Mencari Salah dalam Pemilu

Konstruksi menjadi bagian penting dalam sebuah bangunan. Kapasitas dan kualitas setiap bagiannya harus sejalan dengan peruntukkan bangunan tersebut. Tidak bisa diselewengkan dan diremehkan agar bangunan bisa kokoh berdiri.

Kita ambil perumpamaan sebuah jembatan. Bila dibuat dengan bahan baku dan konstruksi yang mampu bertahan sampai 10 tahun, maka jembatan tersebut pun akan bisa bertahan sesuai usianya. Tapi, jika diselewengkan, jembatan itu bisa saja ambruk sebelum masanya. Ketidakmampuan dalam menahan beban menjadi pertanyaan karena seharusnya jembatan tersebut bisa bertahan sesuai kapasitasnya.

Jembatan tidak bisa dinilai hanya dari fisiknya yang terlihat kuat, kokoh, dan mentereng, tapi harus pula diperhitungkan kekuatannya dari konstruksi dan bahan baku yang digunakan. Sehingga kekuatan jembatan bukan hanya memiliki makna tersirat, tapi juga tersurat. Apalagi jembatan akan dilewati banyak orang yang pastinya berhubungan dengan keselamatan jiwa yang melaluinya.

Melihat kondisi politik sekarang ini, seusai hari pencontrengan, disadari atau tidak, masyarakat sebenarnya sudah memilih bahan baku dan konstruksi pemerintahan buat 5 tahun mendatang. Analogi jembatan di atas bisa diutarakan untuk melihat konskuensi dan menilai peta politik nantinya.

Kalau saja masyarakat salah memilih, pastinya jembatan republik ini akan cepat roboh. Tidak berumur panjang, atau akan cepat kropos karena kredibilitas konstruksi dan bahan bakunya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Sekaranglah, masa di mana negara ini mengalami dekonstruksi politik dan pemerintahan. Masa ketika haluan politik dan pemerintah ditentukan. Akan berjalan di tempat, melesat maju, atau malah mundur ke belakang.

Namun, di saat pemerintahan dipilih kembali dan dilegitimasi ulang oleh rakyat, ada saja permasalahan yang timbul. Setelah penyesalan masyarakat mengenai kurangnya sosialisasi Pemilu yang menyebabkan mereka tidak memiliki pilihan caleg yang pasti, dan begitu banyaknya partai politik serta calon anggota legislatif yang membuat surat suara melebihi lebar bilik suara, lalu masyarakat masih menuai masalah karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dengan begitu, mereka tidak bisa mencontreng dan tidak bisa menunaikan hak konstitusionilnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai tidak melakukan tugasnya dengan baik. Akibatnya, protes banyak dilayangkan meminta pertanggungjawaban KPU. Partai politik dan Caleg pun ada yang terus memertanyakan hal tersebut. Mereka menilai pelaksanaan Pemilu 2009 amburadul.

Apapun alasannya, surat suara sudah masuk dalam perhitungan dan masyarakat pun sudah mengetahui hasilnya. Suka atau tidak, masyarakat harus menerima keputusan KPU sebagai badan yang memiliki otoritas dalam pelaksanaan Pemilu.

Hal yang perlu dicermati dalam kekisruhan ini adalah kebiasaan mencari “kambing hitam”, saling menuding, dan melempar tanggung jawab. Tidak berupaya untuk melihat dan memahami kalau kesalahan-kesalahan dalam Pemilu kali ini adalah kealpaan dari mereka pula.

Kalau memang ada kesalahan dalam pelaksanaannya, selain harus diperbaiki, masyarakat dan semua yang berkepentingan ada baiknya ikut andil sebelum pelaksanaanya. Tidak ribut di akhir pelaksanaan dan rajin mencari kesalahan pihak lain.

Sama halnya dengan membangun jembatan di atas, cobalah untuk teliti dan andil ketika jembatan akan dan saat dibangun. Berikan usulan agar jembatan kokoh berdiri dan kontrol bersama-sama. Jangan ketika jembatan sudah berlobang atau ambruk, baru teriak kalau bahan dan konstruksinya tidak bagus, ada kecurangan, dan tidak sesuai rencana semula.

Perlu disadari, Pemilu dilangsungkan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa ini, bukan hanya untuk kepentingan Partai Politik, Caleg, atau KPU sekali pun. Pemilu pun bukan ajang mencari kesalahan, kalau ada yang hanya mencari kekuasaan belaka, orang inilah yang patut disalahkan. Bukan sistem yang telah dibuat secara kolektif. Bila begitu adanya, sama saja kita bertindak bodoh, mencari kesalahan atas perbuatan salah yang kita lakukan sendiri.


Read More ..

Banyak Bangunan Jakbar Tidak Miliki IMB

Ternyata, masih banyak bangunan liar dan tidak liar yang belum memiliki IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) di Jakarta Barat. Terhitung sekitar 400 laporan yang masuk ke Sudin P2B Jakarta Barat mengenai bangunan-bangunan bermasalah di wilayah ini. Semuanya akan ditindaklanjuti dengan pembongkaran bila memang tidak ada inisiatif baik dari pemiliknya.

Sampai dengan akhir Maret, sudah 3 bangunan di Kapuk, Rawa Buaya, dan Cengkareng Timur melanggar yang dibongkar. Terakhir, akan dibongkar sebuah bengkel yang berlokasi di Kedoya. Semuanya dilakukan untuk ketertiban wilayah Jakarta Barat agar tertata dengan rapih.

Tidak tahu alasan yang pasti kenapa pemilik bangunan tidak segera mengurus IMB. Padahal aturan kepemilikan IMB sudah tertuang dalam Perda. Begitu juga dengan biayanya. Singkat kata, IMB sudah merupakan keharusan dalam syarat mendirikan bangunan.

Tapi, ada kemungkinan para pemilik bangunan ini tidak memiliki banyak waktu dalam mengurusnya. Dengan kata lain, mereka sibuk dan lebih memilih menggunakan jasa perantara atau calo.

Alangkah baiknya, bila pemerintah memberikan solusi dengan cara “jemput bola”. Seperti halnya dalam pengurusan perpanjangan SIM atau STNK dan surat-surat tanah. Dengan menggunakan mobil khusus, pihak Polda Metro Jaya dan BPN memermudah masyarakat dalam mengurus segala perizinan. Sekaligus menghindari praktek percaloan.

Dengan cara ini, secara tidak langsung akan membuat pemilik bangunan merasa punya akses cepat dalam pengurusan IMB. Imajinasi birokrasi yang berbelit-belit pun sepertinya akan sirna. Terganti dengan pelayanan yang cepat dan pasti dari Sudin Perizinan Bangunan. Pun meluruskan fungsi pemerintah yang harusnya melayani masyarakat, bukan dilayani oleh masyarakat.


Read More ..

Lipat Gandakan Wanita dalam Hidup Anda

Sobat, coba jawab pertanyaan ini: sepanjang mengikuti Hitman System, bagaimana respon para rekan-rekan wanita yang Anda miliki? Apakah rata-rata mereka menyambut dengan positif perubahan yang terjadi dalam perilaku Anda?

Karena bila Anda mempraktekkan setiap artikel yang Anda baca dengan sebagaimana seharusnya, sahabat Anda akan langsung terbelah menjadi setidaknya dua kubu, yakni mereka yang menikmati dan mereka yang mengecam. Jika ditelaah dengan teliti, maka akan ditemukan bahwa mereka yang menikmati dan semakin akrab justru adalah para sahabat wanita, sementara sahabat-sahabat pria cenderung sedikit membatasi diri dari interaksi dengan Anda.

Apakah Anda mengalami hal-hal tersebut di atas? Atau justru Anda malah mengalami persis kebalikannya?

Pola yang sama dapat dikonfirmasi dalam kisah cinta rekan-rekan saya yang sudah lebih dahulu menjalani masa-masa pendekatan, pacaran, dan hingga akhirnya pernikahan. Pola tersebut selalu ditemukan di mana-mana, sehingga saya melihatnya sebagai salah satu formula dinamika sosial yang bisa menjadi alat ukur kesuksesan perjalanan Anda dari pria lossy menjadi pria glossy.

Anda berada di jalur tranformasi yang benar ketika Anda menerima lebih banyak respon positif dari rekan-rekan wanita dari pada rekan-rekan pria.

Mengapa? Karena segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup adalah games atau sekumpulan permainan, tidak terkecuali dalam area romansa. Secara psikologis, pria dan wanita memiliki respon yang sedikit berbeda ketika berhadapan dengan permainan.

Pria terbiasa melihat “permainan” sebagai tantangan untuk membuktikan diri. Ia melihatnya sebagai kesempatan mencari perhatian, validasi dan pengakuan dari orang lain. Bagi pria, sebuah game adalah perkara menjadi yang terbaik, mencari siapa yang menang dan kalah.

Sementara wanita terbiasa melihat “permainan” sebagai undangan bersenang-senang. Mereka tidak peduli dengan kompetisi siapa yang lebih baik di antara mereka. Bagi wanita, sebuah game adalah kesempatan menikmati interaksi, sesuatu yang sulit mereka lakukan jika sedang sendirian.

Bila Anda mengikuti tulisan saya, Kei, dan Jet namun justru mendapat lebih banyak teman pria yang akrab dengan Anda, itu saatnya berhenti mengecek apakah Anda benar-benar melakukan transformasi persis seperti yang kami maksudkan dalam artikel.

Contoh perilaku salah yang membuat Anda semakin menambah sahabat pria dan kehilangan sahabat wanita adalah bila Anda sibuk bertindak sebagai konsultan, mentor, guru, dokter dan dukun untuk masalah-masalah percintaan teman Anda. Dengan kata lain, menggunakan informasi yang Anda dapatkan dalam Hitman System untuk membuat Anda terlihat cerdas atau berpengalaman tentang romansa.

Bisa dipastikan para pria yang melakukan aksi tersebut tidak pernah melihat hasil transformasi yang mereka inginkan. Glosifikasi yang kami maksudkan akan membuat Anda memiliki keleluasan untuk bermain dan bersenang-senang, sehingga wanita dengan sendirinya tertarik masuk ke gravitasi hidup Anda.

Ingat baik-baik: Pria menyukai pria lain yang banyak berbicara (atau cerdas) tentang game dan membatasi diri dari pria lain yang memiliki game, sementara wanita menyukai pria yang memiliki game, dan membatasi diri dari pria yang terlihat cerdas tentang game.

Di detik Anda lupa akan hal tersebut, Anda akan tersandung kembali ke jurang lossy.
Sehubungan dengan respon wanita terhadap game, ada fenomena menarik yang saya temui pada tahun ketiga ini semenjak Hitman System hadir membantu para pria di Indonesia. Berdasarkan survei, tercatat sekitar 11% dari pengunjung Hitman System adalah wanita. Dan dari jumlah tersebut, semakin banyak surat elektronik dari mereka yang berisikan komentar terima kasih, dukungan, dan pujian.

Ini adalah hal yang menggembirakan, apalagi jika dibandingkan surat berisi kata-kata kecaman pedas yang berdatangan dari para wanita pada saat awal-awal Hitman System berdiri. Ternyata seiring waktu, mereka akhirnya mengenali apa yang sebenarnya kami lakukan selama ini dan berubah seratus delapan puluh derajat.

Mengapa saya membagikan info di atas? Karena hari ini saya ingin mengajarkan satu hal krusial: seluruh transformasi yang Anda dapatkan ini bukanlah sesuatu yang Anda pakai untuk mempermainkan wanita, melainkan untuk bermain BERSAMA mereka. Dalam bahasa Inggris terlihat perbedaan yang lebih tajam: not playing games ON them, but playing games WITH them.

Sadarkah bahwa kemungkinan besar Anda selama ini mengalami kebuntuan karena Anda memperlakukan wanita sebagai obyek target? Tidak ada seorang pun yang senang dipermainkan. Pernahkah Anda dan si dia bisa berinteraksi asyik pada awalnya, namun ia selalu menghindar pada pertemuan berikutnya? Atau mungkin dia berubah sikap dengan mendadak?

Jika Anda belum mengetahui mengapa hal itu terjadi, simak baik-baik: mereka menyadari bahwa Anda lebih suka bermain untuk diri sendiri, bersenang-senang sendiri, menjadikannya sebagai obyek bulan-bulanan dari kebahagiaan Anda.

Seluruh revolusi paradigma yang kami tawarkan di sini adalah bagaimana meningkatkan diri Anda hingga titik maksimal hingga dapat menarik wanita untuk bersenang-senang bersama-sama dengan Anda. Bukan lagi Anda yang sibuk menyenangkan hatinya (atau dikenal dengan istilah pria lossy). Bukan juga Anda yang sibuk menyenangkan diri sendiri (atau dikenal dengan pria brengsek).

Ketika Anda memiliki game yang menyenangkan, wanita sulit untuk menahan ketertarikannya. Dan bila wanita sudah mendekati Anda, ingat untuk terus bermain bersama-sama mereka, bukannya mempermainkan.

Anda mengerti? Itulah kunci pelipatgandaan wanita dan romansa dalam hidup Anda.
(Hitman System)

Read More ..

Fenomena Pembodohan Dunia Romansa

Beberapa bulan belakangan ini saya merasa kalau cukup sering melihat dan mendengar iklan-iklan yang menampilkan sejumlah kata-kata menarik dan foto-foto wanita menarik.

Iklan-iklan tersebut menawari jasa pelayanan chatting, dating dan socializing melalui sms. Mereka mempromosikan kesempatan-kesempatan pada setiap orang bahwa mereka bisa mendapatkan teman-teman yang gaul dan keren, berkenalan dengan wanita menarik, berkencan dengan wanita cantik dan lain sebagainya, jika kita ikut bergabung dengan pelayanan mereka. Pelayanan yang tentunya tidak gratis dan memakan biaya pulsa HP.

Terlepas dari seberapa banyaknya peminat dalam layanan ini, saya berani menyimpulkan kalau bisnis layanan TIPUAN ini cukup berkembang pesat dan memiliki banyak peminat. Hal ini dibuktikan melalui bertambah banyaknya iklan-iklan tersebut di media cetak, TV, internet dan radio setiap harinya

Sejauh ini saya belum menemukan orang-orang yang pernah terlibat dalam layanan tersebut. Tapi, jika ada di antara Anda atau teman Anda sedang bermain di layanan TIPUAN tersebut maka saya minta Anda berhenti bermain-main dengan layanan tersebut. Anda tidak akan mendapat hasil apapun melalui layanan sms tersebut. Melainkan uang Anda akan terus terkuras karena terus membeli pulsa.

Saya berani mengatakan layanan tersebut adalah layanan TIPUAN sekalipun saya tidak pernah menyumbang pulsa sepeser pun ke layanan tersebut. Janji-janji yang di buat mereka adalah janji-janji palsu yang tidak akan bisa mereka tepati. Janji-janji mereka agar kamu bisa berkenalan dengan wanita-wanita menarik dan menjadikan Anda sebagai pribadi yang menarik atau dalam bahasa sehari-harinya disebut gaul hanyalah strategi marketing untuk mendapatkan dan melipatgandakan kembali modal yang mereka keluarkan untuk membuat layanan TIPUAN tersebut.

Jika Anda sedang pergi ke tempat-tempat umum seperti mall, taman hiburan, club, kampus, dll dan Anda bertemu dengan orang-orang yang menurut Anda gaul, hal apakah yang terlintas dalam pikiran anda? Apakah menurut Anda mereka adalah orang yang kesepian dan tidak punya teman? Apakah menurut Anda mereka adalah orang yang selalu berada dalam kamar mereka sambil maen game sendirian setiap saat?

Orang-orang yang gaul bukanlah orang yang selalu mengunci dirinya di dalam kamar sambil ber-sms ria dengan orang-orang yang tidak dikenalnya melalui layanan-layanan sms tidak jelas. Orang-orang yang gaul adalah orang yang mempunyai geng atau teman-teman yang selalu keluar bersama-sama untuk mencari dan melakukan hal-hal unik dan menarik. Orang-orang yang gaul adalah orang-orang yang mencintai kehidupan sosial dan bersosialisasi.

Jadi jika Anda ingin menjadi sosok pribadi yang berkepribadian menarik atau gaul, mulailah keluar dari kamar Anda dan carilah teman yang memiliki keinginan untuk berubah pula. Ikuti komunitas-komunitas yang ada di Jakarta jika Anda bingung ke mana harus mencari teman. Jakarta memiliki beraneka macam komunitas di mana Anda bisa bertemu wanita dan teman yang menarik.

Pria glossy adalah pria gaul yang memiliki pergaulan dan kehidupan menarik. Jadi jika Anda bisa memenuhi persyaratan ini, Anda sudah selangkah lebih maju menjadi pria glossy. Saya berani menjamin ketika berada di tahap ini, anda tidak akan membutuhkan layanan sms TIPUAN tersebut dan Anda akan melupakannya dengan sendirinya.
Hentikan pula ketertarikan Anda pada foto-foto wanita menarik yang mereka tampilkan. Anda harus berhenti percaya kalau foto-foto dan biodata wanita-wanita tersebut adalah asli. Foto-foto yang mereka tampilkan adalah foto-foto yang dapat ditemui melalui internet. Kenapa?

Mari berpikir sejenak dengan akal sehat. Coba Anda bayangkan kalau saat ini Anda adalah seorang pria yang berpenampilan menarik dan selalu dikelilingi wanita-wanita menarik. Anda juga memiliki banyak teman gaul dan selalu memiliki pengalaman menarik. Jika Anda berada di posisi seperti itu mungkinkah Anda akan mempromosikan diri Anda sama seperti wanita-wanita tersebut? Mungkinkah Anda akan meladeni sms-sms dari orang-orang yang memiliki kualitas kehidupan yang tidak sepadan dengan Anda? Anda bisa jawab sendiri di dalam hati Anda masing-masing.

Para wanita berpenampilan menarik selalu dikelilingi sahabat-sahabatnya. Baik itu sahabat pria maupun sahabat wanita. Penampilan menarik membuat mereka dengan mudah di-ngarepin pria-pria yang mereka temui di dunia nyata seperti kantor, kampus, tempat ibadah, mall, dll. Mereka telah cukup terlatih untuk bisa membedakan pria-pria berkualitas dan tidak berkualitas. Pria-pria yang memiliki kehidupan gaul.
Jadi sobat, kesimpulannya, mungkinkah wanita-wanita menarik tersebut akan tertarik pada pria-pria ngarep di dunia maya? Sementara mereka sendiri tidak tertarik pada pria-pria ngarep yang berada di dunia nyata?

Hal ini terkadang membuat saya curiga tentang si pembalas sms tersebut. Tidak menutup kemungkinan kalau si pembalas sms tersebut juga sesama pria. Hanya saja, mereka adalah pria yang memiliki akal cerdik mencari penghasilan dan mereka mengerti benar cara mengelabui korban-korbannya.

Terlepas dari benar atau tidak tentang si pembalas sms tersebut adalah pria, Anda baru saja mendapat pengetahuan baru untuk menolong Anda agar tidak terjerumus dalam lobang yang lebih dalam lagi.

Apakah yang menjadi keputusaan Anda saat ini? Anda akan berhenti dari sms tersebut dan keluar dari kamar Anda untuk memulai bait baru dari kitab kehidupan Anda atau akan memperpanjang harapan pada layanan tersebut? The choice is in your hand and waits you to chose. (Hitman System)

Read More ..

Mengapa Sulit Jatuh Cinta

Apa yang akan Anda baca hari ini adalah rahasia yang selalu tertutup dari mata pria dan wanita di seluruh dunia.

Mengapa jatuh cinta itu sulit? Pertama, menutup mata akan struktur intelejensia dan elemen sosial dinamika yang terkandung dalam cinta dan romansa. Setiap kali berbicara tentang cinta, umumnya manusia selalu menyelaraskannya dengan sejumlah konsep idealisme yang kompleks seperti Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Sejati, Saling Melengkapi, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya, Cinta Indah Pada Waktunya, Cinta Tidak Harus Memiliki, dsb. Akibatnya kita tidak dapat mengamati proses bercinta dari konteks yang realistis yakni : sebuah interaksi sosial belaka.

Sebagaimana interaksi sosial lainnya yang dilakukan sehari-hari, seperti berdagang, belajar, bekerja, berolahraga- ada sejumlah pola dinamika tertentu yang wajib diikuti bila seseorang ingin menemui kesuksesan dalam kehidupan cintanya. Pola dinamika tersebut jarang sekali disentuh, atau bahkan diakui, karena beresiko merendahkan pandangan orang dan konsep tentang cinta. Pola dinamika yang sebenarnya bisa dibedah, dipelajari, dan disusun-ulang dalam bentuk langkah-langkah yang praktis.

Pada dasarnya, proses percintaan selalu erat dengan berbagai permainan dan ‘manipulasi’ sosial yang sampai saat ini masih terasa asing karena jarang dibicarakan secara terbuka. Jika seseorang menutup mata akan hal-hal tersebut, menolak memainkannya, atau tidak melatih diri sebaik mungkin untuk memenuhi syarat permainan, maka sesuai dengan hukum “Survival of The Fittest” oleh Charles Darwin, ia akan tersisih dari potensi romansa yang seharusnya dia dapatkan.

Semakin kita melihat hubungan romansa sebagai sesuatu yang bersifat ilahi, ajaib, mistis, supranatural, semakin pria-wanita akan tersandung, atau minimal mengalami kesulitan, dalam memuaskan kebutuhannya akan percintaan. Cinta sudah menjadi tren linguistik yang terlalu bersifat mitos, ikonik dan berlebih-lebihan di luar proporsi sehingga sekalipun saat ini perkembangan ilmu dan teknologi jaman modern sudah sangat melajut pesat. Pemahaman manusia tentang hal tersebut tidak lebih jauh dari apa yang sudah diketahui manusia pada abad renaisans dahulu.

Kita perlu penelitian yang komprehensif tentang apa yang dinamakan Cinta, tentang bagaimana rasa ketertarikan muncul, bagaimana cara meningkatkannya, tentang proses bio-kimiawi yang terjadi, tentang unsur-unsur lain yang semakin mengikat atau melemahkannya. Buku panduan yang tidak lagi berisi metafor melankolis atau kisah-kisah pembangkit semangat, melainkan tentang hal-hal spesifik yang perlu dilakukan, dihindari, dan dimodifikasi dalam permainan cinta. Dengan kata lain, Cinta adalah sebuah sistem dan saat ini kita, manusia modern, berada pada era yang sudah sangat memerlukan buku panduannya.

Kedua, mempercayai penggambaran hubungan cinta yang diinformasikan media budaya populer seperti buku, film dan lagu. Hampir segala sesuatu yang kita ketahui tentang cinta berakar dari yang kita baca, dengar, dan lihat di berbagai jenis media massa yang beredar di sekeliling kita. Namun sedikit sekali konsumen yang memiliki cukup kesadaran, wawasan, dan pengalaman untuk bisa membedakan antara realita dan ilusi, kenyataan dan impian, fakta dan bumbu dalam setiap konten yang ditayangkan media tersebut.

Seorang ahli teori komunikasi berkebangsaan Kanada, Marshall McLuhan, menyebutkan bahwa “All media exist to invest our lives with artificial perceptions and arbitrary values.” Contoh persepsi artifisial yang seringkali tertancap dalam pikiran kita adalah bahwa, “cinta membutuhkan pengorbanan,” yang mendorong pria-wanita berpikir bahwa rasa sakit yang kita alami berarti kita sedang jatuh cinta. Atau begitu banyaknya informasi yang menyatakan bahwa seorang wanita diwajibkan bersikap pasif dan menunggu pernyataan minat seorang pria. Atau tentang pria yang wajib berenang dari satu pulau ke pulau lainnya, membayar sesuatu, bersusah payah melakukan sesuatu demi melunakkan hati sang wanita idamannya.

Digambarkan bahwa pria dan wanita yang bersikap mengikuti informasi seperti itu akan berakhir dengan kisah cinta yang memuaskan. Tentu ide yang disampaikan dalam informasi-informasi tersebut sangat nyaman, indah dan enak didengar. Dalam kisah buku, film dan lagu tersebut, sang pria atau wanita yang menderita biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Sayangnya, realita lebih sering berkata sebaliknya.

Tidak terhitung berapa banyak hubungan pria-wanita yang harus terhempas kandas hanya karena mereka mengikuti persis gaya-gaya romansa dari tayangan televisi dan industri perfilman Hollywood. Mereka dibuai untuk lupa berpikir dan terbiasa menduplikasi ide-ide indah yang disenandungkan dalam lirik lagu-lagu racun romantis. Mereka lupa bahwa tidak peduli seberapa sering buku atau film itu menyandang kalimat based on true story, ia tetap sebuah produk bisnis dunia hiburan yang wajib menuruti prinsip emas, “berikan orang apa yang mereka ingin dengar dan lihat.”

Apa yang kita saksikan tentang Cinta dan Romansa dalam media hanyalah replika buih-buih mimpi tentang apa yang seharusnya terjadi dan apa yang kita harapkan terjadi, bukan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mengutip ucapan Mark Twain, “In the real world, the right thing never happens in the right place and the right time. It is the job of media, scriptwriters, journalists and historians to make it appear that it has.”

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP