Pameran Fotografi dan Komputer 2009 Tetap Optimis


Jakarta Photo & Digital Imaging Expo 2009 (FOCUS) baru saja dibuka Rabu (25/2) di JHCC Jakarta. Berbarengan dengan pameran tersebut, digelar pula Mega Bazaar Computer (MBC) dari tanggal 25 Februari – 1 Maret 2009.

Pada setiap pelaksanaannya, Focus dan MBC dimeriahkan dengan beragam acara seperti seminar dan workshop. Misalnya, Robotic Competition, Seminar Be Easy with Linux, Seminar Sneak Preview Teknologi OS Terpadu, dan sebagainya.

Pameran yang buka dari pukul 10.00 – 21.00 setiap harinya ini juga menghadirkan Photo Gallery yang terletak di selasar connecting Hall A & Hall B sebagai perwujudan dari “Every Journey Has It’s Moments” yang menjadi tema FOCUS 2009.

Tercatat sebanyak 300 peserta mengisi area pameran seluas lebih dari 20.000 m2. Sejumlah peserta tersebut terdiri dari 200 brand dari dunia fotografi dan komputer.

Meski pameran ini berlangsung di tengah kondisi perekonomian yang kurang baik, namun pihak penyelenggara dan peserta yakin FOCUS 2009 & MBC akan tetap dipadati pengunjung. Hal tersebut karena 90% transaksi masih dilakukan dengan rupiah sehingga gejolak nilai tukar tidak berpengaruh banyak.


Read More ..

Penuh Kamera, Bonus, dan Workshop

Beberapa brand kamera digital memenuhi area FOCUS 2009. Sebut saja seperti Canon, Nikon, Sony, Olympus, dan sebagainya. Masing-masing brand menawarkan produk dengan berbagai bonus yang menggiurkan tiap pengunjung.

Canon misalnya, mereka melego Canon 1000D seharga Rp 5,8 juta dengan bonus tripod excell, memori 4GB, payung, dan voucher kursus fotografi senilai Rp 1 juta. Begitu juga dengan beberapa tipe lain dengan bonus berbeda-beda.

Lain lagi dengan Nikon, mereka malah lebih memilih memerkenalkan tipe premiumnya Nikon D3X dengan berbagai seminar & workshop. Nikon D3X yang diluncurkan Desember tahun lalu ini memiliki resolusi 24.5 MP dengan sensor CMOS dan LCD monitor 3 inch.

Seminar & Workshop di stan Nikon :

26 Februari
14.00 : “Outdoor Wedding Photography” oleh Johnny Hendarta
16.30 : “Total Freedom with Your Camera” oleh Novijan Sanjaya dan Workshop : Multiple Exposure dengan Nikon D3X

27 Februari

14.00 : “Bagaimana Memotret Poster Film dan Sinetron” oleh Pinky Mirror
16.30 : “Optimized Camera Features” oleh Johnny Hendarta

28 Februari

14.00 : “Memotret Wanita di Era Digital” oleh Pinky Mirror
16.30 : “Studio Lighting” oleh Johnny Hendarta

1 Maret
14.00 : Peranan Kamera D-SLR Dalam Dunia Komersial Fotografi” oleh Novian Sanjaya dan Workshop : Low Key for High-End Product Photography
16.30 : “Push to The Limit” oleh Novijan Sanjaya dan workshop : Pemanfaatan Speedlight untuk studio fotografi


Read More ..

USB Murah

Bagi pengunjung FOCUS 2009 & MBC, disediakan total 2500 unit USB 2G dengan harga Rp 30.000 selama 5 hari pameran. USB tersebut dapat dibeli dengan syarat menukarkan tiket masuk yang hanya seharga Rp 5000. Saat hari pertama kemarin, peminat USB murah ini sangat banyak dan setiap harinya hanya disediakan 500 unit. Pengunjung pun tidak bisa setiap saat membelinya karena counter penukaran dibuka pukul 14.00. Satu jam sebelum counter dibuka, antrian sudah panjang mengular.

Selain itu, dengan berbelanja Rp 100 ribu (berlaku kelipatannya), para pengunjung juga dapat turut serta dalam pengundian gran prize 1 unit mobil Chery QQ dan 1 unit sepeda motor Yamaha Vega ZR. Kemudian, di area Plenary, dijual pula seperangkat PC komputer murah dari Harco Mangga Dua hanya dengan Rp 999.000.

Read More ..

Tinja dan Masalahnya

Semua orang tahu kalau tinja dapat membawa banyak masalah. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak mau dan tidak mampu dalam mengurus tinja. Padahal kalau air tanah tercemar tinja, akan banyak penyakit yang diakibatkannya.

Masalah pembuangan dan pencemaran tinja bukan hanya masalah masyarakat miskin yang tinggal di perkampungan kumuh. Tapi, sering pula terjadi di perumahan-perumahan elit. Bahkan, petugas kebersihan pun sering berbuat keliru.

Ada beberapa masalah yang sering timbul berkaitan dengan tinja, misalnya :

1.Septic Tank Bocor
Akibatnya, sekitar 70% air tanah di daerah perkotaan sudah tercemar berat bakteri tinja. Padahal, separuh penduduk perkotaan masih menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan harian.

2.MCK yang Tidak Berfungsi
Selain usang dan terawat, banyak MCK tidak ada airnya. Lebih menyedihkan lagi, banyak pula yang tidak bisa digunakan setlah peresmian. Boleh jadi karena akibat salah konstruksi atau masyarakatnya yang memang belum siap.

3.Mencuci dan Mandi di Sungai Tercemar
Akibat keterbatasan akses pada MCK, banyak masyarakat kita yang mandi, cuci, dan kakus di sungai. Padahal, sungai-sungai tersebut sudah tercemar.

4.Jamban yang Asal-asalan
Ada sekitar 35% jamban di kawasan perkotaan yang tidak ada air bersih, atap, atau tidak tersambung dengan septic tank dan sejenisnya. Contohnya, jamban “helikopter” di pinggiran sungai atau jamban rumah yang mengalirkan tinja ke sungai yang berada di dekatnya.

5.Selokan Tersumbat
Walau harusnya hanya untuk mengalirkan air hujan, selokan nyatanya juga digunakan untuk menampung air kakus dan juga sampah. Akhirnya, selokan pun menjadi sumber berbagai penyakit.

6.Efluen Industri di Kawasan Pemukiman
Sebagian besar dialirkan ke sungai tanpa melalui proses pengolahan lebih dulu. Akibatnya, kualitas sungai semakin memburuk.

7.Buang Air Besar Sembarangan
Lebih dari 12% penduduk perkotaan Indonesia sama sekali tidak memiliki akses ke sarana jamban. Artinya, belasan juta penduduk perkotaan Indonesia masih membuang tinja langsung di kebun, selokan, atau sungai.

8.Pembuangan Liar Lumpur Tinja
Seusai menyedot habis isi septic tank, banyak truk tinja yang menggelontorkan muatannya langsung ke sungai. Akibatnya, sungai akan tercemar berat. Beragam alasan dilontarkan. Entah karena tidak ada atau tidak berfungsinya IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) di kota itu, atau karena petugasnya yang malas ke IPLT.

Read More ..

Apa Saja Kandungan Tinja?

Penanganan buangan tinja bukan masalah sepele. Setiap harinya, seseorang membuang tinja seberat 125 – 250 gram. Jika sekarang ada 100 juta orang tinggal di wilayah perkotaan, maka kawasan perkotaan tersebut menghasilkan sekitar 25 ribu ton tinja.

Di Jakarta sendiri, menurut data Bank Dunia, masyarakatnya membuang tinja sekitar 714 ton setiap harinya dan buangan urine sekitar 7000 m3. Buangan tinja tersebut, ada yang mengendap di dalam tanah dan ada pula yang dibuang di sungai-sungai.
Selain jumlahnya yang begitu banyak, tinja memiliki beberapa dampak dari 4 kandungan yang dimilikinya :

1.Mikroba
Sebagian di antaranya merupakan mikroba patogen seperti, bakteri Salmonela Typhi (penyebab demam tifus), bakteri Vibrio Cholerae (penyebab kolera, hepatitis A, dan polio). Tinja manusia mengandung puluhan miliar mikroba, termasuk bakteri koil-tinja.
Tingkat penyakit akibat kondisi sanitasi yang buruk di Indonesia sangat tinggi.

Tifus mencapai 800 kasus/100.000 penduduk, tertinggi di seluruh Asia. Diare mencapai 300 kasus/1000 penduduk. Polio masih dijumpai di Indonesia walau di negara lain sudah sangat jarang.

2.Materi Organik
Sebagian merupakan sisa dan ampas makanan yang tidak tercerna. Dapat berbentuk karbohidrat, protein, enzim, lemak, mikroba, dan sel-sel mati. Satu liter tinja mengandung materi organik yang setara dengan 200 – 300 mg BOD5.

Sekitar 75% sungai di Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi tercemar berat oleh materi organik dari buangan rumah penduduk. Air sungai Ciliwung memiliki BOD5 40mg/L, empat kali lipat dari batas maksimum sebesar 10 mg/L. Kandungan BOD yang tinggi mengakibatkan air mengeluarkan bau tak sedap dan berwarna hitam.

3.Telur Cacing
Orang yang cacingan, akan mengeluarkan tinja yang mengandung telur-telur cacing. Banyak cacing yang bisa ditemukan di perut kita. Sebut saja, cacing cambuk, cacing gelang, dan cacing tambang. Satu gram tinja berisi ribuan telur cacing yang siap berkembang biak di perut orang lain.

Anak cacingan adalah kejadian yang biasa di Indonesia. Penyakit ini kebanyakan diakibatkan cacing cambuk dan cacing gelang. Prevalensinya bisa mencapai 70% dari balita.

4.Nutrien
Umumnya merupakan senyawa nitrogen dan fosfor yang dibawa sisa-sisa protein dan sel-sel mati. Nitrogen keluar dalam bentuk senyawa amonium, sedang fosfor dalam bentuk fosfat. Satu liter tinja manusia mengandung amonium sekitar 25 mg dan fosfat sebesar 30 mg.

Senyawa nutrien memacu pertumbuhan ganggang. Akibatnya, warna air jadi hijau dan ganggang menghabiskan oksigen dalam air sehingga ikan dan hewan air lainnya mati. Fenomena yang disebut Eutrofikasi ini mudah dijumpai di waduk, danau, atau balong-balong.

Read More ..

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP