Diet dengan Seafood

Konsumsilah makanan sehat. Makan seafood segar lebih menyehatkan dari pada daging merah dan putih yang banyak mengandung lemak.


Seafood segar bukan berarti hanya yang baru saja ditangkap nelayan, tapi juga seafood yang telah didinginkan. Namun, bila Anda membeli seafood yang telah didinginkan, ada beberapa cara untuk melihat apakah seafood tersebut masih segar atau tidak.

Hal pertama yang patut dilihat adalah matanya. Pastikan matanya jernih dan tidak bengkak. Kemudian insangnya harus berwarna merah dan dagingnya terasa kencang.

Terpenting adalah ikan tersebut harus beraoma ikan. Agar kualitas ikan tetap terjaga, simpanlah dalam suhu 39 derajat dan masak secepatnya. Ingat, jika Anda ragu akan kesegarannya, lebih baik jangan dimakan. Ikan yang sudah jelek, bisa membuat Anda sakit. Cara terbaik memasak seafood adalah ketika masih dalam keadaan membeku (dingin).

Banyak orang yang memilih merasakan seafood setelah dimasak atau dibakar. Tapi, kalau sudah dibekukan lalu dikeluarkan dari lemari pendingin, harus segera dimasak. Jangan pernah memasukkan kembali seafood ke lemari pendingin setelah mencair.

Seafood bagus buat tubuh karena rendah lemak dan tinggi protein. Tapi, ada juga beberapa seafood yang mengandung lemak. Belut, misalnya. Kebanyakan ikan mengandung Omega 3 yang dapat mencegah beberapa penyakit.

Oleh karenanya, mengonsumsi seafood bisa menjadi cara lain untuk yang ingin diet. Banyak di negara maju di mana perempuannya lebih banyak makan seafood dibanding daging, bisa mengurangi ancaman kanker payudara dan mencegah penyakit Alzhemier.

Kita juga bisa mengonsumsi minyak ikan kalau memang tidak suka daging ikan. Seafood baik untuk perempuan sebagai sumber zat besi dan yodium. Jika ingin menambahkan zat besi dan seng, cobalah memakan scallops dan mussel. Dengan mengonsumsi seafood secara teratur, Anda bisa mendapatkan banyak manfaat untuk kesehatan Anda.


Artikel Berkaitan

About This Blog

  © Blogger template 'Ultimatum' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP