Ngorok, Bukan Hal Biasa!

Ngorok atau mendengkur sering dianggap sepele. Padahal, masalah ini dapat menggangu orang lain yang tidur sekamar. Pasalnya, suara ngorok memiliki kekuatan hingga 80 desibel, melebihi suara bising di jalanan yang hanya sekitar 70 desibel.

Bahkan, menurut Dr Vika Aryan Sari SpTHT dari RS Pantai Indah Kapuk, bisa pula menyebabkan ketidak harmonisan rumah tangga karena tidak tahan mendengar suara ngorok pasangannya ketika tidur. “Di Singapura, ada seorang wanita yang minta pisah ranjang karena suaminya sering mendengkur,” katanya pada saat pembukaan Klinik Sleep & Snooring di rumah sakit tersebut.

Tapi, yang lebih penting, ngorok ternyata juga dapat menggangu kesehatan jantung dan penderitanya bisa terserang hipertensi dan stroke. Penyebab gangguan kesehatan tersebut adalah karena terhentinya pernafasan akibat ngorok yang menyebabkan terganggunya pasokan oksigen ke otak. Ngorok, Bukan Hal Biasa!

Read More ..

Sindikat atau Masyarakatnya?

Sampai dengan tahun lalu, orang yang menyalahgunakan Narkoba berjumlah 4,3 juta jiwa. Setiap harinya, ada sekitar 41 orang meninggal karena Narkoba.

Saat ini, shabu atau ekstasi pun tidak lagi diimpor, tapi sudah bisa dibuat di dalam negeri. Pabriknya, bukan di tempat terpencil, tapi di perumahan, ruko, atau apartemen yang notabenenya dekat dengan masyarakat.

Sudah beberapa kali polisi berhasil menggerebek pabrik Narkoba yang berlokasi di daerah pemukiman. Di Jakarta Barat, bisa disebutkan Ruko Palem Lestari, Cengkareng, yang dijadikan pabrik Narkoba dengan berkedok Warnet atau Perumahan Taman Ratu, Kebon Jeruk, yang dikamuflase menjadi pabrik dengan jaringan internasional.

Sindikat pengedar Narkoba juga tidak lagi memilih tempat pembuatan yang diasumsikan kebanyakan orang sebagai tempat yang “aman”. Mereka memanfaatkan kelengahan konsentrasi aparat keamanan dan berani berspekulasi dengan mendirikan pabrik di tengah masyarakat.

Sepertinya, pergeseran sistem sosial yang ada di masyarakat dimanfaatkan oleh sindikat tersebut. Masyarakat yang individualis dan bersikap toleran tidak pada tempatnya, adalah lokasi yang bagus untuk pembuatan dan pengedaran Narkoba. Pembatas kegiatan kriminal mereka bukan lagi tembok dan pagar yang tinggi, tapi sifat individual dan ego masyarakatlah yang dijadikan border mereka dalam beroperasi.

Makanya, sering kali ketika terungkap pabrik pembuatan yang ada di wilayah pemukiman, banyak masyarakat sekitarnya yang terkejut. Merasa heran, tidak tahu, dianggap tidak masuk akal. Bahkan, pengurus RT dan RW pun ada yang kebobolan mengindentifikasi warga yang tinggal di wilayahnya.

Begitu juga dengan peredaran dan pengguna Narkoba. Peran serta masyarakat menjadi salah satu kunci pencegahan dan pemulihan para pengguna agar berhenti mengonsumsi Narkoba. Meski ada aparat keamanan, tapi bila masyarakat ikut andil, maka hasilnya akan lebih maksimal.

Melihat fenomena di atas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar “Festival Kampung Kite Bersih Narkoba” mulai 12 Oktober hingga 22 Desember 2009. Festival ini kira-kira diikuti oleh 2.671 RW yang tersebar di lima wilayah ibu kota.

Penilaian dari lomba tersebut ada dua macam, yaitu dilihat dari sisi kuantitas dalam upaya menanggulangi Narkoba di lingkungannya serta kualitas warga di lingkungan RW tersebut yang bersih dari jeratan Narkoba. Pengawasannya akan dilakukan Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan melibatkan LSM bidang pencegahan Narkoba.

Ujung tombak pelaksanaan festival ini adalah organisasi karang taruna di setiap wilayah. Remaja yang biasanya menjadi korban, dijadikan “senjata” untuk memantau peredaran dan pengguna Narkoba. Mereka (remaja) dituntut kreatif dalam membuat program pencegahan peredaran dan menghapus Narkoba dari wilayahnya.

Bila program ini memang benar-benar berjalan, berarti setiap RW di Jakarta akan memiliki data yang akurat pengguna Narkoba. Setidaknya, akan terpantau wilayah mana saja yang kira-kira menjadi kantong-kantong pengguna “barang setan” ini. Sehingga tindakan pencegahan, rehabilitasi, dan sosialisasi dampak negatif Narkoba akan lebih tepat sasaran.

Cuma masalahnya, bagaimana pelaksanaan di wilayah yang tidak ada karang taruna dengan remajanya yang pasif? Bagaimana dengan daerah yang masyarakatnya individualis seperti disebutkan di atas? Paling-paling, festival ini hanya menjadi seremoni belaka atau sama halnya dengan kampanye anti-Narkoba lainnya, tanpa mengubah cara bersikap masyarakat dalam manangani masalah ini. Meski nantinya akan ada pemenang, tapi sepertinya bukan itu tujuan utama dari “Festival Kampung Kite Bersih Narkoba”.

Memang, segi positif memberdayakan remaja adalah menanamkan pada mereka –yang kebanyakan menjadi korban- untuk menghindari mengonsumsi Narkoba, tapi ada baiknya juga dibarengi dengan penataan kembali sistem sosial di masyarakat dan mengaktifkan kegiatan warga.

Misalnya, bila tidak ingin kerja bakti atau arisan warga, bagi mereka yang mengaku super sibuk, bisa membuat milist warga atau grup Facebook di internet yang digagas ketua RT/RW setempat. Hal tersebut juga sekaligus menyikapi perkembangan teknologi dan peradaban manusia.

Dari aktivitas online tersebut, akan terjalin tali silaturahim dan yang lebih penting adalah informasi lingkungan dan warga yang menempati wilayah. Sehingga kalau ada hal yang mencurigakan dalam satu lingkungan, warga bisa mengambil sikap dan melaporkan pada pihak berwajib.

Pada dasarnya, masyarakat juga tidak mau kalau wilayahnya dicap buruk atau menjadi sarang peredaran Narkoba. Tapi, di sini sepertinya harus ada ide yang lebih kreatif untuk memberantas Narkoba di lingkungan masyarakat. Bukan sekedar festival atau perlombaan yang hanya mencari pemenang.

Read More ..

'Googling' Diklaim Bikin Otak Tangkas

Aktivitas 'googling' ternyata bisa membantu memperlambat Dementia. Bahkan dinyatakan oleh para peneliti dari UCLA, aktivitas pencarian online ini lebih efektif daripada kegiatan membaca dalam hal perbaikan fungsi otak.

Dementia alias penurunan kecerdasan otak biasanya dialami oleh orang usia lanjut. Namun dengan aktivitas yang berhubungan dengan dunia maya ini, laju dementia bisa diperlambat.

Tim yang dipimpin oleh Professor Gary Small dari Universitas California Los Angeles (UCLA) menemukan fakta bahwa pencarian di internet bisa memicu kinerja otak karena melibatkan beberapa proses mental secara bersamaan. Proses tersebut termasuk mengingat, memahami dan menganalisa hasil.

"Pencarian online bisa menjadi wujud sederhana dari pelatihan otak yang bisa memperkaya kognitif seseorang," ungkap Teena Moody, salah satu peneliti dari UCLA, dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (20/10/2009).

Untuk mendapatkan hasil di atas, mereka telah meneliti 24 orang berusia di antara 55-78 tahun. Mereka diminta untuk melakukan pencarian secara online, selagi peredaran darah di otak mereka dimonitor dengan scanner.(detiknet.com)

Read More ..

TIPS JADI ORANG SUKSES DARI A SAMPAI Z

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi. Yuk kita lihat apa maksudnya :TIPS JADI ORANG SUKSES DARI A SAMPAI Z

Read More ..

STRATEGI MELAKUKAN INVESTASI

Ada banyak cara melakukan investasi. Tapi sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Pahami Kondisi Keuangan Sebelum melakukan investasi, Anda harus benar-benar memahami kondisi keuangan pribadi. Bukan hanya kondisi keuangan saat ini, tapi juga kondisi keuangan, sumber penghasilan, jumlah tanggungan, dan gaya hidup Anda di masa depan. Kalkulasikan secermat mungkin, hingga Anda dapat menentukan besarnya dana yang bisa diinvestasikan.

2. Tujuan Investasi
Setelah mengetahui kondisi kocek pribadi, tentukan apa tujuan investasi Anda. Untuk menggandakan dana, untuk jaminan hari tua, atau sekedar menyimpan uang agar aman. Untuk tujuan hari tua, misalnya, investasi bisa diarahkan pada sebuah produk yang menghasilkan tingkat pengembalian yang lumayan dalam jangkan panjang, seperti dana pensiun atau deposito. STRATEGI MELAKUKAN INVESTASI

Read More ..

MENYUSUN RENCANA BISNIS YANG BAIK

Rencana bisnis yang baik, harus dapat menjelaskan 4 (empat) bagian penting berikut: A. Gambaran usaha (description of the business)
B. Pemasaran (marketing plan)
C. Keuangan (financial management plan)
D. Manajemen (management plan)


Agar lebih meyakinkan, akan lebih baik bila rencana bisnis dilengkapi dengan
executive summary, dokumen pendukung dan proyeksi keuangan.

A. Gambaran Usaha
Gambaran usaha harus dapat menjawab pertanyaan :
1. Usaha apa yang akan dilakukan?
2. Siapa yang akan mengelolanya?
3. Kapan, dimana dan bagaimana usaha itu dijalankan?
4. Apa yang membuat usaha itu unik dibandingkan pesaing?

Pada umumnya, gambaran usaha terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut: MENYUSUN RENCANA BISNIS YANG BAIK

Read More ..

MENGGALI IDE BISNIS

Titik awal keberhasilan seorang wirausahawan berawal dari penggalian ide bisnis. Banyak kisah para pebisnis yang konsisten menggeluti bisnis yang “tidak dianggap” sebelumnya, kini menjadi pebisnis sukses yang namanya diperhitungkan. Bagaimana kiat menggali ide bisnis ?

Menggali ide bisnis bukanlah perkara yang gampang. Ketika seorang calon wirausahawan berpikir : saya akan berbisnis apa ? Saat itulah persoalan menggali ide bisnis mulai muncul. Belum lagi pertanyaan : apakah produk yang saya jual, akan menghasiklan uang ? Dan, pertanyaan selanjutnya : jasa apa yang akan ditawarkan yang bisa memberikan pendapatan yang lebih besar ?

Secara teoritis, ide bisnis bisa digali dari apa yang bisa dilihat, didengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan pakar ekonomi telah membagi kebutuhan manusia menjadi berbagai jenis kebutuhan mulai yang bersifat primer, sekunder, sampai tertier. Ide bisnis bisa dipilih dari upaya pemenuhan kebutuhan manusia tersebut. MENGGALI IDE BISNIS

Read More ..

MEMBUAT RENCANA BISNIS

Menemukan ide bisnis merupakan anugerah yang tidak terhingga, karena dalam realitasnya tidak gampang menemukan ide bisnis. Namun jika ide hanya sebatas bayang-bayang, Anda tetap tidak akan bisa merealisasikannya dalam bisnis yang nyata.

Para wirausahawan top yang kini namanya muncul di berbagai media bisnis, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berwirausaha tidak usah membuat rencana macam-macam, nanti malah kandas di tengah jalan.

Mungkin banyak yang membuat rencana macam-macam tapi rencana cuma sebatas rencana, sehingga realisasinya memang nol besar. Kalau ini yang terjadi tentu anggapan di atas menjadi benar. Padahal dalam teorinya, bisnis sekecil apapun tetap memerlukan perencanaan untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang lebih matang. MEMBUAT RENCANA BISNIS

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP