Kontes SEO Stop Dreaming Start Action

Stop Dreaming Start Action menjadi keyword yang banyak “dipukul” para blogger mulai saat ini. Pasalnya, Mas Joko Susilo melalui JokoSusilo.com akan memberikan total hadian 25 juta buat mereka yang berhasil masuk 10 besar di google.co.id per 15 September 2009 nanti.

Kontes SEO dengan tema “Komitmen Stop Dreaming Start Action untuk masa depan yang lebih baik” ini, karuan saja mendapat tanggapan yang positif dari para blogger. Bukan hanya karena hadiahnya yang terbilang terbesar dalam sejarah kontes SEO di Indonesia, tapi karena memang ajang seperti ini sering dijadikan even prestis untuk pengukuhan jati diri seorang blogger. Siapa saja boleh mengikuti kontes ini, dari yang pakar SEO sampai mereka yang baru belajar.

Read More ..

Memahami Skenario Pintar dan Licik

Karena panas yang menyengat, saya sempatkan mampir ke sebuah warung di pinggir jalan. Selepas parkir, teh botol menjadi pesanan saya pada pemilik warung.

Saat itu, bukan hanya saya, tapi ada beberapa orang lain yang juga sedang menghindari teriknya matahari. Seperti biasa, selain melepas dahaga, mereka sering kali melepas obrolan pada temannya mengenai pekerjaan yang dilakoni. Entah itu sekedar cerita tentang bosnya yang pelit atau mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Setengah menguping, saya mendengar, “pinter juga, luh. Kalo tau caranya kaya gini, kenapa ngga kasih tau dari dulu!” Sambil tersenyum, orang yang satunya membalas dengan nada berbangga, “kalo ngga gini, dari mana dapet tambahan!”

Setengah melirik, saya pun melihat ada beberapa berkas yang sepertinya sedang mereka manipulasi. Entah itu nilainya atau peruntukkannya. Mereka mengutak-atik sampai hasilnya terbilang masuk akal dan bisa membanggakan atasannya. Plus, bisa mengantongi sedikit “uang panas”.

Akh, mendapat “uang panas” di tengah matahari yang sedang panas. Menyebut pintar orang yang memanipulasi data. Harusnya, orang itu bukan disebut pintar, tapi licik. Bedanya memang tipis, sama-sama terbilang pandai, tapi orang licik menggunakan kepandaiannya untuk memutarbalikkan fakta, berbuat curang, dan berlaku culas.

Samarnya interpretasi, membuat orang menisbikan arti dari kedua kata tersebut. Bahkan, sering tak tahu bedanya. Padahal, artikulasinya jelas berbeda arah dan sisi. Si Pintar dan Si Licik, sama-sama pandai dalam mencari solusi dari masalah yang dialaminya. Tapi, Si Pintar mencari jalan keluar dengan cara yang positif, sedangkan Si Licik pandai menemukan jalan keluar melalui cara yang negatif. Si Pintar menguntungkan orang lain, sedang Si Licik merugikan orang lain.

Kembali pada drama warung kopi di atas. Mendengar obrolan mereka, saya sendiri tidak heran, karena sekarang ini memang banyak orang yang merasa pandai padahal mereka itu licik. Mereka saja yang merasa pandai, tapi sebenarnya mereka itu adalah orang yang mudah menyerah, penakut, dan gampang kalah. Mudah menyerah mencari jalan dengan cara yang positif, penakut mencari uang yang halal, gampang kalah mencari solusi sesuai aturan berlaku.

Mereka-mereka inilah yang senang “menggerogoti”, mencari jalan pintas, dan menghalalkan segala cara. Bangga dengan hasil kerjanya yang terlihat bagus, padahal kropos tanpa tulang. Senang “menjilat” orang lain di atas data yang mereka manipulasi sendiri, padahal itu artinya mereka berbohong pada diri sendiri. Berbohong sering kali menjadi kendaraan Si Licik dalam mengubah makna tersurat.

Selesai menenggak satu botol teh dan rasa pegal di pinggang sudah hilang, saya pun beranjak dari warung tersebut. Ketika hendak membayar, saya melihat pedagangnya sedang menonton iklan calon presiden dan wakil di televisi 14 inchi miliknya.
Sejenak, saya pun melempar pandangan ke iklan tersebut yang isinya hanya retorika mengajak masyarakat untuk memilih. Tentunya, dengan iming-iming yang dipaksakan mengikuti keinginan masyarakat. Berlagak menjadi “dewa penyelamat” di saat ada maunya.

Dari iklan kampanye politik tersebut, ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan bagi saya. Kenapa mereka itu mendadak seperti orang paling pintar di negeri ini? Mengaku punya solusi memajukan negara yang katanya amburadul. Mengumbar data-data guna mendukung pernyataan-pernyataan yang mereka lontarkan. Bahkan, mereka pun tidak segan menjatuhkan kinerja dan menyalahkan lawan politiknya. Mereka ini siapa? Si Licik atau Si Pintar.

Memang, dalam dunia politik, apa saja bisa terjadi. Kamuflase Si Licik bisa saja tak terendus dan identitas Si Pintar pun bisa saja tak terungkap. Tapi, hal itu bisa diketahui kalau kita sebagai masyarakat punya keinginan untuk mencari tahu. Tidak mudah percaya retorika politik dan informasi satu arah yang memang bertujuan membentuk opini positif publik dari salah satu calon presiden dan wakil.

Sekedar mengingatkan, menjelang Pilpres nanti, bersikaplah kritis terhadap apa yang diberikan berbagai media kampanye politik. Namun, kita juga tidak harus apatis atau malah menelan mentah-mentah konten yang disajikan. Bila begitu, dengan sendirinya kita pun akan tahu siapa yang memang pintar dan siapa yang licik. Siapa yang pantas memimpin dan siapa yang malah akan memukul mundur bangsa ini.

Read More ..

Zyrex - Wakatobi Mini 963

Seperti Bee, Wakatobi Mini 963 adalah pelengkap lini produk dengan nama sama. Wakatobi yang sebelumnya hadir dalam bentuk notebook tablet 12.1 inch, kini memiliki “adik” Wakatobi Mini 963 berbentuk netbook tablet/convertible dengan ukuran layar touchscreen 8.9 inch.

Seperti tablet pada umumnya, Wakatobi Mini 963 bisa dipakai sebagai netbook biasa (dengan layar dan keyboard) dan otomatis masuk mode tablet begitu layar mungilnya diputar dan dilipat.

Wakatobi Mini sebelumnya dirancang sebagai netbook untuk edukasi anak-anak dengan pengalaman interaktif terbaik. Tentunya, netbook ini hadir dengan berbagai aplikasi edukasi berbasis sentuhan (touch-optimized). Namun, melihat tidak adanya kategori netbook tablet/convertible di Indonesia, kini Zyrex memasarkan Wakatobi Mini bukan sebagai netbook tablet edukasi, tapi untuk pengguna umum yang membutuhkan fitur tablet/touchscreen dengan harga terjangkau untuk aplikasi bisnis atau awam.

Netbook tablet/convertible pertama ini memiliki harga Rp 4.999.000. Seperti Bee 103G, untuk sementara hanya tersedia dalam jumlah terbatas di cabang-cabang Zyrex tertentu.

Fitur :
- Ringan dengan form factor yang kecil dan kokoh, keyboard tahan air, tahan benturan, dan tahan debu dengan engsel yang sudah diperkuat.
- Desain bagian depan dan belakang yang sleek dan trendi. Dengan desain batere khusus, baik dan mantap saat digunakan dalam mode tablet
- Webcam yang bisa diputar 180 derajat dengan fungsai Live Framing, One Button Capture, Adjustable Resolution, Video Capture, dan sebagainya.
- Touch Optimized Digital Writing/Drawing memungkinkan pengguna untuk menulis dan menggambar menggunakan stylus yang disediakan. Dilengkapi dengan handwiriting recognition, on screen soft keyboard, dan kemampuan membaca pen-gesture (gerakan stylus) untuk fungsi penulisan tertentu.
- Berbagai aplikasi edukasi dan umum yang dirancang khusus untuk digunakan dengan layar sentuh dan tampilan antar muka (user interface) yang sudah disederhanakan.
- Aplikasi Quick Launcher yang dapat diaktifkan menggunakan hot button yang terdapat pada tepi layar. Menu dapat diatur sesuai dengan aplikasi yang paling sering dipakai.
- Auto Screen Re-Orientation, kemampuan untuk berpindah orientasi (horizontal-vertikal) secara otomatis sesuai netbook, tanpa harus menekan tombol apapun.



Read More ..

Zyrex - Bee 103G

Setelah sebelumnya hadir dengan Bee 106M dan Bee 106P yang berhasil meraih predikat netbook terbaik dari Majalah Infokomputer Maret lalu, kini hadir Bee 103G melengkapi jajaran netbook berkualitas Zyrex dengan nama Bee.

Bee 103G sudah dilengkapi dengan modem 3.5G atau lebih dikenal dengan HSDPA yang sudah built-in. Karena sudah dipersenjatai dengan Intel Atom, Bee 103G juga dapat terkoneksi ke dunia maya menggunakan jaringan WiFi sehinggan membebaskan pengguna untuk memilih tipe koneksi yang paling sesuai.

Profil pengguna Bee 103G adalah individu modern dengan mobilitas tinggi yang menginginkan kepraktisan dalam sehari-hari. Mereka ingin selalu dapat terkoneksi ke dunia maya, baik melalui hotspot WiFi atau HSDPA untuk urusan pekerjaan atau hiburan.
Netbook terbaru Zyrex ini, dijual dengan harga Rp 5.499.000 dan untuk sementara hanya tersedia dalam jumlah terbatas di cabang-cabang Zyrex tertentu.

Spesifikasi Bee 103G :
- Processor Intel Atom N270 dengan clockspeed 1.6 Ghz dan system bus 533 MHz dengan 512 KB Cache Memory
- Chipset Intel 945GC, chipset hemat biaya dengan graphic controller terintegrasi, multiple I/O port ternasuk PCI Express dan USB, Intel High Definition (HD) Audio
- Intel Graphic Media Accelarator 950, meningkatkan performa graphic yang memberikan visualisasi warna dan kejernihan gambar tanpa membutuhkan discrete graphic card
- Operating System : Windows XP Home Edition
- Monitor 10.2 inch
- RAM 1GB (1 slot)
- Hard disk 160 GB IDE
- 3 port USB 2.0
- Dimensi (P X L X T) : 259mm X 180mm X 26 – 35mm
- Berat : 1,4 kg

Read More ..

Bingung Tentukan Harga

Tanya:
Pak Rusman, sekarang ini saya baru merintis usaha jasa fotografi. Cakupan jasa saya seputar pemotretan pre wedding, wedding, produk, dan liputan acara. Setiap orang yang memakai jasa saya bisa memilih, apa hanya membutuhkan file foto atau sekalian sama hasil cetak fotonya yang sudah diberi frame atau pendukung foto lainnya.

Sampai sekarang, belum banyak orang yang memakai jasa foto saya. Tidak tahu apa alasan pastinya, tapi kebanyakan ada yang bilang harganya kemahalan. Padahal, banyak fotografer yang menawarkan harga yang jauh di atas saya, tapi bisnisnya lancar-lancar saja.

Terus terang, saya juga mengalami kendala dalam menentukan harga. Apalagi fotografi ini bersangkutan dengan urusan seni yang katanya susah untuk diukur dengan uang. Terkadang, sebelum menentukan harga, kita juga harus melihat dari kondisi keuangan calon klien dan sejauh mana apresiasi dia terhadap hasil foto.

Bagaimana menurut Pak Rusman mengenai masalah saya ini? Apa yang harus saya tempuh terlebih dahulu? Apa saya harus banting harga biar mendapat banyak klien? Terima kasih sebelumnya.

Jawab:
Bapak Aryo M. Hasan di Kembangan Utara, ijinkan saya menggarisbawahi kata-kata Anda yang berbunyi baru merintis usaha jasa fotografi. Dengan kata-kata tersebut, saya simpulkan bahwa Anda memang seorang pendatang baru di bisnis ini.

Nah, sebagai “new comer”, lazimnya Anda harus melakukan serangkaian kegiatan awal terlebih dahulu dalam rangka penetrasi dan “self branding” di sebuah industri yang baru Anda kenal, sekaligus baru mengenal Anda. Jangan risau kalau banyak fotografer lain memasang harga jauh di atas Anda dan bisnisnya lancar. Karena dapat dipastikan mereka adalah pemain-pemain lama (senior) yang telah mapan dengan jaringannya.

Pertanyaan yang mesti Anda lontarkan pada diri sendiri adalah: “Seberapa piawaikah saya dalam fotografi, yang dengan itu saya pantas menetapkan sebuah harga tertentu?”
Yang jelas, Anda harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Dalam dunia bisnis yang sepenuhnya mengandalkan keahlian, mau tidak mau Anda harus memiliki, mengetahui serta meningkatkan secara terus menerus keahlian dimaksud.

Guna mengetahui dan sadar seberapa tinggi kemampuan Anda, coba hubungi mereka yang benar-benar ahli fotografi. Berikan beberapa contoh karya Anda, dan minta mereka menilainya. Benar bahwa keahlian dalam fotografi tidak hanya menyangkut hal-hal teknis saja, tapi justru lebih melibatkan faktor seni. Pertajamlah sense of art (naluri seni) dalam bidang foto-memfoto, karena hal tersebut akan memungkinkan Anda menyesuaikan rate harga sesuai dengan tinggi-rendah nilai seni yang mampu Anda persembahkan pada klien. Jangan sungkan untuk minta pendapat para ahli mengenai hal itu.

Coba juga melakukan beberapa sesi pemotretan secara sukarela (gratis) pada berbagai kesempatan, seperti upacara perkawinan atau wisuda sahabat-sahabat Anda. Lalu minta pendapat mereka sebagai pengguna jasa yang awam, seberapa puas perasaan mereka terhadap karya Anda.

Selanjutnya, kenali pasar itu sendiri. Eksplorasilah berbagai informasi penting, seperti berapa rentang harga yang berlaku di pasaran saat ini, tren fotografi yang sedang “in”, siapa saja pemain-pemain yang ada, serta ke mana arah selera konsumen dari saat sekarang sampai 1 – 2 tahun ke depan.

Dari titik ini, Anda dapat menentukan “positioning” yang hendak Anda ambil, apakah hendak menggarap segmen menengah ke atas, atau sebaliknya menengah ke bawah. Berapa rentang harga yang hendak Anda terapkan, dan apa saja keuntungan beserta nilai tambah yang akan diperoleh konsumen dengan harga itu. Sesuaikah cost-benefit ratio yang akan diterima calon konsumen nantinya?

Sekali Anda sudah menentukan positioning dan harga jasa Anda, jangan sekali-kali merubahnya atas desakan konsumen. Kalau terlalu mudah menaik-turunkan harga, Anda akan terkesan tidak profesional. Apalagi praktik banting harga, sebaiknya haramkan saja manuver seperti itu. Karena lebih banyak terjadi, praktik banting harga hanya menjadi aksi bunuh diri bagi si pelaku.

Kalau pada suatu kesempatan Anda terkendala dengan kondisi keuangan pelanggan atau pun tingkat apresiasinya yang rendah terhadap hasil foto, maka Anda dapat memberikan kesempatan untuk menikmati “harga perkenalan” terlebih dahulu, yaitu dengan jalan memberikan diskon istimewa. Jangan memberikan penurunan harga, karena dapat merusak reputasi Anda sendiri yang sudah menetapkan diri pada positioning tertentu. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa pada akhirnya pelanggan mengerti akan kualitas karya Anda dan mau membayar penuh sesuai rate yang sebenarnya. (Rusman Hakim)

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP