Kawasan Rekreasi untuk Anjing

Bagi yang punya hewan peliharaan, terutama anjing wajib untuk sesekali memanjakan hewan kesayangannya itu. Lebih dari sekedar berjalan-jalan, datang ke tempat rekreasi anjing bisa jadi pilihan yang paling tepat.

Maggy, anjing betina jenis Rottweiler yang berusia 4 tahun itu tampak senang ketika ditemani oleh seorang pemandunya untuk berkeliling di sebuah tanah lapang, yang di atasnya terdapat beberapa instrumen ketangkasan.

Sambil berlari agak kencang, Maggy menaiki sebuah jembatan kayu yang lebarnya sekitar 20 cm. Selesai melewati jembatan kayu, Maggy langsung meluncur ke sebuah terowongan kecil. Dengan sigapnya, ia melewati terowongan tersebut.

Aksi Maggy melewati beberapa arena ketangkasan itu dapat ditemui di Rumah Terraria. Sebuah lokasi yang menyuguhkan hiburan atau wisata untuk anjing. Rumah Terraria ini berlokasi di Jl. Platina II, Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Parung, Bogor.

Melihat tulisan lokasinya, mungkin terkesan jauh. Padahal, dari kawasan BSD Serpong, Rumah Terraria ini bisa dicapai dalam waktu 30 menit dengan kendaraan roda empat. Dari arah BSD, lurus saja ke perempatan Viktor.

Rumah Terraria, sebuah kawasan hunian yang asri, nyaman dan menyenangkan untuk anjing kesayangan Anda. Rumah Terraria hadir dengan konsep One Stop Dog’s Entertainment.

Di dalamnya terdapat fasilitas atau jasa penitipan, pelatihan, perawatan, rekreasi dan pembiakan anjing yang berorientasi kepada kenyamanan fisik dan psikis dari anjing yang dititipkan, sehingga anjing dapat melakukan aktifitas dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya senyaman dan senatural mungkin.

Dijelaskan oleh Pengelola Rumah Terraria, Yudiyanto Tasma atau yang akrab disapa Yudi, Rumah Terraria hadir di kawasan lingkungan dengan udara yang bersih, jauh dari pusat kegiatan atau perkotaan.

“Di sini masih banyak pohon rindang, masih banyak terdengar burung berkicau dari dahan-dahan pohon tersebut, membuat suasana semakin terasa bersahabat yang dapat membuat anjing betah dan gembira melakukan apa yang diinginkannya,” kata Yudi.

Untuk arena bermain anjing, selain memiliki lapangan dengan arena ketangkasan, Rumah Terraria juga menyediakan kolam renang untuk anjing. Anjing-anjing yang datang untuk berwisata ke tempat ini, dijamin akan tersenyum gembira.

“Selain arena ketangkasan, kami juga menyediakan jasa penitipan, grooming, peternakan, pelatihan, dan klinik hewan,” tegas Yudi menambahkan.

Taman rekreasi dan arena ketangkasan Rumah Terraria diperuntukan bagi segala jenis anjing. Biasanya, Rumah Terraria ramai dikunjungi pada akhir pekan.

Read More ..

Masakan Sunda Otentik

Rumah makan Sunda yang menyajikan masakan Sunda otentik—tidak ada penambahan menu masakan non-Sunda. Bahkan, bisa juga dilihat bagaimana cara penyajian hingga suasananya, sentuhan Sundanya kentara sekali.

Mengulas kuliner Sunda memang tidak ada habisnya. Deretan menu masakannya mencapai ratusan item. Sebagai contoh, setiap kabupaten di Jawa Barat mempunyai masakan khas dengan warna cita rasa tersendiri, walau tidak jauh berbeda dengan masakan Sunda dari kabupaten lainnya. Namu, satu kata untuk masakan Sunda, yaitu masuk di lidah orang kebanyakan.

Ciri khas masakan Sunda tergolong praktis dalam pengolahannya, tanpa banyak mengeluarkan keringat dalam mengulek bumbu dan memarut kelapa untuk santan, walaupun tentu saja usaha-usaha tersebut tetap ada untuk masakan tertentu.

Rumah Makan Ibu Haji Cijantung (IHC) salah satu rumah makan yang menyajikan masakan Sunda otentik. Menilik sejarahnya, sebelum berganti nama menjadi Ibu Haji Cijantung, dulu bernama Ibu Haji Ciganea—nama daerah di Purwakarta.


Masakan Sunda Otentik IHC terlihat dalam daftar menu makanannya, pure semuanya asli masakan Sunda—tidak menyertakan makanan non-Sunda. Berbeda dengan rumah makan masakan Sunda lainnya yang kerap menyajikan juga masakan non-Sunda. “Kami hanya menyajikan masakan Sunda saja—tidak keluar dari jalur masakan Sunda asli”, jelas pemilik Rumah Makan Ibu Haji Cijantung, Andreas Adrianus.

Adapun menu makanan yang disajikan diantaranya, Ayam Goreng, Ikan Goreng, Empal Gepuk, Babat Iso Goreng, Ati Ampela Goreng, Ikan Baby Goreng, Pepes Ayam, Pepes Ikan, Pepes Ati Ampela, Pepes Teri/Tahu/Jamur, Karedok, Pencok Leunca Kacang Panjang, Sambal Lalap, Sayur Asem/Sayur Lodeh, Bakwan Udang/Jagung, Tahu/Tempe.

Sedang minumnya, Es Teh Manis, Es Jeruk, dan Aneka Juice. Kisaran harga makanan mulai dari Rp 2 ribu-Rp 20 ribu, dan minuman Rp 1.500-Rp 6 ribu.

Menyoal penyajian makanan Sunda ala IHC sama seperti penyajian masakan Padang. Ragam lauk beserta nasi di taruh oleh pelayan di atas meja, dan apa yang kita makan itulah yang kita bayar.

Seperti rumah masakan asli Sunda umumnya, alunan bunyi suara angklung khas Sunda menggema keseisi ruangan. “Musik angklung yang diperdengarkan itu seperti teman Anda ketika bersantap makan disini. Lebih dari itu, Anda seperti merasakan berada di tanah Pasundan sebenarnya.

Selain suara musik kulintang dan angklung, pelayan disini mengenakan pakaian corak batik Purwakarta. “Kami memang membawa pernak-pernik Sunda Purwakarta ke IHC Muara Karang, Jakarta Utara. Hal tersebut, seperti membawa “aroma” Sunda sebenarnya.

Andreas menambahkan, hingga sekarang IHC sendiri telah memiliki 27 cabang, terakhir kami IHC cabang Muara Karang, Jakarta Utara. Dan dalam waktu dekat akan tambah satu cabang lagi dan masih di Jakarta juga.

Sambal Tiga Rasa
Buat kita orang Indonesia, sambal adalah teman wajib lalapan, lauk dan nasi. Tanpa sambal, makanan yang kita nikmati terasa hambar—seperti ada yang “hilang”. Termasuk masakan Sunda, sambal adalah menu yang tak terlupakan, secara masakan Sunda juga dominan lalapan.

Semua rumah makan masakan Sunda memiliki sambal unggulan. Apapun nama sambal itu, sambal ala Sunda tersaji secara mentah—beberapa bahan sambal digabung, diulek, lalu disajikan.

IHC misalnya, rumah makan baru beroperasi 18 November 2009 lalu ini memiliki sambal tiga rasa. Sambal 3 rasa—manis, asam, dan pedas—disajikan di atas cobek berukuran piring makan. Asam berasal dari jeruk limo. Pedasnya sambal bisa distel tergantung selera pengunjung.

“Kami menamakan sambal 3 rasa itu yaitu Sambal Dadak atau Sambal Terasi. Adapun komposisi bahan dalam sambel tersebut terdiri dari: terasi, asam, cabe merah, cabe rawit, dan jeruk limo. Kemudian bahan-bahan tadi diulek secara bersamaan di atas cobek, dan setelah ulekan dirasa cukup lalu kami sajikan sambel tersebut bersama cobeknya juga”, jelasnya.

Satu keunikan rasa dari sambal Dadak, asam jeruk limo yang bercampur dengan rasa manis dan pedas memiliki sensasi rasa tersendiri. Aroma terasi bakar pada sambal 3 rasa ini—harum dan gurih terasi seperti mendobrak pakem ciri khas sambal Sunda umumnya.

Keunikan rasa rasa sambal tersebut menjadi nyata saat menyoleknya dengan lauk, dan menambah nikmat makan Anda.

Pepes Teri
Pepes Ikan adalah salah satu lauk-pauk khas Sunda. Mulai dari ikan berukuran besar-kecil bisa diolah secara dipepes. IHC sendiri menyediakan tiga macam pepes, yaitu Pepes Ikan Teri, Pepes Tahu dan Pepes Jamur.

Ketiga pepes tersebut terbungkus daun pisang, dan menjadikan bahan-bahan di dalam pepes itu lebih terasa empuk dan gurih.

AdInfo sempat menjajal ketiga pepes tersebut. Nilai plus untuk Pepes Ikan Teri, tekstur teri putih bersih, lembut ketika digigit dan tingkat keasinannya pas. Berukuran panjang kira-kira 5 cm terbungkus daun pisang.

Selain teri sebagai bahan pokok pepes teri, juga dikasih irisan bawang merah, dan cabai merah. menjadika Pepes Ikan Teri yang dibungkus pelepah pisang ini menjadi lauk dengan porsi yang pas untuk disantap.

Menyoal raasa, teri tercampur cabai merah juga irisan bawang merah, berasa gurih. Ketika di campur sambal tiga rasa, kekuatan rasa khas teri tidak hilang dan begitu juga rasa sambal. Perpaduan antara kedua rasa itu saling bertemu saat kita rasakan, tidak bisa diungkapkan kata-kata.

Read More ..

Rumah-rumah Pembuat Tempe

Keberadaan komunitas pembuat tempe merupakan potret langka sebuah kehidupan yang jarang kita temukan di Jakarta. Kesederhanaan mereka, tak tergerus jaman.

Panas terik siang itu di “perumahan tempe” sebutan lain Komplek Kopti (Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia), berlokasi di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Suasana lingkungannya tenang, damai, dan jarang lalu lalang kendaraan.

Wajar saja, karena 95 persen warganya disibukan dengan aktivitas membuat tempe sepanjang hari. Aktivitas membuat tempe sudah berlangsung lebih kurang 15 tahun dan sudah menjadi sumber nafkah ratusan warga “perumahan tempe”.
Rasmani (42), salah seorang pengusaha tempe asal Pekalongan mengatakan, pembuatan tempe di sini berskala rumahan dan ada sekitar 765 rumah dijadikan lokasi pembuatan tempe.


Mengenai jumlah produksi tempe dalam sehari bervariasi, tergantung banyaknya kedelai yang dipakai. Pastinya, 1 kwintal kedelai biasanya menghasilkan 30 cetak tempe dengan panjang 2,5 meter dan lebar 25 cm. Tempe hasil produksi setiap hari kami jual lansung ke perorangan, pengepul, dan pasar tradisional.

“Menyoal suplai kedelai, selama ini tidak ada kendala. Stoknya selalu tersedia. Saat ini, kami pakai kedelai impor asal China, Kanada, dan Amerika karena kedelai lokal tidak terjamin mutunya dan menjadikan tempe tidak enak.

Perlu Dukungan
Dulu, tempe identik sebagai penganan “ndeso” atau identik dengan makanan rakyat kelas bawah. Namun sekarang berbeda, kini tempe menjadi “raja” di negeri seberang. Karena sarat nilai kandungan gizi, menjadikan tempe sebagai makanan primadona di sana. Tidak hanya Jepang yang mengakui itu, negara-negara maju lainnya pun mengakuinya.

Untuk memperoleh bahan baku kedelai impor tidaklah sulit, di sini saja ada 3 - 4 toko penjual kedelai. Harganya pun stabil yaitu, Rp 485 - 500 ribu per kwintalnya. Harga kedelai pernah tidak stabil sekitar 2 - 3 tahun lalu, angkanya pernah mencapai Rp 750 - 800 ribu/kwintal.

Perhatian dari pihak-pihak terkait seperti koperasi sebagai pengayom kami selama ini, tidak banyak membantu. Akhirnya, kami bergerak sendiri. Padahal, apabila kami sebagai pengusaha tempe dan pengurus koperasi saling membantu, akan membawa banyak keuntungan ekonomis.

Tempo hari saja, ada pengusaha Jepang tertarik impor tempe produksi kami, namun tawaran bagus itu “menguap” tanpa kejelasan. Belum lagi, kerjasama lainnya yang tidak ditindak lanjuti oleh pengurus koperasi.

Wisata Ilmiah
Sebanyak 95 persen warga komplek Kopti adalah pembuat tempe. Kekhasan komunitas ini merupakan daya tarik tersendiri untuk diekspos ke masyarakat luas. Tentu untuk menyukseskan gagasan ini perlu penggarapan serius dan melibatkan pihak-pihak terkait.

Penggarapan serius bisa saja dimulai dengan penataan dan pendataan tiap-tiap rumah yang menjadi tempat pembuatan tempe. Sebagai ide, di sini nanti pengunjung bisa menyaksikan proses pembuatan tempe dari awal hingga akhir. Proses pembuatan tempe dari awal hingga akhir adalah daya tarik dan bisa di ekspos, tentu menjadi nilai tambah ekonomis bagi warga Kopti.

Bahkan, bila perlu dibangun warung khusus menyajikan tempe mentah dan jadi—agar pengunjung bisa langsung menikmati tempe hasil produksi di tempat. Tempe jadi pun bisa diolah ke macam varian tempe olahan dan bisa dijadikan sebagai buah tangan pengunjung sehabis mengunjungi sentra pembuatan tempe.

Sasaran pengunjung yang dibidik untuk wisata ilmiah ini sudah pasti pelajar, mahasiswa, para peneliti dan masyarakat luas (turis lokal dan mancanegara). Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya wilayah ini bisa menjadi tujuan wisata ilmiah unggulan DKI Jakarta.

“Sebagai indikasi ketertarikan seseorang akan proses pembuatan tempe, beberapa pengusaha dari Jepang dan Australia pernah berkunjung ke sini. Melihat-lihat cara pembuatan tempe dan mereka berminat ingin membeli tempe kami,” kenang bapak dengan satu cucu ini.

Sekali waktu, pernah secara sporadis perseorangan datang melihat-lihat cara pembuatan tempe. Potensi kunjungan seperti itu akan meningkat jumlahnya apabila digarap serius. Bukan tidak mungkin, nama Komplek Kopti “perumahan tempe”, bisa sebagai pusat penelitian ilmiah tempe berkelas dunia,” tutup Rasmani.

Read More ..

Rasa Mie Sensasi Tempoe Doeloe

Makanan berbahan dasar mie terbilang banyak variannya. Wajar saja, karena diolah bagaimanapun, ciri khas tekstur mie yang lembut juga kenyal, tetap berasa enak apabila diracik dengan bumbu makanan apapun.

Mie ayam, adalah satu dari sekian banyak varian makanan berbahan dasar mie. Menu tersebut begitu populer dan digemari banyak orang dari berbagai usia dan kalangan. Pastinya, makanan ini mudah didapat karena penjualnya yang menggunakan grobak, kerap dijumpai di jalan-jalan. Harganya pun merakyat, satu porsinya berkisar Rp 5 - 7 ribu.

Selain penjual mie ayam gerobak keliling, makanan asal China ini juga biasa kita lihat di warung makan pinggir jalan, pusat perbelanjaan, bahkan kafe. Pada ketiga tempat itu, walau mungkin kemasan mie ayam yang tersaji sedikit berbeda dengan mie ayam versi gerobak keliling, namun kekhasan rasanya tetap sama, gurih, lezat, dan nikmat.

Sederhana tampilan mie ayam di meja makan. Begitu juga dengan cara memasaknya. Di mulai dengan merebus mie dan potongan sawi hijau segar. Selesai direbus, mie dan sawi ditaruh di mangkok yang lebih dulu diberi bumbu. Setelah itu, diberi potongan ayam kecil-kecil seukuran “biji dadu” dan ditaburkan potongan daun bawang juga bawang goreng, serta tidak lupa kerupuk pangsit.

Mie ayam akan terasa lebih nikmat saat dalam keadaan panas. Saat akan disantap, jangan lupa tuangkan saos dan sambal cabai secukupnya, sesuai selera. Kemudian, mie ayam diaduk hingga merata dan siap disantap.

Mie Favorit
Banyak tempat yang menyediakan mie ayam. Waroeng Jadoel misalnya, warung makan yang berlokasi di Mal Taman Palem Cengkareng ini memang memfavoritkan mie ayam sebagai menu andalannya. Satu pembeda mie ayam di sini adalah bumbunya yang terbuat dari kaldu ayam asli. Dapat dipastikan, rasanya lebih enak dan gurih.

Deretan menu makanan berbahan dasar mie yang ditawarkan Waroeng Djadoel meliputi, Mee Ajam Djamoer, Mee Ajam Ritja, Mee Mangkok, Mee Kangkoeng, Mee Katsoe, Baso Tjampoer, dan Baso Sapi. Dari menu-menu tersebut, Mee Ajam Djamoer, Mee Mangkok, Baso Tjampoer, dan Mee Kangkoeng menjadi pilihan favorit pengunjung.

“Baso Tjampoer tidak ada matinya, selalu laku. Satu porsinya berisi baso sapi, baso ikan, otak-otak, kekian (seperti otak-otak ikan), sawi putih, jamur kuping, tahu isi, dan satu porsi nasi di mangkok kecil. Kami sediakan nasi untuk mengakomodir mereka yang suka makan baso dicampur dengan nasi, ” kata Pemilik Waroeng Djadoel, Ferry Gunawan.

Lain lagi dengan Mee Mangkok, menurut Fery, Mee Mangkok disajikan lebih unik. Mangkok sebagai wadah mie dibuat dari kerupuk pangsit bertekstur krispi. Penikmat Mee Mangkok akan mendapatk sensasi berbeda karena mangkoknya bisa disantap juga.

Berbeda dengan Mee Djamoer, bagi yang suka mie ayam dengan potongan ayam, bisa memilih menu ini karena potongan ayam dan jamurnya tersaji dalam porsi jumbo. Alternatif lain adalah Mee Ayam Rica-Rica yang memiliki cita rasa daging ayam berbeda karena dimasak ala rica-rica.

Ferry yang hobi dengan dunia kuliner ini memastikan, penyajian setiap item makanan tidak lebih dari 5 menit. Pengecualian jika akhir pekan, penyajian bisa mencapai 15 menitan, maklum saja karena pada saat itu ramai pengunjung.

Sebagai pelepas dahaga, Waroeng Djadoel menyediakan minuman dingin menyegarkan seperti, Es Cingcau dan Es Cokelat, Green Day (leci soda), dan Red Berry (stroberi soda).

Tidak terlalu mahal bila melihat kisaran harga makanan dan minuman yang ditawarkan warung ini. Bilangannya berkisar antara Rp 7 ribu – 12 untuk makanan, sedangkan minuman antara Rp 5 ribu - 10 ribu.

Suasana Tempo Dulu
Berada di Waroeng Djadoel, Anda seperti mendapatkan 2 sensasi sekaligus. Pertama, karena sensasi kelezatan mie ayamnya, kedua, karena sensasi suasana interior ruangannya yang bernuansa tempo dulu. Menyantap mie ayam sembari menikmati atmosfir suasana tempo dulu memang menjadi tema konsep yang diusung Waroeng Djadoel.

Hal tersebut bisa dilihat pada dinding ruangan yang dibuat persis seperti warung makan di pedesaan pada umumnya. Setengah dinding ruangan didesain dengan ornamen bilik bambu, sedangkan setengahnya lagi dibuat dengan batu kerikil kali.

“Mengingat keberadaan Waroeng Djadoel di mal, kami tidak bisa merubah dinding dengan bilik bambu dan batu kerikil kali asli. Sebagai alternatif, kami menggunakan wallpaper bergambar bilik bambu dan batu kali kerikil dengan tingkat kemiripan 90 persen,” cletuk Warni isteri Ferry.

Aroma tempo dulu kental terasa saat Anda memesan mie ayam. Pada semua tulisan di daftar menu makanan menggunkan ejaan tempo dulu. Pun saat mata tertuju memperhatikan setiap sudut ruangan, banyak pajangan lawas di situ.

Sebut saja seperti pigura dengan gambar desain iklan tempo dulu, satu set kotak berukuran kotak P3K dinding yang berisi merek rokok “ndeso” nan langka, dan masih banyak lagi pernak-pernik lawas lainnya.

“Bagi mereka yang pernah mengalami masa itu, berada di Waroeng Djadoel seperti bernostalgia. Lain bagi mereka yang tidak mengalami jaman itu, tapi paling tidak bisa menambah wawasan pengetahuan,” terangnya.

Selesai makan dan menikmati suasana Waroeng Djadoel, Anda juga bisa membawa buah tangan dan banyak macam pilihannya. Terunik, Waroeng Djadoel menjual aneka cokelat tempo dulu seperti, cokelat Superman, cokelat koin, cokelat bola, dan cokelat payung.

Tertarik merasakan sensasi kelezatan mie ayam dan atmosfir suasana tempo dulu di Waroeng Djadoel ? Jika tertarik, datang saja ke Waroeng Djadoel yang buka setiap hari pukul 11.00 - 19.00.

Read More ..

Nikmatnya Kuah Dua Rasa

Tidak perlu minum setelah menyantap menu ini. Tinggal seruput kuahnya, dahaga pun langsung lenyap.

Kebiasaan menyantap tanpa minum tersebut biasa dilakukan warga Singapura ketika menyantap sop atau menu rebusan. Alasannya, karena memang kuahnya cukup banyak dan dibilang sudah bisa menutupi rasa haus. Menu rebusan yang dimaksud adalah steamboat.

Di Indonesia sendiri, steamboat sudah cukup lama dikenal. Pilihan menunya terdiri dari, sari laut/sea food & daging (udang, scallop, cumi, kerang, daging sapi), ikan (gindara, tuna, kakap, marlin, dori, pipih), tahu (isi daging, tahu seafood, greentea), baso (ayam jamur, ikan goreng, jamur Shitake), sayuran baby chaisin, pak choi, kangkung), jamur (enoki, shitake, abalone), rajungan roll, seafood stick, crab claw, dan cumi stick. Masing-masing disajikan mentah atau setengah matang dan dipotong kecil. Besarannya kira-kira cukup untuk sekali suap.

Karakteristik steamboat atau lebih dikenal dengan Shabu-shabu dan Nabe di Jepang ini, adalah tersedianya panci, lengkap dengan kompor di atas meja makan. Kedua alat masak tersebut sengaja turut “dihidangkan” karena menu steamboat dimasak di atas meja makan dan disajikan dalam keadaan hangat. 


Dalam wadah yang berbentuk seperti panci sop, tersedia kuah dengan 2 rasa. Seperti yang disajikan Fuzei Steamboat dan BBQ yang berlokasi di Ruko Taman Palem Lestari, Cengkareng. Di tempat makan yang hanya buka dari pukul 5 sore sampai 11 malam ini, kuah yang disajikan bercita rasa kaldu ayam dan Tom Yum. Keduanya dijadikan kuah rebus berbagai menu pilihan.


“Biasanya, dalam setiap panci disediakan kedua kuah tersebut. Tapi, kalau hanya ingin satu rasa kuah, kita bisa menyediakannya,” kata Pemilik Fuzei Steamboat dan BBQ, Idris.


Kuah Tom Yum sangat pas buat mereka yang menginginkan rasa kuah lebih asam dan segar dengan sedikit pedas. Rasanya sengaja dibuat seperti Tom Yum Thailand dengan daun jeruk di dalamnya. Sedangkan rasa kuah kaldu ayam lebih terasa gurih karena terbuat dari kari ayam. 


Cara penyajian steamboat, setelah memilih menu, semuanya langsung direbus atau dipilih mana saja yang ingin disantap lebih dulu. Panci yang digunakan memiliki sekat untuk memisahkan 2 kuah yang berbeda. Sedangkan penutupnya bercerobong dan transparan sehingga kita bisa melihat proses perebusan. 


“Lama perebusan tidak sampai 5 menit. Tergantung pilihannya karena ada menu yang memang sudah matang dan ada yang mentah,” jelas Idris yang pertama kali membuka restoran steamboat di tahun 1998 di daerah Muara karang.


Sampai di sini, menyantap steamboat memiliki kenikmatan tertentu. Di samping dapat memasak sendiri dan menentukan tingkat kematangan, menunya juga terbilang sehat dan segar. Apalagi masakan berkuah ini juga memiliki menu sayuran sebagai bahan makanan berserat buat tubuh.


Bila tidak suka dengan menu rebusan, BBQ (barbeque) bisa menjadi pilihan. Menu panggang atau bakar yang disebut Yakiniku di Jepang ini, juga nikmat disantap ketika cuaca dingin atau di malam hari. 


Restoran Fuzei memiliki menu BBQ paha dan sayap ayam yang patut dicoba. Begitu juga dengan BBQ irisan daging sapinya. Dengan kuah panggang (teriyaki, black pepper, dan hot & spicy), rasa daging bakarnya cukup terasa. Tekstur dagingnya empuk digigit dan kuah yang diolesin sebelum dibakar, benar-benar membekas dan meresap.


Khusus buat menu BBQ, semuanya dimasak dulu sebelum dipanggang. Hal itu karena untuk menjaga tingkat kematangan. “Misalnya seperti daging ayam, kalau tidak dimasak dulu, bagian dalamnya bisa belum matang ketika dipanggang, padahal luarnya sudah gosong,” ujar Idris yang memulai usaha rumah makan dengan resep dari mertuanya.


Sama halnya dengan menu steamboat, proses pembuatan BBQ juga tidak lama. Apalagi menunya sudah dimasak lebih dulu. Paling lama 5 menit.

Dengan Kecap dan Sambal
Baik menu steamboat atau BBQ, keduanya disantap menggunakan sumpit yang kemudian dicelupkan kecap dan sambal khusus. Sebelumnya, piring untuk menu yang sudah direbus, akan diolesi minyak wijen agar tidak lengket.

Satu per satu menu disantap sambil terlebih dulu mencelupkannya ke dalam kecap yang lebih berasa asin dengan campuran jahe dan irisan daun bawang. Kemudian setelah itu, dicelupkan pilihan sambal steamboat atau suki. Rasa sambal steamboat lebih pedas, lain halnya dengan sambal suki yang manis dengan taburan daun wansui. Sebagai pelengkap, disediakan pula irisan bawang putih goreng penambah nikmat menu steamboat atau BBQ.

“Pilihan sambal tergantung dari selera masing-masing. Paling disukai adalah sambal steamboat yang berasa lebih pedas,” ungkap Idris yang akan melengkapi restonya dengan menu tempura (gorengan), bento, dan panggang (iga bakar).

Kalau ingin menyeruput kuah Tom Yum atau kaldu ayam, disediakan juga mangkuk dengan sendok. Biasanya, setelah menu steamboat matang, akan langsung ditaruh di mangkuk lalu disiram dengan kuah.

Harga menu steamboat dan BBQ yang ditawarkan Fuzei terbilang tidaklah mahal. Kisarannya antara Rp 5000 – 12.000. Bila ingin hemat, resto yang berdekorasi kota-kota besar di dunia ini, memiliki menu paket seharga Rp 50.000 yang bisa dinikmati untuk dua orang. Menunya terdiri dari berbagai pilihan stemboat dan BBQ dilengkapi dengan nasi dan es teh.

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP