Modal Usaha dan Bisnis Online

Tanya:
Saat ini saya ingin membuka usaha, tapi ada keterbatasan modal dan tempat usaha. Pendapatan saya sepertinya tidak mencukupi untuk mengumpulkan modal. Kalau pun bisa, akan memakan waktu lama.

Bagaimana bila saya berniat meminjam uang ke bank melalui fasilitas kredit pinjaman tanpa agunan? Apa nilai positif dan negatifnya?
Bidang usaha yang akan saya pilih adalah penjualan berbagai aksesoris, gift, dan barang-barang koleksi lainnya.

Ada terbersit keinginan untuk membuka usaha melalui website seperti yang sekarang ini sedang berkembang. Kira-kira langkah-langkah apa yang harus saya ambil untuk memulai bisnis online tersebut?

Bagaimana dengan peraturan pajak, cara pembayaran jual-beli, pembuatan websitenya, dan kira-kira bagaimana prospek ke depannya? Apa bedanya toko online dengan toko yang ada bentuk fisiknya? Apakah masyarakat kita sudah terbiasa dengan jual-beli melalui internet?


Jawab:
Memulai usaha dengan cara meminjam uang, saya rasa bukan keputusan bijaksana. Apalagi kalau Anda belum berpengalaman, tidak mempunyai aset, dan belum punya prospek sama sekali. Lebih tepat kiranya Anda melakukan survai terlebih dahulu, bidang apa yang kira-kira mempunyai masa depan bagus, lalu laksanakan studi kelayakannya.

Kalau Anda sudah yakin akan satu bidang yang Anda anggap cukup menjanjikan, coba buat hitung-hitungannya (proyeksi keuangan, prediksi cash flow dan lain-lain), lalu cari teman yang sudah berpengalaman untuk menguji apakah kalkulasi bisnis Anda sudah benar.

Kalau sudah, maka Anda sudah bisa membuat proposal bisnis, kemudian “jual” proposal tersebut pada orang-orang yang potensial menjadi investor. Proses pencarian penyandang dana inilah mungkin fase yang paling penting dan sekaligus merupakan tantangan terberat dalam proses membangun usaha. Rekomendasi saya adalah, sedapat mungkin jangan mengeluarkan modal uang dari kocek sendiri untuk memulai usaha, kecuali benar-benar pasti bahwa Anda sudah punya order yang menguntungkan.

Tidak masalah Anda ingin berbisnis dengan menjual aksesoris atau semacamnya, tapi yang penting adalah bahwa Anda telah memiliki kesimpulan yang akurat bahwa bidang usaha itu memang ada pasarnya.

Meski tampak menggiurkan. kredit tanpa agunan (KTA) mengandung risiko besar. Sebab apa? Sebab, untuk mengompensasi ketiadaan agunan dalam produk KTA, pihak bank mengenakan tingkat bunga pinjaman yang relatif sangat besar dan memberatkan nasabah. Kalau Anda gagal mendirikan usaha yang mampu mencetak laba, dijamin Anda akan segera terjerembab ke dalam lilitan hutang. Ini mengerikan dan bisa-bisa Anda mengalami trauma dan kapok memulai usaha lagi.

Membuka usaha melalui internet memang merupakan peluang yang amat baik saat ini. Sebabnya adalah karena berbisnis via internet dapat meminimalkan biaya-biaya awal serta biaya permodalan sampai ke titik yang paling signifikan. Banyak contoh yang sudah bisa dilihat sekarang ini, betapa beberapa pengusaha tertentu yang tadinya tidak berkembang dalam bisnis konvensional yang “off-line’, ternyata mengalami kemajuan pesat setelah beralih ke bisnis internet (on-line).

Untuk memulainya, Anda harus cari seseorang yang mau dan mampu membuatkan sebuah website untuk Anda. Untuk diketahui, biaya pembangunan web pada masa sekarang sudah sangat murah, untuk kelas standar, umumnya hanya memerlukan biaya di bawah 5 juta rupiah saja.

Tentukan komoditas yang Anda hendak jual, buatlah beberapa foto contoh barang dan muatkan di web Anda. Tidak perlu menyediakan stok barang dalam jumlah banyak.
Bahkan dalam kasus yang ekstrim, Anda bisa tidak usah membeli. Cukup pinjam saja sama pemilik barang, lalu mulai jualan secara online. Tentu saja seharusnya Anda memiliki sebuah Perjanjian Kerja Sama dengan sang pemilik barang tersebut.

Untuk pajak, saya rasa sama halnya dengan usaha konvensional, di mana paling tidak Anda harus membayarkan pajak penghasilan (kalau usaha sudah berlaba) dan pajak pertambahan nilai (kalau sudah ada transaksi).

Transaksi pembayaran dalam bisnis internet dapat dilakukan dalam beberapa cara. Yang pertama adalah dengan sistem transfer melalui bank, di mana Anda dapat menggunakan rekening Anda di bank tertentu sebagai wadah penampung pembayaran dari pihak pembeli.

Yang kedua, dengan sistem pembayaran menggunakan kartu kredit. Anda harus membangun kerja sama terlebih dahulu dengan pihak bank atau lembaga-lembaga penerbit kartu kredit.

Khusus untuk bisnis on-line, ada cara ketiga yang sangat khas. Yaitu pembayaran melalui lembaga pengatur pembayaran via internet, misalnya ¬e-gold atau paypal. Untuk kejelasan lebih lanjut, Anda bisa melakukan search di internet tentang topik ini.

Perbedaan antara toko on-line dengan toko off-line yang punya bentuk fisik antara lain bisa dilihat dari faktor untung-ruginya. Bisnis on-line memiliki banyak keunggulan antara lain berbiaya murah, nyaris tanpa modal, bisa dilakukan di rumah dan memungkinkan akses pelanggan ke seluruh dunia. Hal-hal itu sulit kita dapatkan dari sebuah toko konvensional.

Kerugiannya adalah, saat ini bisnis on-line belum terlalu memasyarakat. Belum semua orang Indonesia mengerti internet. Dan orang masih cenderung pergi ke mal bukan hanya untuk berbelanja, tapi lebih kepada faktor rekreasinya. Artinya, toko-toko konvensional masih memiliki “daya tarik lebih” untuk mendatangkan pelanggan.

Namun demikian, saya berani memastikan bahwa pada beberapa tahun ke depan, bisnis via internet akan menjadi trend belanja karena lebih praktis, mudah dan aman. Sementara orang pergi ke mall lebih disebabkan alasan rekreasi. (Rusman Hakim)

Artikel Berkaitan

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP