Kumpulan Ide Usaha Bisnis Online

Bukan hanya Google Adsense yang bisa memberikan Dollar pada kita, tapi banyak pula lahan bisnis online lain yang bisa memberikan keuntungan. Sayangnya, masih sedikit orang yang melihat ide lain sebagai peluang usaha dalam bisnis online.

Sama halnya dengan bisnis secara fisik seperti membuka toko roti atau restoran, bisnis online pun membutuhkan ide usaha yang memiliki pangsa pasar yang banyak memberi keuntungan. Berikut ini adalah beberapa ide usaha bisnis online yang bisa ditekuni. Siapa tahu, di antara peluang usaha ini, merupakan satu kesempatan Anda menjadi kaya dari internet. Ide Bisnis Online

Read More ..

Pelajaran dalam Bisnis Online

Seiring perkembangan internet dan semakin terjangkaunya biaya sambungan internet, membuat orang keranjingan “bermain” di dunia maya ini. Bukan hanya untuk mencari berbagai informasi atau chatting, tapi internet juga sering diandalakan sebagai sumber mata pencaharian.

Banyak program pencari uang yang ditawarkan. Mulai yang hanya menyuruh kita untuk mengklik iklan sampai yang menugaskan menulis review sebuah produk. Karena sebagian besar akan membayar kita dengan mata uang dollar ($), maka hasil yang didapat pun akan berlipat ganda bila ditukar dengan rupiah. Artinya, pendapatan pun akan terasa lumayan besar karena nilai tukar dollar yang terpaut jauh dengan rupiah.

Melihat peluang tersebut, banyak orang yang tertarik dengan pekerjaan tersebut. Tanpa harus pergi ke kantor, banyak uang akan didapat hanya dengan duduk di belakang komputer. Namun, meski banyak orang yang bilang berbisnis online itu mudah, tapi banyak juga yang menyerah di tengah jalan.

Perlu diingat, bisnis online itu bukan pekerjaan sehari semalam, tapi butuh waktu dan konsistensi dalam melakukannya. Ada beberapa hal yang harus dipahami ketika memutuskan terjun ke lahan bisnis online. Coba baca ebook ini.

Read More ..

Gempa Bumi

Beberapa menit lalu, baru terjadi gempa bumi di daerah Meruya, Jakarta Barat (3/9). Durasinya cukup lama dan terasa sampai lebih dari 1 menit. Menurut keterang dari televisi, kekuatannya sampai 7,3 skala richter.

Gempa bumi
adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Ketika Terjadi Gempa Bumi
1. Matikan api kompor jika anda sedang memasak. Matikan juga alat-alat elektronik yang dapat menyebabkan timbulnya api. Jika terjadi kebakaran di dapur, segera padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api. Jika tidak mempunyai pemadam api gunakan pasir atau karung basah
2. Membuka pintu dan mencari jalan keluar dari rumah atau gedung
3. Cari informasi mengenai gempa bumi yang terjadi lewat televisi atau radio
4. Utamakan keselamatan terlebih dahulu, jika terjadi kerusakan pada tempat Anda berada, segeralah mengungsi ke tempat pengungsian terdekat
5. Tetap tenang dan tidak terburu-buru keluar dari rumah atau gedung. Tunggu sampai gempa mereda, dan sesudah agak tenang, ambil tas ransel berisi barang-barang keperluan darurat dan keluar dari rumah/gedung menuju ke lapangan sambil melindungi kepala dengan helm atau barang-barang yang dapat digunakan untuk melindungi kepala dari benturan reruntuhan.
6. Jika anda harus berjalan di tengah jalan raya, berhati-hatilah terhadap papan reklame yang jatuh, tiang listrik yang tiba-tiba rubuh, kabel listrik, pecahan kaca, dan benda-benda yang berjatuhan dari atas gedung
7. Pastikan tidak ada anggota keluarga yang tertinggal pada saat pergi ke tempat evakuasi. Jika bisa ajaklah tetangga dekat Anda untuk pergi bersama-sama
8. Jika gempa bumi terjadi pada saat Anda sedang menyetir kendaraan, jangan sekali-kali mengerem dengan mendadak atau menggunakan rem darurat. Kurangilah kecepatan secara bertahap dan hentikan kendaraan anda di bahu jalan. Jangan berhenti di dekat pompa bensin, di bawah kabel bertegangan tinggi, atau di bawah jembatan penyeberangan. (Wikipedia)

Read More ..

Ir. Sukardi - Kepala Seksi Pengelolaan Hutan Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta

Hutan Mangrove Untuk Konservasi Bukan Tambak

Jakarta, kota metropolitan yang letaknya di bibir pantai utara Jawa masih menyimpan eksotika alam berupa kawasan mangrove atau bakau seperti hutan lindung Angke Kapuk, Suaka Marga Satwa, Taman Wisata Alam Kamal Muara dan lahan pembibitan mangrove.

Sekalipun luas area mangrove di Jakarta tidak terlalu besar, keberadaannya sangat strategis mengingat fungsinya sebagai pengendali abrasi pantai, penahan tiupan angin kencang dan terjangan gelombang air laut dan lain sebagainya.

Kini, dengan sisa lahan sekitar 327,7 hektare, Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta terus meningkatkan berbagai upaya di antaranya menjadikan kawasan mangrove sebagai ekowisata alam bagi masyarakat.

Itulah yang menjadi tanggung jawab Seksi Pengolahan Hutan Dinas Pertanian dan Kehutanan dalam merealisasikan kawasan mangrove di Jakarta ke depannya menjadi kawasan ekowisata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk mengetahui model ekowisata seperti apa, kepada Yogi Gustaman dari Adinfo, Kepala Seksi Pengelolaan Hutan Ir. Sukardi memaparkan kondisi dan potensi hutan mangrove nantinya. Wawancara bertempat di kantornya Senin (6/7) lalu. Berikut petikannya.

Ada berapa jenis hutan mangrove di Jakarta?
Pada dasarnya ada tiga jenis hutan menurut fungsinya yaitu produksi, lindung, dan konservasi. Yang ada di Jakarta hanya hutan lindung dan konservasi, termasuk hutan mangrove atau biasa kita kenal tanaman bakau. Baik hutan lindung dan konservasi dikelola oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta.

Hutan lindung yang kita miliki adalah hutan lindung Angke Kapuk. Sedangkan hutan konservasi yang kita kelola adalah Suaka Margasatwa di Pantai Indah Kapuk, Taman Wisata Alam di Kamal Muara. Kawasan konservasi lainnya adalah Hutan Mangrove Tol Sedyatmo. Untuk Suaka Margasatwa dan Taman Wisata Alam dikelola oleh BKSDA DKI Jakarta. Sedangkan hutan lindung dan hutan mangrove Tol Sedyatmo dikelola oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta.

Bagaimana konsep hutan mangrove ke depannya?
Sejak 2007 kita mengawali ekowisata dengan mewujudkan hutan mangrove Tol Sedyatmo. Selama dua periode ini beberapa infrastruktur pendukung sudah ada seperti gapura pintu masuk, conblok sebagai jalan kontrol, dan lain sebagainya.

Ke depan kita ingin menjadikan kawasan mangrove yang kita miliki berkonsep ekowisata alam. Sebagai contoh kita sudah menerapkan ekowisata di hutan mangrove Tol Sedyatmo. Di sini juga akan diwujudkan sebagai Mangrove Education Center.

Tata kelolanya dipegang siapa?
Untuk pengelolaannya, Dinas Pertanian dan Kehutanan bekerjasama dengan LSM Gajah Sumatera yang memiliki konsentrasi terhadap pengelolaan hutan. Bentuk kerjasamanya kita akan saling mengisi satu sama lain dalam urusan perhutanan seperti penanaman, pendidikan dan sebagainya. Jadi urusan-urusan yang tidak bisa sepenuhnya ditangani oleh dinas akan mereka pegang seperti memberikan pendidikan apa itu hutan mangrove, sosialisasi kepada pengunjung seberapa penting hutan mangrove dan sebagainya.

Fungsi hutan mangrove sejauh ini sebagai apa?

Sampai sekarang fokus hutan mangrove kita masih sebatas konservasi. Seperti pantauan di lapangan, masih banyak lahan kosong yang belum ditanami mangrove. Tidak seperti hutan mangrove di Kalimantan yang sudah menjadi hutan produksi di mana hasil hutannya buat ekspor ke luar negeri. Kondisi mangrove di Jakarta masih jauh dari harapan sebagai hutan produksi.

Karena itu dalam mendukung kawasan konservasi mangrove peran dan tanggung jawab sosial perusahaan baik BUMN, swasta, institusi lain dan sebagainya menjadi sangat berarti. Perlu banyak kemitraan dalam program konservasi mangrove ini. Tak dipungkiri itu semua membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tengok saja masih banyak lahan kosong di sekitar Elang Laut yang belum ditanami. Karena kondisinya tergenang air dan dalam diperlukan pengurukan. Hal ini dimanfaatkan penambak liar untuk membuka tambak di kawasan tersebut.

Sejak kapan tambak liar itu muncul?
Munculnya tambak liar di kawasan hutan ini dimulai sejak 1998. Mereka belum menyadari kalau tempat itu di bawah pengelolaan Dinas Pertanian dan Kehutanan. Mereka anggap ini sebagai tanah tak bertuan. Makanya mereka buka tambak di sini. Tapi mereka tahu kalau apa yang mereka perbuat itu ilegal. Meski sudah ada papan peringatan mereka tetap saja membuka tambak komersil.

Secara teknis memang ada hutan yang bisa dikelola oleh masyarakat yang disebut social forestry. Tapi itupun tetap ada koordinasinya antara dinas dan masyarakat. Tidak seperti para penambak liar yang seenaknya memasuki lahan hutan kemudian dikonversi menjadi tambak ikan atau lainnya. Itu namanya liar.

Langkah apa yang dilakukan dalam memberantas penambak liar?
Kita panggil mereka datang ke kantor. Sebanyak 15 penambak hadir dan kami berikan mereka pengarahan soal status guna lahan hutan mangrove. Mereka menyadari perbuatannya liar tapi mereka tetap meneruskan. Bahkan ketika saya ke lapangan pernah ada nada mengancam yang saya dengar, “Awas Pak Sukardi kalau ke lapangan.”

Kalau tidak bisa, dalam waktu dekat kita akan melakukan operasi besar-besaran dengan menurunkan Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat atau SPORCE. Kalau di tingkat kepolisian, SPORCE setingkat dengan Brimob (Brigadir Mobile). Kami juga bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat.

Di samping itu, yang terpenting ketegasan polisi hutan. Kami seperti bekerja sendiri. Pasalnya, jumlah polisi hutan yang ada tidak maksimal. Meskipun sedikit kalau pemantauannya diperaktif akan membuat mereka segan membuka lahan kembali untuk tambak. Kalaupun ada penjaga di tiap-tiap pos mereka hanyalah tenaga honorer. Keberadaan mereka sebatas menanam, merawat dan mengawasi tanaman mangrove, bukan menjaga pengamanan.

Adakah konsep hutan yang dipadukan dengan penanaman ikan?
Konsep seperti itu ada. Namanya mina hutan yaitu ikan dan hutan. Tapi porsinya harus disesuaikan di mana 80 persen untuk lahan hutan dan 20 persen untuk ikan. Konsep hutan seperti ini tetap berada dalam kontrol dan pengawasan dinas. Kalau tidak diawasi petani tambak akan memperluas hutan untuk tambak.

Mina hutan itu dimungkinkan jika kawasan hutan mangrovenya sudah rimbun dan banyak. Model seperti ini sudah ada di Belanakan, Subang, dekat Indramayu. Dan kondisi mangrove di Jakarta belum masuk kategori mina hutan. Tapi upaya yang dilakukan dalam waktu dekat adalah pembangunan infrastruktur untuk menunjang ekowisata hutan mangrove ini.

Read More ..

Hutan Mangrove Tol Sedyatmo

Ekowisata Alam Penyangga Lingkungan

Dari sekian banyak tempat hiburan, Jakarta sudah penuh denga mal, klub malam dan arena bermain keluarga seperti Taman Impian Jaya Ancol, Dunia Fantasi dan Taman Mini Indonesia Indah. Namun, Jakarta tetap memiliki wisata alam yang indah seperti Hutan Kota Srengseng di Jakarta Barat dan Hutan Mangrove Tol Sedyatmo di Jakarta Utara.

Kini, realisasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjaga kelestarian lingkungan hidup ini terus digalakkan. Seperti yang terlihat di kawasan Hutan Mangrove Tol Sedyatmo. Hampir setiap tahunnya, Pemprov DKI lewat Dinas Pertanian dan Kehutanan menanam bibit mangrove.

Perhatian Dinas Pertanian dan Kehutanan ini tidak berjalan sendiri. Namun turut juga menggandeng pihak BUMN, swasta, instansi, LSM dan elemen masyarakat lainnya. Seperti dalam pantauan Adinfo di tempat, nampak instansi yang berpartisipasi dalam penanaman mangrove namanya terpampang di dahan bakau.

Menurut Kepala Seksi Pengelolaan Hutan Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta Ir. Sukardi, Hutan Mangrove ini diproyeksikan sebagai ekowisata alam bagi publik. Sebelumnya, ekowisata alam sudah dulu ada seperti di Taman Wisata Alam Kamal Muara, Hutan Lindung Angke Kapuk, dan Suaka Margasatwa di Pantai Indah Kapuk.

Untuk menciptakan sarana publik yang edukatif bagi publik, Dinas Pertanian dan Kelautan mencanangkan Hutan Mangrove Tol Sedyatmo sebagai Mangrove Education Center. Realisasi ke arah itu sudah terlihat pembenahan infrastruktur seperti, jalan conblok yang membelah hutan, pos informasi dan edukasi, juga jalan kayu yang sudah dimulai sejak dua periode lalu.

Kawasan hutan mangrove, lanjutnya, yang tersisa di daerah Jakarta ini semuanya diperuntukkan untuk konservasi. Karenanya, pelestarian lingkungan dengan mengundang semua elemen masyarakat tidak pernah sepi. Tahun lalu saja Pemprov DKI Jakarta mencanangkan penanaman 3,2 juta pohon di sepanjang kawasan barat pantai utara Jakarta.

“Saat ini, kami sedang menggalakkan kerjasama dengan LSM Gajah Sumatera soal hutan mangrove. Sampai sekarang, bentuk kerjasamanya akan digodok. Tapi, kurang lebih kedua belah pihak akan saling mengisi. Kehadiran LSM Gajah Sumatera ini nantinya akan memberikan edukasi kepada pengunjung yang datang,” katanya.

Ironisnya, di tengah program pemerintah yang membuka kembali lahan konservasi mangrove, masih banyak orang yang tidak bertanggung jawab menempati lahan seluas 95,5 hektare ini tanpa ijin. Meski terpampang larangan untuk menempati lahan tanpa izin, mereka tetap beraktivitas membuka tambak komersil untuk kepentingan pribadi.

Contoh nyata itu terjadi di dalam kawasan hutan mangrove sendiri, tempat yang nantinya menjadi Pusat Pendidikan Mangrove. Mereka tidak segan membuka lahan tambak dan warung bagi para pendatang yang kebanyakan menghabiskan waktunya untuk memancing.
Seperti yang dituturkan Sugiarto, pegawai honorer Hutan Mangrove ini kepada Adinfo.
Hampir kebanyakan mereka yang masuk ke sini semuanya hanya untuk memancing. Mereka yang bermaksud kemari jarang untuk wisata alam. Kalaupun mampir, mereka hanya untuk pemotretan pre wedding.

Sangat disayangkan jika program Pemprov dalam pemulihan kawasan mangrove sebagai ekowisata alam ini dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi, hutan mangrove sangat berarti sebagai penyangga lingkungan hidup bagi ekosistem satwa liar. Mari lindungi mangrove kita!


Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP