannya mulus, Anda pun menjadi ngetop. Kata orang, ngetop adalah rejeki berupa benefit yang bisa mendatangkan profit. Mudah-mudahan, Anda termasuk keluarga besar penulis yang beruntung. Semoga!

Sumber: Komunitas Penulis Surat Pembaca Jakarta


Read More ..

Pelangsing Herbal Berbahaya?

Beberapa produk herbal untuk pelangsing tubuh diduga mengandung obat-obatan yang bisa membahayakan kesehatan konsumen. Dalam laporan hasil penelitian dijurnal Deutsches Arzteblatt International, peneliti Jerman, menjelaskan kasus 17 pasien yang teracuni setelah mengkonsumsi kapsul pelangsing dari Cina, yang dijual di Internet.

Meski produk mereka dipasarkan sebagai produk herbal, uji laboratorium menunjukkan produk tersebut mengandung sibutramine dosis tinggi. Ini adalah kandungan bahan aktif yang digunakan dalam obat anti obesitas yang dijual dengan merek Meridia di Amerika dan Reductil di Eropa.

Para pasien yang dilaporkan dirawat di pusat kontrol keracunan di dua kota di Jerman, para pasien mengeluhkan berbagai gejala seperti peningkatan detak jantung, sakit dada, pusing, muntah dan sesak nafas. Dua kasus diantaranya juga mengalami gangguan kejiwaan atau psikosis temporer kita menggunakan produk itu dikombinasi dengan obat-obatan yang diresepkan dokter. Dari 17 kasus keracuman, empat pasien telah menyerahkan pil mereka untuk diteliti. Para peneliti menemukan kandungan produk yang diklaim herbal ini mengandung sibutramine dua kali dari dosis maksimuk yang dibolehkan diresepkan di Jerman.

Sibutramine adalah zat kimia yang setara dengan amphetamine. Zat ini berfungsi meningkatkan aktivitas hormon norepinephrine dan serotonin yang mentransmisikan perasn ke sel saraf dan berperan penting dalam hal selera makan dan mentabolisme tubuh.
Orang yang seharusnya tidak menggunakan Sibutramine adalah mereka yang mengidap sakit jantung, gangguan jiwa, tekanan darah tinggi tak terkontrol, atau sakit ginjal.

“Konsumen harus memahami risiko potensial dan tidak bertindak hanya berdasarkan asumsi bahwa herbal pasti aman,” kata peminpin peneliti Dr. Dieter Muller, seorang farmakologi di Giftinformationszentrum Nord di Gottingen Jerman.

Muller mengatakan ia tak hendak mengatakan konsumen untuk menghindari herbal pelangsing yang dijual di internet. “ Karena ada banyak pula produk pelangsing lain yang tak diragukan tak memiliki risiko kesehatan,” katanya. Tapi para pasien sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter mereka, terutama jika mereka sedang mengkonsumsi obat yang diresepkan.

Namun masalahnya tak semua dokter memahami produk herbal, Muller mencatat. Tapi setidaknya dokter punya catatan medis pasien. Dengan catatan tersebut, mereka bisa menghitung sisiko potensial yang terjadi jika pasien mengkonsumsi pelangsing herbal dikombinasikan dengan obat yang diresepkan. (TEMPO Interaktif)

Read More ..

Mengungkap Misteri J2

Artikel kali ini pasti akan memuaskan ribuan orang yang telah mengirimkan pertanyaan seputar Jerk Joke (J2) pada kami. Minimal, satu email setiap harinya masuk menanyakan serba-serbi J2 yang begitu misterius itu.

Sekalipun terdengar rumit, pada dasarnya J2 merupakan sebuah pola komunikasi yang sudah biasa Anda dan saya lakukan setiap harinya. Anda pasti sudah sering melakukan hal tersebut kepada sahabat dekat atau lingkaran sosial inti Anda. Dengan demikian, nyaris tidak ada seorang pun yang tidak pernah melakukan J2 dalam hidupnya, sekalipun kemungkinan besar dia tidak pernah menyadari bahwa itu adalah sebuah aplikasi J2.

Istilah Jerk Joke mengacu pada persepsi awal yang dimiliki seseorang ketika mendengar lemparan J2 dari Anda, yakni seolah-olah Anda adalah orang menyebalkan yang senang menjadikan orang lain sebagai bahan candaan, atau dalam bahasa Inggrisnya lebih mengena, “a jerk who loves to joke at the expense of other people.”

Nah, apakah Anda bisa mengingat kapan terakhir kali sahabat-sahabat Anda menyampaikan ekspresi seperti itu tentang Anda? Secara verbal, pernyataan mereka bisa berbunyi, “Rese loe,” “Wah parah bercandanya,” atau “Awas yah…” sambil disertai seringai, senyum kalah, bibir tersimpul, atau bisa juga wajah cemberut gemas.

Jika Anda pernah mendapatkan respon seperti itu dari salah seorang kenalan atau sahabat, maka Anda kemungkinan besar baru saja melemparkan sebuah J2. Yang menjadi masalah bukanlah tentang ketidaktahuan Anda akan cara menggunakan J2, melainkan tentang ketidakberanian Anda untuk melakukannya pada lawan jenis yang Anda sukai!
Anda menggunakan Jerk Joke pada kerabat keluarga, sahabat dekat, pada wanita yang tidak masuk dalam kategori minat Anda… namun tidak pernah pada “wanita vitamin” yang setiap hari Anda temui di mana-mana. Padahal justru di sanalah sebuah J2 akan menampilkan efek kekuatan yang sebenarnya.

Ketika dahulu memformulasikan istilah Jerk Joke, saya memang dengan sengaja menginginkan kata yang beririsan dengan arti ‘seorang brengsek’, namun juga sekaligus mengacu pada arti lainnya dari kata ‘jerk’, yakni ‘sentakan, tarikan, dorongan, atau gerakan yang cepat dan instan’. Oleh sebab itu, untuk menyempurnakan penjabaran Jet dalam Mengubah Kepribadian, saya akan memaparkan definisi J2 sebagai berikut:

“Jerk Joke adalah pernyataan cerdas, verbal maupun non-verbal, dari hasil observasi yang disampaikan secara tampak-spontan dengan nada, gaya, atau timing yang menggelitik, mengejutkan, menjebak, bermakna ambigu, menyindir, atau menyebalkan.”
Saya akan bahas satu per satu setiap frase kunci dalam definisi di atas.

Pernyataan cerdas : Ekspresi J2 yang baik akan mencerminkan kecerdasan atau keunggulan intelektualitas pribadi yang menggunakannya, sehingga pada akhirnya melipatgandakan imej glossy yang ada. Dalam bahasa Inggris, ekspresi seperti ini dikenal dengan istilah ‘witty’. Seseorang yang memiliki kualitas demikian, akan memberikan sensasi warna yang berbeda dalam percakapan.

Contohnya berkata, “Wah, luar biasa tepat waktu nih, bahkan kecepetan karena sekarang jam 5 sore…” kepada seseorang yang sebelumnya berjanji datang pukul 4, atau “Hmm, bukan begitu caranya cari perhatian dari gue…” kepada seseorang yang tidak sengaja menyenggol jatuh gelas minumannya. Perhatikan, kedua kalimat tersebut menggunakan sebuah fakta akan kecelakaan (terlambat dan tersenggol) namun kalimat respon Anda dipuntir sedemikian rupa sehingga seolah-olah bermakna yang lain.

Verbal maupun non verbal : Jerk Joke bisa disampaikan dalam ucapan (verbal) dan bahasa tubuh (non-verbal). Ketika Anda menggunakan keduanya, efek yang dialami sang target akan berlipat-lipat kali ganda. Sayang, hal tersebut hanya bisa Anda pelajari secara detil dalam workshop/seminar.

Dari hasil observasi : Anda akan sulit memainkan J2 bila mata dan telinga tidak awas menyimak hal-hal yang sedang terjadi di sekeliling Anda. Itu sebabnya pria yang masih grogi dan termakan banyak ilusi ketika berdialog dengan wanita cantik akan kewalahan menemukan bahan maupun celah untuk menyampaikan Jerk Joke. Observasi adalah hal yang sangat penting, tanpanya J2 Anda hanya bersifat hapalan belaka dan terlalu umum.

Keluhan terbesar dari para wanita adalah pria tidak peka dan sensitif. Pria lossy akan berusaha menunjukkan kepekaannya dengan cara memenuhi kebutuhan sang wanita idaman dan bersikap sebagai “budak penjilat” sepanjang hari. Pria glossy menunjukkan sisi kepekaannya dengan cara menyimak 100% apa yang terjadi luar dalam dari sang wanita dan menyampaikannya dalam bentuk umpan J2. Contoh, “Elo suka banget ya sama baju ini, setiap kali ketemu selalu pake ini terus…”

Yang disampaikan secara tampak spontan : Efektifitas J2 sangat bergantung pada kecepatan Anda untuk memproduksinya. Semakin singkat waktu yang Anda butuhkan untuk berpikir dan menyampaikannya, semakin Anda terlihat spontan, semakin besar efek yang akan dirasakan oleh lawan bicara Anda. Spontan juga berarti Anda tidak menunggu respon seusai melemparkan Jerk Joke pada lawan bicara. Hal ini bisa Anda tingkatkan dengan cara membiasakan diri mengobservasi orang untuk menemukan hal-hal unik, lalu menyusunnya dalam bentuk komentar yang cerdas.

Dengan nada, gaya, atau timing : Bagaimana sikap Anda memainkan J2 jauh lebih penting daripada isi kalimat J2 itu sendiri. Sekali lagi, sayang ini tidak bisa diajarkan dalam bentuk teks, Anda harus melihatnya sendiri dalam program live training.

Yang menggelitik, mengejutkan, menjebak, bermakna ambigu, menyindir, atau menyebalkan : Hal-hal tersebut adalah berbagai macam hasil akhir yang dituju oleh sebuah ekspresi J2. Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, menghina dan merendahkan tidak termasuk ke dalam tujuan dari J2.

Perhatikan saya tidak menyertakan ‘menghibur’, ‘menggelikan’ maupun ‘konyol’ ke dalam definisi di atas karena J2 memang tidak sama dengan melucu, melawak, atau menyajikan komedi. Sekalipun dapat memancing tawa, namun Jerk Joke itu sendiri bukan pernyataan bercanda biasa, melainkan apa yang sebut sebagai Humor Strategis.
Anda ingin tahu lebih banyak lagi? Silakan baca artikel online dengan judul yang sama. di website kami. Selamat bereksperimen. (HitmanSystem)

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP